Header Ads

Tak Ada di Tempat Lain! Ini 7 Keunikan Rudis Wali Kota Solo Nomor 6 Bikin Betah

Rudis Wali Kota Surakarta dengan berbagai keunikannya, beberpa hal yang mungkin tak anda sangka-sangka.

KABARESOLO.COM –  Anda pernah kunjungi rumah dinas kepala daerah? Mungkin kesan pertama yang terlintas adalah luas, megah dan mewah.

Namun berbeda dengan Rumah Dinas Wali Kota Solo yang saat ini wali kotanya dijabat oleh FX Hadi Rudyatmo, Kamis (8/3/2018).

Rudis Wali Kota Solo memiliki banyak keunikan, beberapa di antaranya tak ada di tempat lain, mungkin hanya satu-satunya di sini.

Berawal dari kunjungan kemarin Rabu (7/3/2018) anak-anak Playgroup dan TK Tadika Puri Surakarta yang melakukan outing class, berkesempatan mengunjungi Rudis Wali Kota Surakarta/Solo.

Dalam kunjungan tersebut disayangkan, anak-anak tak bisa berjumpa langsung dengan Wali Kota Solo kemungkinan karena kesibukannya, tapi anak-anak puas karena bisa melihat berbagai keunikan di rumah tersebut.

Bersama guru dan pendamping anak-anak bermain dan melakukan beberapa games seru di Joglo Loji Gandrung dan sempat foto-foto di beberapa spot unik di kawasan rumah tersebut.

Berikut 8 keunikan Rudis Wali Kota Solo yang dirangkum KabareSolo.com portal lokal yang mengupas  segala lini info atau kabar Solo, wisata, kuliner, inspiratif, event serta berbagai hal unik Kota Solo.

Di depan Rudis Wali Kota Solo ada patung Jenderal Gatot Subroto, patung ini untuk memperingati keberhasilan Jenderal Gatot Subroto dalam menumpas PKI/Muso.


1. Monumen bersejarah di halaman rumah

Sebuah patung berdiri tegak di pelataran Rudis Wali Kota Solo. Patung tersebut merupakan sesosok pria dengan cat warna kuning emas .

Berdasarkan buku Konservasi Lingkungan & Bangunan Kuno Bersejarah di Surakarta karya Prof Sidharta & Prof Eko Budiharjo, patung yang ada di halaman depan adalah Jenderal Gatot Subroto.

Patung tersebut dibuat untuk mengingat jasa Jenderal Gatot Subroto menumpas pemberontakan PKI/Muso dari Loji pada tanggal 1948.

Patung ini masuk kategori Cagar Budaya.

Rudis Wali Kota Solo arsittekturnya masih asli bergaya Belanda.


2. Arsitektur gedung masih asli peninggalan Belanda

Luas area 6.295 meter persegi, luas bangunan 3.500 meter persegi.

Berdasarkan buku Kraton dan Kumpeni, Pemerintah Belanda di tahun 1830 membangun rumah dinas dan taman di Kleco.

Tahun 1872 Pemerintah Belanda saat itu mendirikan Loji di Sala.

Bangunan (Loji Gandrung) ini dibangun oleh pedagang Belanda yang kaya, setelah itu dibeli oleh residen dan kemudian diberi nama Loji Gandrung.

Siapa arsitek bangunan ini, Dinas PU Kota Surakarta merilis, arsitektur belum diketahui pasti.

Bagian depan penerimaan tamu di Rudis Wali Kota Solo.


Berdasarkan buku Profil Arsitek Belanda tahun 1920-an Loji Gandrung tak disebut, meski demikian Dinas PU Kota Surakarta berupaya melacak sejarahnya dan menyatakan dua kemungkinan.

Kemungkinan arsitektur gedung ini adalah Thomas Karsten atau sama dengan arsitek Gedung Bank Indonesia yakni Biro Ed Cuypres & Hulswit.


Bagian belakang Rudis Wali Kota Surakarta.


Loji Gandrung merupakan bangunan peninggalan kolonial yang sampai saat ini masih utuh dan terawat.

Pada Pemerintahan Kolonial loji ini merupakan tempat kediaman Pejabat Pemerintah Belanda dan saat ini digunakan untuk kediaman Wali Kota Surakarta.

Peralihan terjadi sejak Kemerdekaan RI.

Meubelairnya bergaya klasik dan rococo.

3. Depan rumah dilewati kereta api uap

Keunikan lainnya yakni, di depan area Rudis Wali Kota Solo dilewati kereta api uap.

Kereta ini merupakan kereta kuno masih berbahan bakar kayu jati dan beroperasi ketika ada yang mencarter untuk kepentingan pariwisata.

Depan Rudis Wali Kota Solo ada rel kereta api uap yang sampai informasi ini diturunkan masih beroperasi.


Kereta ini berjalan beriring dengan kendaraan-kendaraan lainnya karena rel tersebut berada di pinggir Jalan Raya Slamet Riyadi.

Kereta uap tersebut bernama Sepur Kluthuk Jaladara, Redaksi KabareSolo.com pernah mengupas terkait hal ini, selengkapnya silakan baca:



Siapkan Uang Segini jika Ingin Naik Kereta Api Uap Jaladara yang 'Membelah' Jalan Raya Kota Solo.

4. Banyak arca pewayangan spot bagus berfoto

Ada beberapa arca yang bikin jempol gatal dan ingin klik tombol selfie.

Beberapa arca merupakan tokoh pewayangan satu arca menawan merupakan arca Werkudoro letaknya di sebelah kanan bangunan dan tiga arca lainnya berada di belakang rudis di area Joglo Loji Gandrung.

Arca Werkudoro yang terletak di samping kiri gedung.


Tiga jenis arca di belakang rudis antara lain dua patung gupolo, gupolo merupakan patung yang sering di pasang di depan pintu, gambaran raksasa yang membawa gada atau tongkat pemukul besar.

Sedangkan satu arca lainnya merupakan sepasang pria dan wanita dengan pakaian pewayangan lengkap yang pria dengan anak panah di belakangnya.

Patung sepasang 'kekasih' tokoh pewayangan turut menghiasi halaman belakang Rudis Wali Kota Solo.


Tak diketahui pasti apa nama arca ini berbeda dengan Werkudoro yang ada pahatan bertulis Werkudoro di bawah arca.

Patung ini bisa saja Kamajaya dan Dewi Ratih tokoh terkenal dalam pewayangan yang tak terpisahkan tapi bisa juga sosok lainnya.

5. Ada dua joglo di halaman belakang

Dua joglo ada di halaman belakang.

Joglo pertama dinamakan Loji Gandrung sementara di sebelah kanan Joglo Loji Gandrung adalah Joglo Panggung Gamelan Loji Gandrung.

Joglo Loji Gandrung yang luas dan nyaman untuk berkegiatan.


Joglo utama biasa untuk pertemuan-pertemuan informasl satu di antaranya saat kunjungan anak-anak Playgroup dan TK Tadika Puri anak-anak bermain - belajar di joglo tersebut.

Joglo ini luas dan nyaman karena tak ada sekat dinding.

Ukiran-ukiran serta lampu utama yang terpasang di tengah atas Joglo sangat menawan.

6. Sejuk banyak pepohonan rindang

Nah ini satu di antaranya sebuah daya tarik yang bikin betah.

Banyak pepohonan serta tanaman dan rumput menambah asri area Rudis Wali Kota Solo.

Ada sebuah pohon yang besar persis di belakang rudis atau di depan Joglo Loji Gandrung.

Sejuk dan rindang, nyaman untuk pengunjung.


Di bawah pohon ada tempat duduk dengan dua arca gupolo serta satu arca pasangan tokoh pewayangan.

Beberapa tanaman lain seperti bonsai, serta tanaman perindang menambah kesejukan, cuaca panas mampu diredam dengan banyaknya pepohonan ini.

Banyak spot-spot untuk asyik berfoto.


7. Banyak burung dan unggas peliharan

Selain pepohonan yang rindang yang menyejukkan suara-suara burung peliharaan wali kota menambah keasyikan.

Ada belasan burung dalam sangkar dengan jenis yang berbeda-beda, bahkan ada dua sangkar besar satu berisi bekisar satunya beberapa burung dara.

Berada di area Rudis Wali Kota Solo serasa di alam terbuka, sejuk, asri dan nyaman karena pepohonan dan suara-suara burung berkicau.

Salah satu unggas peliharaan yang bisa dijumpai di Rudis Wali Kota Solo.


Taman di depan rudis juga sangat terawat beberapa pegawai merawat rumput dan taman dengan baik.

Setiap orang boleh berkunjung ke Rudis Wali Kota Solo tapi harus izin untuk penjadwalan, seperti TK Tadika Puri yang izin sekitar 6 bulan sebelumnya sehingga bisa berkunjung di Rudis sambil bermain dan belajar.

Setelah baca jadi pengin berkunjung bukan? Monggo atur jadwal dulu, kalau bisa kolektif ya misalnya dari sekolah, ibu-ibu PKK atau dari organisasi. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.