Header Ads

7 Kesalahan Sepele Berakibat Fatal yang Bikin Aglaonema Rusak Parah

KABARESOLO.COM/RIMAWAN PRASETIYO - Aglaonema kembali jadi primadona di saat pandemi Corona, dari kiri ke kanan Pride Sumatera, Red Stardust dan Striptease.

KABARESOLO.COM - Di masa pandemi Corona ini kegiatan berkebun menjadi pilihan banyak orang.

Sebuah cara untuk meredakan stres efek dari pandemi Covid-19 maupun jadi pilihan untuk menambah pendapatan, Selasa 7 Juli 2020.

Nah Aglaonema kini kembali jadi primadona, sejak beberapa tahun terakhir harganya stabil dan cenderung naik, apalagi bagi kolektor yang telah mengenal lebih dalam tanaman dengan daun corak batik ini.



Bagi yang baru saja berkenalan dan mendadak jatuh cinta, tentu butuh pengetahuan tambahan sebelum Anda membeli koleksi Aglaonema langka, bernilai tinggi dan mahal harganya.

Merawat Aglaonema tak seperti merawat tanaman lain pada umumnya.

Sukses merawat tanaman lain belum tentu sukses dalam merawat Aglaonema.

Berikut 7 kesalahan sepele karena ketidaktahuan tapi berakibat fatal.

1. TERLALU SAYANG DAN MEMASUKKAN AGLAONEMA KE DALAM RUMAH 

Satu hal ini dialami oleh penulis sendiri, saking sayangnya dengan aglaonema jenis tertentu akhirnya dimasukkan di dalam rumah terus menerus.

Hal ini terkait kekhawatiran nanti bakal diambil orang apalagi marak informasi tentang pencurian aglaonema.

Apa yang terjadi, tanaman tersebut tak mendapat sirkulasi udara yang baik, pencahayaan yang buruk karena di dalam rumah dan rentan terkena gangguan penyakit.

Beberapa tanaman yang terserang bakteri yakni aglaonema romantic love full mutasi, widuri lilin dan goliath.

Aglaonema romantic love dan widuri tak terselamatkan sementara goliath terselamatkan.

Jadi aglaonema harus diletakkan di lokasi yang bisa mendapatkan sirkulasi udara yang baik, cahaya yang cukup tapi aman.

2. KESALAHAN PENYIRAMAN

Punya aglaonema harus menyiram berkala atau sering menyiram?

Benar keduanya!

Kenapa bisa demikian? Simak hal berikut ini: 

Seorang teman baru senang-senangnya mendapatkan sebuah tanaman Aglaonema langka dan sehat dengan harga miring.

Ia kemudian melakukan hal yang sama seperti tanaman lain yakni rajin menyiram tanaman pada pagi hari atau sore hari.

Hampir tiap hari ia meyiram tanaman Aglaonema tersebut.

Apa yang terjadi?

Aglaonema yang baru ia beli justru mengalami busuk akar dan batang.



Ia kemudian memperdalam pengetahuan dan akhirnya berhasil menyelamatkan Aglaonema tersebut, butuh beberapa waktu untuk mengembalikan Aglaonema yang telah rusak menjadi sehat.

Satu hal yang belum ia ketahui yakni fakta bahwa Aglaonema tak boleh mendapatkan air keseringan.

Aglaonema memang tumbuhan yang membutuhkan air tapi tak bisa kebanyakan, harus seimbang dan terukur.

Artinya aglaonema membutuhkan pot dan media tanam yang bisa membuat tanaman ini berkecukupan air tapi tidak kebanyakan.

Untuk pemula disarankan untuk melakukan penyiraman Aglaonema dilakukan secara berkala selama dua atau tiga hari sekali atau bahkan tiga atau empat hari sekali.



Kenali wilayah Anda kalau daerah Anda berada di lokasi yang sejuk alias tidak panas sehingga kadar air di udara lebih banyak, mungkin pilihan tepat yakni melakukan penyiraman antara tiga sampai empat hari sekali.

Sedangkan kalau daerah Anda cenderung kering atau panas, penyiraman dua atau tiga hari sekali menjadi pilihan bijak.

Berdasarkan informasi yang didapat KabareSolo.com pada seorang pembudidaya Aglaonema profesional untuk mengetahui cara mudah Aglaonema tersebut perlu disiram atau tidak yakni dengan merasakan media tanam di bawah pot.

Ketika kita masukkan jari ternyata kering, nah itu saatnya penyiraman.



Ingat perlu media tanam yang tepat yang tak membuat agar terendam air, pot pun harus banyak lubang.

Kebanyakan air akan membuat Aglaonema mengalami busuk akar maupun batang.

Tanda-tanda awal yakni daun-daun menguning dan layu.

Meski demikian daun yang menguning dan layu bisa karena hal lain.

Lalu bagaimana dengan yang sering menyiram? Nah ini merupakan cara budidaya baru yang telah berhasil dilakukan oleh penghobi serius bahkan sudah dikupas oleh Trubus Info Kit Vol.06 terbitan April 2009.

Selengkapnya telah dikupas di KabareSolo.com di artikel berikut:


Namun ingat cara tersebut harus dilakukan oleh yang sudah siap dengan konsekuensinya, bila salah perlakuan bisa mati.

Harus melakukan sesuai dengan yang dilakukan para hobiis yakni ketika memang gunakan teknik tersebut seperti menjemur juga harus diimbangi dengan penyiraman.

Itu pun harus menggunakan media tanam dan pot yang tepat.

3. KESALAHAN PENEMPATAN AGLAONEMA

Poin selanjutnya adalah penempatan aglaonema.

Jangan salah menempatkan aglaonema dalam mendapatkan cahaya.

Merunut kondisi awal, aglaonema ini tumbuh di hutan di bawah pohon-pohon rindang, aglaonema ini mendapatkan cahaya cukup tapi tidak terlalu panas dan mendapatkan sirkulasi udara yang baik 

Daun membutuhkan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis atau mengubah air dan karbondioksida menjadi karbohidrat untuk makanan bagi tanaman.

Bagi pemula sebaiknya menempatkan aglaonema di lokasi yang cukup cahaya dan mendapat sirkulasi udara yang baik.

Nah ini paling penting, yakni cahaya matahari pagi dan langsung sangatlah baik.

Aglaonema saya yang secara rutin mendapat sinar matahari pagi secara langsung tumbuh sehat dan cepat beranak.

Jemur pagi yang dapat dilakukan yakni penjemuran hingga pukul 09.00 atau maksimal pukul 10.00.

Namun jika mau cara ekstrem ada link artikel di atas yang sudah saya tulis.

Berdasarkan eksperimen tersebut aglaonema yang dijemur berhasil memunculkan belasan anakan tapi juga harus diimbangi dengan penyiraman.

Ingat cara ini jangan dilakukan oleh pemula, ini cara budidaya baru yang telah ditulis di buku berjudul Aglaonema Teknik Baru, Peluang Baru dari Trubus Info Kit Vol.06 terbitan April 2009.

Jadi cara ekstrem yang dilakukan dengan menjemur aglaonema secara rutin dari pagi sampai siang pukul 12.00.

Menurut buku tersebut ketika daun dipegang terasa panas langsung dilakukan penyiraman tapi dengan alat yang memunculkan butiran-butiran lembut air.

Bagi yang merasa belum mampu sebaiknya gunakan cara pertama menempatkan aglaonema dengan berkecukupan cahaya dan sirkulasi yang baik, bagus bila kena cahaya pagi langsung hingga pukul 09.00. 



4. MEMBIARKAN TANPA PUPUK

Tak sedikit orang yang cuek dan seolah membiarkan tanaman tersebut tumbuh apa adanya.

Tanaman tak akan tumbuh sendiri asal dirawat baik, padahal tidaklah demikian.

Tanaman terutama Aglaonema membutuhan asupan 'gizi' yang cukup.

Aglaonema membutuhkan unsur hara agar tanaman ini bisa tumbuh subur bahkan dengan tampilan daun yang memikat.



Ingat media tanam Aglaonema bukanlah tanah biasa, kalau ingin subur dan sehat menggunakan media tanam yang sesuai seperti pasir, sekam serta jangan lupakan pupuk kompos.

Pupuklah Aglaonema secara berkala misalnya tiga bulan sekali.

Untuk mempercantik tampilan ada juga pupuk daun yang disemprotkan sebulan sekali, lihat cara pemakaian di kemasan.

KABARESOLO.COM/RIMAWAN PRASETIYON- Aglaonema Striptease dan Bidadari.


5. MEMBIARKAN MEDIA TANAM PADAT

Aglaonema merupakan tumbuhan yang membutuhkan banyak nutrisi sehingga secara berkala dilakukan pemupukan.

Salah satu efek pupuk membuat media tanam menjadi padat.

Nah tanah yang padat ini menghambat Aglaonema berkembangbiak atau keluar anakan.

Maka harus rajin untuk mengecek dan menggemburkan media tanam.



Minimal media tanam harus digemburkan sebulan sekali dan kalau sudah benar-benar padat terpaksa perlu diganti media tanam yang baru.

Media tanam yang gembur memudahkan Aglaonema tumbuh subur dan keluar anakan.

6. MEMBIARKAN GULMA

Agalonema merupakan tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi, bila ada satu atau dua gulma penganggu tumbuh di media tanam, maka kecukupan 'gizi' pada tanaman ini akan terancam.

Segera siangi, cabut atau singkirkan tanaman pengganggu tersebut, cabut gulma seperti rumput liar atau tanaman lain sampai akar-akarnya.


Pantau secara berkala dan lakukan segera bila terjadi lagi.

Biasanya ada sisa-sisa butir beras pada sekam sebagai media tanam yang kemudian tumbuh, ini bisa juga menarik banyak nutrisi sehingga harus dicabut.

7. CUEK SAAT DAUN LAYU ATAU PENUH DEBU

Daun layu dan menguning biasanya didiamkan nanti toh akan jatuh sendiri dan daun tersebut akan terurai dan menjadi unsur hara bagi tanaman.

Namun jangan perlakukan demikian untuk Aglaonema.


Butuh energi besar bagi tanaman untuk bisa menjatuhkan daun yang layu dan menguning.

Jadi sebaiknya gunting atau pangkas dengan alat steril, gunting atau pisau yang bersih.

Jangan gunakan alat yang berkarat.

Selain itu perhatikan daun yang kuning dan layu karena apa? 

Bisa jadi kena spot merah.

Simak video tentang pengalaman saya mengatasi spot merah di sini.




Selain layu masalah lain adalah debu

Debu atau kotoran yang menempel pada daun bisa jadi penyakit.


Penyiraman yang baik pada daun bisa menghilangkan debu, tapi bila ada waktu boleh saja menggunakan lap kain lembut.

Meski demikian berdasarkan pengalaman saya aglaonema yang sehat hanya disemprot air dengan butiran lembut sudah mengkilat.

Semoga bermanfaat, selamat menanam. (KabareSolo.com/Rimawan Prasetiyo)

NB: Artikel ini kembali dibenahi pada Selasa 12 Desember 2020 untuk pembaruan konten agar lebih relevan, terima kasih.


Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.