Header Ads

Kenapa Perlu 'Benda Sakti' Ini? Karena Bahkan Sertifikat Tanah Berhektar-hektar Seolah Tak Ada Gunanya

IST - Ilustrasi sertifikat tanah.


KABARESOLO.COM
- Era Pandemi Covid-19 bakal jadi catatan sepanjang masa yang mengubah segala lini kehidupan.

Bila dulu banyak yang menyatakan kalau tanah atau rumah bisa menjadi investasi terbaik, bisa dengan mudah digadaikan atau dijual.

Itu benar sebelum Covid-19. Tanah dan rumah jadi investasi yang bisa diandalkan karena mudah untuk pinjam uang maupun dijual, dan nantinya harga bakal naik.

Namun untuk era saat ini tanah dan rumah seolah bahkan tak ada gunanya, meski berhektar-hektar, Selasa 14 Juli 2020.

Lalu kenapa bisa demikian?

Pandemi Covid-19 meruntuhkan ekonomi global, merek-merek ternama bahkan gulung tikar, beberapa harus memecat ribuan karyawan atau menutup ratusan toko.

Covid-19 virus yang dengan cepat bisa menular dan mematikan bagi orang dengan kondisi tubuh kurang baik, imunitas rendah atau riwayat penyakit sebelumya jadi momok menakutkan bagi semua negara.

Hingga saat ini bahkan vaksin belum ditemukan.

Akibatnya banyak bisnis bertumbangan, banyak yang mengalami PHK, banyak yang dirumahkan, banyak yang kehilangan pekerjaan atau kehilangan penghasilan.

Merekapun berhati-hati dalam membelanjakan, barang kebutuhan sekunder seperti baju, tas, dompet atau sepatu ditunda dalam pembelian.

Padahal itu bisnis mengemuka baik tingkat UMKM maupun level industri.

Barang yang bukan kebutuhan utama ditunda dalam pembelanjaannya yang dibeli hanya kebutuhan-kebutuhan utama seperti untuk makan minum sehari-hari.

Banyak kredit di bank yang ditunda pembayarannya karena kondisi ini.

Bank pun makin selektif memberikan utang baru atau bahkan menunda pemberian utang.

Inilah sebabnya bahkan sertifikat tanah atau rumah bahkan berhektar-hektar seolah tak ada gunanya.

Meski dengan jaminan sangat berharga, bank tak bisa dengan mudah berikan utang baru.

Ingin berutang di luar bank dengan jaminan tersebut?

Bisa banget, tapi ya itu siap dengan risiko yang sangat tinggi.

Namanya bukan lembaga resmi, pertama bunga bakalan mencekik yang kedua bisa-bisa sertifikat tanah kita hilang tergadai dengan nilai lebih tinggi ke tempat lain, makin runyam dan rumit.

Bagaimana kalau dijual.

Nah ini, penulis sempat ngobrol dengan satu atau dua orang di lini jual beli tanah dan rumah.

Masa pandemi bikin sulit untuk melakukan penjualan rumah maupun tanah.

Banyak yang rencana untuk membeli apapu dilakukan penundaan.

Meski demikian masih tetap ada yang laku itu pun dengan harga di bawah pasaran, karena banyak yang butuh uang.

Ini kesempatan bagi yang punya uang banyak untuk membeli tanah atau rumah dengan harga murah karena rata-rata banyak yang butuh uang.

Makanya bisa dikatakan sertifikat tanah bahkan berhektar-hektar untuk saat ini seolah tak ada gunanya.

'Benda sakti' di bawah ini si penyelamat.

BENDA SAKTI

Dalam bisnis atau kewirausahaan, modal untuk perputaran usaha sudah jamak diketahui.

Usaha apapun terutama usaha yang sudah besar tak dipungkiri butuh uang lebih untuk perputaran.

Entah belanja bahan, uang gaji karyawan, untuk menyelesaikan pesanan yang biasanya tak dibayar lunas oleh pemesan dan sebagainya.

Wirausahawan butuh dana tambahan secara cepat karena uang yang dibutuhkan kadang hanya sebentar nanti setelah uang dibayar penuh oleh pemesan uang modal tersebut sudah bisa dikembalikan.

Apalagi dengan masa pandemi ini, selain meminimalisir uang keluar, uang operasional bahkan tak sedikit usaha yang harus memangkas jumlah pegawai.

Tak sedikit yang dirumahkan dan mungkin uang sudah tergerus untuk upaya tersebut.

Makanya investasi dalam bentuk 'benda sakti' ini sangatlah diperlukan.

Benda sakti apa itu? Benda tersebut adalah emas batangan.

Simak tulisan selengkapnya di tautan di bawah ini.


Emas batangan merupakan benda sakti yang jadi investasi paling menguntungkan.

Tak perlu ribet, cukup beli saat harga murah atau beli secepatnya saat ini dan nanti dijual saat harga naik.

Emas batangan sangat mudah untuk digadaikan atau dijual, cepet banget jadi sangat tepat untuk para pengusaha atau wirausahawan.

Nah bagaimana supaya dapat harga murah?


Tulisan tersebut menjelaskan secara rinci.

Semoga bermanfaat.

Saat pandemi seperti ini bila memiliki uang berlebih sangat bijak bila uang tersebut bukan ditabung tapi dibelikan emas batangan.

Tetap semangat, patuhi protokol kesehatan, sukses selalu dan semoga tulisan ini bermanfaat. (KabareSolo.com/Rimawan Prasetiyo)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.