Header Ads

Kapan Sebaiknya Aglaonema Perlu Disiram? Pahami Hal-hal Berikut

DOK. KABARESOLO - Penyiraman dengan semprotan air lembut.


KABARESOLO.COM - Kopi yang enak harus pas takaran pahit dan manisnya, terlalu pahit nggak enak, terlalu manis bikin eneg.

Ketika menikmati kopi dengan takaran yang pas, baik aroma maupun sensasi rasa saat meneguk kopi bisa kita dapatkan.

Demikian juga merawat aglaonema, aglaonema merupakan tanaman yang cukup unik karena dibilang tak boleh banyak disiram air tapi juga membutuhkan air, dibilang nggak boleh kena panas tapi juga butuh cahaya matahari.

Untuk aglaonema cahaya, kelembaban dan siraman air takarannya harus pas, tidak boleh kurang tidak boleh lebih, Selasa 20 Oktober 2020.

Jadi kapan sebaiknya menyiram tanaman aglaonema?

Kalau berdasarkan informasi umum dari mulut ke mulut rata-rata aglaonema sebaiknya disiram dua atau tiga hari sekali.

Namun itu sifatnya secara umum, sebenarnya ada alat akurat yang bisa membantu namanya higrometer, sebuah alat untuk mengukur kelembaban di suatu area.

Menurut buku Panduan Praktis Merawat Aglaonema karya Kurniawan Junaedhie, kelembaban udara ini menjadi satu tolak ukur untuk mengetahui kondisi aglaonema, hingga nantinya perlu diberi beberapa perlakukan lainnya.

Kelembaban udara merupakan banyaknya uap air yang terkandung pada udara.

Saat suhu udara meningkat tentu kelembaban udara menurun, ditambah dengan intensitas cahaya membuat media tanam aglaonema bisa menjadi kering, tingkat penyerapan air lebih banyak karena daun bekerja keras menyerap nutrisi dan memasak menggunakan cahaya matahari.

Nah pada kondisi seperti inilah aglaonema membutuhkan air lebih banyak, sebaliknya ketika hujan turun, kelembaban udara meningkat.

Penyerapan air oleh tanaman menurun sehingga ketika intensitas penyiraman meningkat bisa berisiko pada daun yang menguning bahkan bisa terserang penyakit, biasanya busuk akar karena jamur pythium.

Jadi alat higrometer sebenarnya sangatlah penting dan dibutuhkan, meski demikian ada cara untuk mendapatkan fungsi yang sama tanpa harus membeli alat ini.

Meski tingkat keakuratannya rendah tapi manusia memiliki kemampuan untuk mengira-ngira.

Jadi begini teorinya, masih berdasarkan buku tersebut kelembaban udara yang ideal dibutuhkan aglaonema di kisaran 50-75 persen.

Kisaran kelembaban di prosentase tersebut didapatkan ketika suhu suatu daerah pada siang hari mencapai 25-29 derajat celcius dan pada malam hari antara 18-21 derajat celcius.

Kelembaban udara dan suhu yang sesuai akan membuat aglaonema tampil lebig segar dan menawan.

Jika higrometer menunjukkan kelembaban kurang dari 50 persen berarti kelembaban di daerah tersebut rendah, aglaonema akan layu dan mengering terutama pada daun-daun muda.

Nah pada kondisi seperti ini perlu cara untuk meningkatkan kelembaban udara di area tanaman aglaonema.

Sebelum mengetahui cara untuk meningkatkan kelembaban, perlu cara untuk mengetahui atau mengira-ngira berapa kelembaban udara di area aglaonema tanpa higrometer.

Seperti disampaikan sebelumnya kalau suhu siang hari antara 25-29 derajat celcius artinya kelembaban udara di kisaran 50-75 persen berarti sudah ideal.

Untuk mengetahui cukup dengan bantuan smartphone, biasanya di layar depan ditunjukkan kisaran suhu sekitar, bisa jadi patokan.

Ketika pada layar smartphone menunjukkan angka suhu di atas 29 derajat celcius wah harus ke area tanaman aglaonema, lalu di sana coba rasakan apakah tubuh terasa nyaman.

Kalau rasanya gerah dan tak nyaman, apalagi tanaman, itu artinya diperlukan peningkatan kelembaban udara.

langkah selanjutnya cek media tanam, coba masukkan jari ke media tanam, kalau di luar kering dan di dalam basah itu berarti belum butuh penyiraman tanaman.

Namun kelembaban udara perlu ditingkatkan yakni dengan mengaktifkan sprinkler pengabutan atau menyiram lantai/ alas lokasi tanaman aglaonema.

CAHAYA MATAHARI

Aglaonema merupakan tanaman yang tidak menyukai panas tapi membutuhkan cahaya matahari.

Merunut sejarah, aglaonema habitat aslinya berada di hutan tropis Asia, tumbuh di bawah pohon rindang.

Sesuai dengan asalnya aglaonema hanya menerima 40 persen cahaya matahari.

Cahaya matahari masih sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang aglaonema, di dataran tinggi misalnya pembudidaya akan memasang paranet dengan kerapatan 75 persen sehingga cahaya matahari yang didapatkan hanya 25 persen.

Untuk dataran rendah biasanya menggunakan shading net dengan kerapatan 85 persen.

Panas pagi dan sore oleh beberapa penghobi dimanfaatkan bahkan bisa merangsang pertumbuhan anakan dengan lebih cepat.

Nah ini ada fakta unik yang diungkap di buku Trubus Info Kit Vol.6 terbitan April 2009 dengan judul Aglaonema Teknik Baru, Peluang Baru.

Pada buku tersebut bahkan ada penghobi yang nekat untuk menjemur langsung kena cahaya matahari dari pukul 8 pagi hingga 11 siang, lalu dilanjutkan kembali pada jam 3 sore hingga 5 sore.

Akibatnya beberapa daun agak hangus terbakar tapi efeknya luar biasa, bahkan ada yang sampai belasan anakan dalam satu pot.

Namun ingat ketika menggunakan cara ini intensitas penyiraman menggunakan alat sprinkler pengabutan harus lebih banyak dilakukan - disesuaikan dengan kebutuhan.

Banyaknya cahaya matahari yang mengenai daun meningkatkan fotosintesis, daun lebih banyak menyerap air dari tanaman dan akar terus mengambil air sebanyak-banyaknya.

Imbasnya terjadi peningkatan pertumbuhan, meski ada daun tua yang dikorbankan tapi muncul banyak anakan.

Nah ini tergantung Anda para penghobi ingin mempercantik atau memperbanyak.

Kolektor tentu akan membuat aglaonema tampil ciamik dengan membuat aglaonema tampil kompak, daun ke segala arah dan bisa jadi amunisi saat kontes, sementara kalau pembudidaya tentu ingin mendapatkan anakan sebanyak-banyaknya.

Memperbanyak dengan anakan lebih aman dibanding cara lain seperti mencacah aglaonema.

Silakan dipilih cara mana yang akan ditempuh.

Jadi untuk penyiraman aglaonema bisa menggunakan patokan dua atau tiga hari sekali bisa juga lebih sering tergantung suhu dan kelembaban udara sesuai patokan di atas.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat. (KabareSolo.com/Rimawan Prasetiyo)



Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.