Header Ads

Cara Pisah Anakan Aglaonema Antigagal

KABARESOLO.COM/RIMAWAN - Contoh aglaonema yang sukses dipisah anakan, beberapa dengan cara potong pucuk nanti akan dibuat artikel khusus.


KABARESOLO.COM - Aglaonema si ratu daun sedang jadi primadona, lantaran banyak penghobi baru dan banyak aglaonema yang harganya kini melambung tinggi, Jumat 4 September 2020.

Maka tak sedikit yang ingin sesegera mungin memperbanyak agar bisa secepat mungkin menghasilkan uang.

Namun keinginan memperbanyak aglaonema bisa berakhir 'tragis' kalau asal misah dari indukan, bukannya banyak yang ada satu persatu layu hingga akhirnya jadi media tanam.

Bagaimana cara agar memisah anakan antigagal?

Cermati hal hal berikut.

Pertama jangan terburu nafsu segera pisah anakan begitu tahu ada tunas baru, atau sudah bermunculan anakan.

Begitu lihat ada aglaonema sudah rimbun kok tangan jadi gatal pengin misah dari indukan.

Tahan diri dan pastikan kalau aglaonema tersebut sudah siap untuk diperbanyak dengan cara pisah anakan.

Jangan memisah anakan yang baru bertunas, jangan memisah anakan ketika aglaonema baru datang atau baru beli, pastikan terlebih dahulu tanaman tersebut bisa beradaptasi dengan baik.

Pastikan pula indukan sudah tua jangan memisah ketika masih usia remaja.

Ciri sudah tua batangnya lebih keras kalau batang warna hijau akan lebih pekat hijaunya, batang warna kalem warnanya juga lebih pekat dan sekali lagi batang keras.

Aglaonema ada jenis yang bagus kalau tunggal ada juga yang bagus kalau jamak atau batangnya banyak.

Kalau prinsik saya memisah anakan dipilih batang yang memang secara estetika terganggu, terhimpit oleh batang lain, dan ketika anakan tersebut dipisah indukan tetap indah dipandang, anakan juga nantinya bakal lebih bagus bentuk fisik pertumbuhannya.

Ada anakan kok semakin terhimpit dan gak maksimal tumbuh nah ini harus segera dipisah.

Saya sendiri lebih suka melihat aglaonema yang rimbun ya dengan daun yang tumbuh ke berbagai arah.

Maka memperbanyak dengan memisah anakan tujuannya agar indukan makin enak dipandang mata dan si anakan bisa tumbuh dengan optimal.

Setelah memilih anakan yang akan dipisah, pisah anakan menggunakan pisau yang steril, saya lebih suka menyemprot dengan alkohol lebih praktis.

Potong sedikit batang milik induk yang ada akarnya yang terhubung pada anakan.

Ketika kita hanya memotong batang anakan saja meski ada akar kemungkinan hidup kecil karena akar belum terlalu siap untuk mandiri, makanya perlu disertakan batang dan akar indukan untuk memastikan anakan itu nanti siap untuk mengambil nutrisi dari tanah sendiri untuk pertumbuhannya.

Berdasarkan buku, wawancara dengan beberapa pembudidaya dan pengalaman pribadi memisah anakan hanya dipisah anakan saja dengan akarnya kemungkinan bertahan kecil.

Sekali lagi memisah anakan pastikan potong batang indukan sedikit yang ada akarnya, ini hal paling utama.

Setelah dipotong biarkan beberapa saat lalu tutup luka sayatan dengan penutup luka kalau saya praktis menggunakan Betadine.

Betadine antiseptic untuk dioleskan pada luka manusia juga sudah dibuktikan ampuh untuk menutup luka sayatan untuk memisah anakan.

Bisa juga diolesi antracol yang sudah dicampur air.

Antracol adalah fungisida kontak berbentuk tepung berwarna krem yang dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh jamur/cendawan.

Ini juga cukup ampuh menutup luka, tapi saya lebih suka gunakan Betadine.

Dipersilakan lebih suka yang mana.

Pastikan sudah kering terlebih dahulu, sekitar satu jam, baru ditanam di pot baru.

Nah memilih pot sangat penting, ingat aglaonema tak bisa terlalu basah dan terlalu kering, pastikan pot sesuai dengan jumlah akar.

Bahkan kalau saya prinsipnya lebih baik kesempitan daripada pot terlalu besar.

Untuk awal-awal akar membutuhkan adaptasi, dan pot kecil sangat membantu.

Nah media tanam pastikan yang poros artinya air bisa langsung meluncur ke bawah jangan sampai menggenang.

Selamat mencoba semoga lancar, tapi ingat kegagalan itu bagian dari proses jangan bersedih coba lagi dan nantinya kita pasti hepi banget kalau berhasil memisah anakan apalagi anakan itu sehat dan tumbuh dengan baik. (KabareSolo.com/Rimawan Prasetiyo)


Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.