Header Ads

Cara Cepat dan Sederhana Mengetahui Seseorang Bukan Teman Sejati

ISTIMEWA - Ilustrasi


Teman sejati adalah teman yang selalu ada di saat suka dan duka bukan hanya menyasar untuk keuntungan pribadinya. Cara mengetahui seseorang teman sejati atau bukan tentu butuh waktu lama bertahun-tahun. Namun kisah ini menunjukkan cara cepat dan sederhana bagaimana mengetahuinya.

KABARESOLO.COM - Sebuah kisah pendek dan nyata yang ditulis oleh Walton C Lee dalam bukunya Wisdoms Way menjadi cermin serta pembelajaran bagi kita.

Kisah ini terjadi pada masa Musim Semi dan Musim Gugur 770 SM sampai 476 SM.

Seorang pejabat yang kaya raya dan terkenal Gin Win Tzy menjadi contoh nyata bagaimana ia segera tahu seseorang itu teman sejati atau bukan.

Sebagai orang yang kaya dan terkenal ia tentu memiliki banyak teman, tapi bagaimana bila ia tiba-tiba ia kehilangan kekayaan dan ketenarannya akibat sebuah perebutan kekuasaan.

Teman-teman yang dulu baik tentu tiba-tiba justru bisa jadi musuh yang menikamnya dari belakang.

Nah suatu ketika ia hampir saja masuk perangkap buaya dan berhasil lolos akibat kecermatannya.

Ada suatu masa ketika pejabat Gin kalah dari perebutan kekuasaan ia pun meninggalkan wilayahnya dan mencari suaka di wilayah lain.

Saat ia bersama rombongan melewati sebuah kota seorang pelayan menyarankannya agar beristirahat sejenak.

"Yang Mulia walikota daerah ini pernah menjadi hamba tuan, bagaimana kalau tuan beristirahat sejenak di sini sebelum melanjutkan perjalanan?"

Demikian perkataan pelayan pada tuannya.

Sang tuan tiba-tiba berteriak kalau orang yang dimaksud pelayannya adalah orang yang tak baik.

"Hah! Ia adalah seorang bajingan tengik, ia akan menjualku untuk memajukan karier politiknya. Kalau istirahat di sini sama halnya cari mati!" Ujar pejabat Gin pada pelayannya.

Bagaimana sang pejabat tahu kalau orang yang dimaksud sang pelayan bukanlah orang baik?

Itu berdasarkan peristiwa di masa kejayaannya dulu.

Dulu saat masih berkuasa Pejabat Gin sering menunjukkan pada teman-temannya soal hobinya.

"Aku sangat menyukai musik dan perhiasan. Nah orang ini tiba-tiba memberikanku seruling mahal. Aku menyukai perhiasan ia memberiku permata Jade yang mahal. Ia selalu merayuku, mendekatiku dengan segala cara demi kesuksesannya, maka aku menghindarinya," jelas pejabat Gin.

Ia pun segera memerintahkan untuk secepatnya pegi meninggalkan wilayah tersebut.

Dan benar seperti perkataan tuannya, rombongan kereta telah diawasi oleh bawahan walikota daerah itu, terjadi pengejaran dan tentara si walikota berhasil menangkap dua rombongan kereta di belakang.

Lalu sudah bisa ditebak kereta-kereta tersebut langsung diserahkan pada musuh pejabat Gin demi imbalan.

Meski menanggung kerugian tapi pejabat Gin masih bisa menyelamatkan diri bersama keluarganya.

Kisaj pejabat ini mengingatkan kita agar jangan sampai tertipu oleh wajah ramah, sikap sopan atau berbagai hadiah yang dikirimkan.

Jauh ke belakang coba cermati apa alasan di balik semua kebaikan yang diberikan.

Tak butuh waktu lama harus membuktikan bertahun-tahun hanya dari sikap dan perilaku kita cepat tahu orang itu teman sejati atau seorang penjilat yang melakukan segala hal demi kepentingan pribadi. (*/KabareSolo.com)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.