Header Ads

Kiat Memilih Aglaonema Bakal Calon Juara Kontes

DOK. KABARESOLO - Aglaonema dengan daun yang kompak segala arah bisa menjadi bakal calon untuk diikutan pada kontes.


KABARESOLO.COM - Masa Pandemi Covid-19 mengubah semuanya termasuk acara rutin seperti kontes Aglaonema yang biasanya rutin diadakan tiap tahun.

Tahun 2020 hampir nihil acara kontes Aglaonema ada satu dua pameran tanaman hias itu pun tak besar atau meriah lantaran serba terbatas mengingat masih dalam masa pandemi.

Meski demikian tak ada salahnya mulai saat ini bagi penghobi bisa merawat Aglaonema yang nantinya bisa siap ketika ada kontes, terutama setelah pandemi mereda.

Bagaimana memilih Aglaonema bakal calon juara kontes? Simak tulisan ini selengkapnya, Jumat, 25 September 2020.

Sebuah buku yang mengupas terkait juara kontes Aglaonema Trubus Info Kit Vol.6 'Teknik Baru, Peluang Baru'.

Pada buku yang terbit pada Bulan April 2009 tersebut menceritakan sebuah maskot juara yang jadi primadona.

Aglaonema Tiara terpilih dewan juri dalam sebuah kontes Aglaonema besar di Tangerang, daun-daun cantik Tiara demikian memukau dengan 60 lembar daun yang tersusun kompak ke segala arah.

Keindahan Tiara ini tercipta dari 5 anakan yang melingkari indukan berumur1,5 tahun.

Juri mengatakan kalau kekuatan Tiara yang juara ada pada kekopakan daun yang yang membentuk tajuk membulat sempurna. 

Penampakan tersebut berdasarkan tahapan panjang mulai pemilihan bakalan, perawatan, pembentukan hingga pemolesan akhir.

Jadi untuk mendapatkan bakalan untuk kontes versi KabareSolo.com yakni:

1. BERBURU BAHAN

Cari bahan yang sesuai dengan kriteria lomba, disarankan datang langsung ke nurseri, akan sulit bila beli secara online.

Kenapa? Alasannya penjual meskipun amanah akan menunjukkan foto terbaiknya, dan akan menutupi kekurangan dari tanaman.

Rata-rata pembelian online yang dilakukan penulis sering mendapatkan tanaman dengan pola tumbuh miring.

Biasanya Aglaonema tumbuh miring karena mencari cahaya, pola tumbuh tanaman mengarah ke cahaya makanya ada yang miring atau daun yang hanya tumbuh di sebelah sementara ada ruang kosong di sebelahnya.

Selain itu kadang pengemasan yang kurang sempurna membuat tanaman jadi tumbuh miring apalagi pengiriman tanaman butuh beberapa hari.

IST - Penampakan juara kontes Aglaonema Tiara yang dikupas pada buku Trubus Info Kit Vol.6.


2. KRITERIA BAHAN 

Memilih bahan sebaiknya usia remaja yang memang memiliki struktur tumbuh menawan.

Usia remaja sudah terlihat alur tumbuh tanaman yang roset, kompak dengan daun yang tumbuh ke segala arah.

Selain itu lihat batang dan daunnya, harus sehat dan daun tumbuh mulus.

Biasanya kalau ada daun yang keriting bisa dipastikan saat tumbuh daun tersebut kekurangan zat hara.

Aglaonema yang sehat memiliki kecenderungan daun yang besarnya hampir mirip tapi semakin ke atas cenderung lebih besar.

Dengan pemilihan bahan yang tepat nantinya akan mendapatkan Aglaonema yang bisa tampil sempurna, prima mulai dari daun, tangkai, batang hingga anakan.

Penampilan Aglaonema yang seimbang karena mendapatkan semua asupan gizi mulai dari nutrisi yang diserap akar maupun udara dan cahaya yang dibutuhkan Aglaonema.

3. DAUN DAN ARAH TUMBUH

Meskipun meliputi berbagai hal tapi daun tetap jadi hal yang utama, Aglaonema dikenal sebagai ratu daun dan pertumbuhan daun harus diperhatikan.

Masih mengutip Trubus Info Kit Vol.6, Aglaonema dinilai kompak bila antarunsur pembentuknya selaras dan tumbuh optimal.

Pada daun susunan antarhelai harus terisi penuh dan tak ada ruang kosong.

Jumlah minimal daun 8 - 10 helai dan bila dilihat dari atas membentuk tanaman yang membulat sempurna artinya sebelah kiri dan kanan harus seimbang.

Beberapa penghobi menggunakan alat bantu seperti kawat lunak untuk membentuk tapi berbeda dengan bonsai yang kawatnya bisa melilit tanaman, untuk Aglaonema biasanya hanya menyangga, itupun pennyangga diberi benda lunak yang tak melukai tangkai atau daun seperti styrofoam.

Selain gunakan kawat ada juga yang menggunakan lepas tangkai daun pada batang tapi dilakukan dengan sangat hati-hati.

Tujuannta untuk membuang daun yang tumbuh tidak pada tempatnya sehingga penampilan Aglaonema keseluruhan jadi tidak seimbang.

DOK. KABARESOLO - Aglaonema Asri ini masih perlu perawatan lebih lama tapi sudah menunjukkan pertumbuhan baik, arah tumbuh daun yang benar, daun paling baru lebih besar dan arahnya yang mulai memenuhi segala arah bisa jadi bahan untuk bakal calon kontes Aglaonema di kesempatan mendatang.


4. CAHAYA DAN ANGIN

Ingat daun akan menuju cahaya dan batang bisa meliuk karena embusan angin terus menerus dari satu sisi saja.

Jadi yang perlu diperhatikan cahaya yang didapatkan Aglaonema harus merata atau di segala arah sehingga daun akan tumbuh ke segala arah.

Daun biasanya akan tumbuh di ruang-ruang kosong atau ruang yang belum diisi tapi ketika kebutuhan cahaya tak terpenuhi tentu akan memilih lokasi yang bisa tetap kena cahaya, inilah yang membuat Aglaonema tumbuh tak sempurna atau berat sebelah.

Daun hanya menggerombol satu sisi.

Jadi penempatan bakal Aglaonema yang nantinya digadang-gadang untuk lomba harus benar-benar dapat cahaya Matahari secara merata, tentu saja kebutuhannya antara 15 - 20 persen saja.

Cahaya Matahari pagi dan sore baik untuk tanaman tapi kalau siang hari terik bisa membakar daun.

Perhatikan pula embusan angin, hindari lokasi yang embusan anginnya sangat kuat sehingga bisa membuat batang Aglaonema jadi condong.

5. PERHATIKAN KESEHATAN DAUN

Kesehatan daun hal utama, lubang, bintik, bercak yang diakibatkan hama, jamur, virus atau penyakit tentu akan mengurangi nilai.

Sebisa mungkin diminimalisir dengan perawatan yang optimal.

Aglaonema sehat hanya dengan dilap air biasa sudah mendapatkan kilap terbaik.

Namun ada juga kilap daun yang diproduksi, kilap daun tersebut biasanya sudah deilengkapi antihama atau jamur sehingga selain memberi kilap juga menghindarkan dari hama atau jamur.

Meski demikian ada juga yang memang suka benar-benar alami.

Ini semua diserahkan pada Anda.

Demikian lima kiat untuk mendapatkan bakal calon juara kontes.

Semoga bermanfaat, salam satu hobi. (KabareSolo.com/Rimawan Prasetiyo)



Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.