Header Ads

Cara Menjual Barang Bekas yang Ada di Rumah dan Tak Terpakai Secara Cepat

DOK.KABARESOLO - Contoh beberapa barang yang bisa dijual secara online.


KABARESOLO.COM - Sebuah barang meskipun rusak bagi Anda mungkin bukan hal yang penting bahkan bisa jadi sampah, tapi bagi orang lain mungkin barang yang sangat berharga.

Contoh mainan mobil-mobilan rusak, ada lho yang membutuhkan biasanya orang yang hobi custom mobil atau memperbaiki diecast, dicat ulang lalu bisa dijual.

Mobil-mobilan yang dikira sudah tak bermanfaat ada yang membutuhkan.

Beberapa barang-barang tersebut mau dibuang sayang, nggak dibuang menuh-menuhin rumah.

Apalagi saat ini banyak orang yang memulai gerakan minimalis, alias di dalam rumah diupayakan sesedikit mungkin perabotan, sehingga rumah jadi lebih lapang dan lega.

Ada dua cara beberapa barang bisa disumbangkan atau dijual.

Barang elektronik rusak misalanya bisa disumbangkan ke orang yang membutuhkan seperti tempat kursus elektronik gratis bagi kaum difabel misalnya, atau bisa juga dijual.

Nah bagaimana menjual secara cepat barang yang tak terpakai? Simak tulisan ini selengkapnya, Senin 28 September 2020.

Kegiatan jual beli sudah penulis lakukan sejak remaja, bahkan kalau sedang butuh uang misalnya untuk pergi jalan-jalan salah satu andalannya menjual barang bekas yang tidak terpakai.

Mulai dari panci berlubang hingga celana yang sudah tak muat digunakan.

Saat ini jual beli baju bekas sepertinya masih ada ya tapi tak seramai dulu, saat ini sudah banyak baju-baju baru dengan harga sangat murah sehingga baju bekas tak begitu dilirik.

Meski demikian untuk baju branded dengan harga miring masih sering dijumpai.

Jadi ingin bergaya dengan barang bermerek tapi harga terjangkau pilihannya ya membeli barang bekas.

Sementara kalau untuk jual panci lubang, peralatan dari aluminium, kuningan yang sudah rusak bisa langsung dibawa ke penjual rongsokan, biasanya akan ditimbang dan harganya mengikuti pasar saat itu.

Nah untuk barang yang tak terpakai dan ingin terjual secara cepat, sebaiknya jual di Facebook.

Namun bukan di beranda FB Anda melainkan di grup-grup khusus.

Jadi misalnya punya handphone bekas yang tak terpakai, masuk di grup khusus jual beli HP bekas di kota Anda.

Pengalaman penulis saat punya etalase bekas, sudah dengan berbagai cara dijual bahkan dengan harga yang murah, nggak laku-laku.

Akhirnya penulis masuk di grup tertutup jual beli etalase bekas di area sekitar kota tempat tinggal saat ini.

Mengingat barang yang dijual spesifikasi, foto dan harga yang disampaikan lebih murah, tak sampai hitungan hari, hanya sekitar 3 jam etalase langsung laku diambil malam-malam.

Kondisi saat ini banyak yang mengira kalau bisnis tidak jalan sehingga menjual etalase dinilai sulit, jarang ada yang butuh semua masih menunggu kondisi normal.

Ternyata perkiraan tersebut salah, bisnis terus jalan meski pandemi masalah sulit menjual barang adalah bertemu dengan orang yang membutuhkan.

Grup jual beli etalase dengan anggota ribuan orang, di situ berkumpul penjual maupun membeli, orang yang mengajukan gabung butuh untuk menjual barang atau ingin mendapatkan etalase dengan harga murah, makanya jual di situ asal harga di bawah standar cepat sekali laku.

Demikian dengan barang lain, misalnya ingin menjual sebaiknya jual di lapak yang sesuai, bahkan ada lho grup jual beli diecast atau miniatur mobil rusak.

Disitu mempertemukan penghobi diecast yang punya mobil rusak dan tak terpakai dijual pada orang yang membutuhkan yakni yang mau custom, memperbaiki, dicat ulang entah untuk hobi atau dijual kembali.

Facebook jadi tempat yang memudahkan para penjual dan pembeli bertemu, seperti yang saat ono baru tren yakni Aglaonema.

Jual beli Aglaonema memanfaatkan Facebook lebih efektif, terutama di grup-grup pencinta Aglaonema, bukan hanya sekadar sharing pengalaman, kegegalan, keberhasilan menanam misalnya tapi juga open lelang Aglaonema atau jual secara reguler.

Jadi bila punya barang tak terpakai dan dirasa menuh-menuhin rumah, jual saja dan manfaatkan grup-grup Facebook.

Lakukan antisipasi, waspada dan cek ricek agar tidak tertipu, semoga bermanfaat. (KabareSolo.com/Rimawan Prasetiyo)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.