Header Ads

Tabrakan Maut Kereta: Taksi Listrik Mogok di Perlintasan, Sopir Baru 2 Hari Kerja

IST - Sopir taksi yang terlibat dalam rangkaian kecelakaan maut ternyata baru dua hari kerja.

KABARESOLO.COM, NASIONAL - Sebuah rangkaian kejadian tragis di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur mengungkap fakta mengejutkan: sopir taksi listrik yang terlibat dalam kecelakaan maut itu ternyata baru dua hari bekerja.

Pengemudi berinisial RRP diketahui baru bergabung sebagai sopir taksi listrik Green SM sejak 25 April 2026. Dua hari kemudian, tepatnya pada malam 27 April, ia sudah menghadapi situasi yang berujung petaka.

Peristiwa bermula saat taksi listrik yang dikendarainya diduga mengalami gangguan hingga berhenti tepat di atas rel. Dalam kondisi genting itu, sebuah Kereta Rel Listrik (KRL) melaju dan menabrak kendaraan tersebut. Namun tragedi tak berhenti di situ.

Di tengah proses evakuasi, situasi semakin memburuk ketika kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan menghantam rangkaian KRL lain yang sedang berhenti karena KRL di depannya sedang proses evakuasi mobil taksi tersebut. Tabrakan beruntun pun tak terhindarkan.

Akibat kecelakaan ini, total 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi dalam operasi gabungan yang kini telah dinyatakan selesai, Jumat 1 Mei 2026.

Pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkap bahwa RRP hanya sempat menjalani pelatihan dasar selama satu hari sebelum mulai bekerja. Pelatihan tersebut mencakup pengenalan dasar seperti menyalakan dan mematikan kendaraan, penggunaan lampu, hingga parkir.

Fakta ini menjadi sorotan dalam penyelidikan. Polisi kini tidak hanya fokus pada kronologi kecelakaan, tetapi juga mendalami sistem perekrutan dan pelatihan dari perusahaan taksi listrik tersebut.

Manajemen Green SM dijadwalkan untuk diperiksa guna mengungkap apakah prosedur operasional dan standar keselamatan sudah dijalankan dengan benar. Selain itu, pihak PT KAI juga turut dimintai keterangan.

Sejauh ini, tujuh saksi dari pihak perkeretaapian telah diperiksa, mulai dari pengatur perjalanan kereta, petugas sinyal, hingga masinis dari kedua kereta yang terlibat.

Kasus ini membuka pertanyaan besar tentang kesiapan pengemudi transportasi modern, khususnya kendaraan listrik, serta koordinasi keselamatan di perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan di berbagai daerah.

Penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi menegaskan akan menangani kasus ini secara menyeluruh, profesional, dan transparan demi mengungkap penyebab pasti di balik tragedi yang mengguncang publik ini.(*)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.