Header Ads

Gara-gara Hal Sepele! Ini Alasan Ratna Sarumpaet Kenapa Mengaku Dikeroyok Padahal Oplas

ISTIMEWA/LINE/FOTO POLDA METRO JAYA - Beberapa bukti dari polisi yang menunjukkan kalau Ratna Sarumpaet melakukan operasi plastik di RS Khusus Bedah Bina Estetika.

KABARESOLO.COM -  Kebenaran atas polemik dugaan pengeroyokan yang dialami Ratna Sarumpaet terkuak setelah sebelumnya menjadi perdebatan.

Bahkan calon presiden Prabowo Subianto bersama Amien Rais sempat melakukan jumpa pers mengutuk perbuatan pelaku pengeroyokan Ratna Sarumpaet.

Ternyata itu semua kebohongan dan Ratna Sarumpaet akhirnya blak-blakan ceritakan semuanya melalui jumpa pers kemarin Rabu 3 September 2018.

Beberapa stasiun televisi menayangkan pengakuan mengejutkan Ratna.

Lalu kenapa Ratna sampai berbohong?

Apa latar belakang ia berbohong?

Berdasarkan pengakuan Ratna ternyata gara-gara hal sepele.

Ia awalnya hanya ingin menutupi upaya operasi plastik yakni sedot lemak pipi kanan dan kiri yang di lakukan di RS Khusus Bedah Bina Estetika di hadapan anak-anaknya.

Seusai sedot lemak pada pipi kanan dan kirinya wajah Ratna membengkak seperti orang dipukuli.

Ia kemudian ditanya oleh anaknya kenapa bisa bengkak.

Ratna yang tak ingin ketahuan operasi plastik, ia pun menjawab dengan jawaban pendek kalau ia habis dipukuli.

"Saya pulang seperti membutuhkan alasan kepada anak saya di rumah. Kenapa muka saya lebam-lebam? Dan memang saya ditanya dan jawab saya dipukul orang. Jawaban pendek itu dalam satu minggu ke depannya akan terus dikorek terus, namanya juga anak, lihat muka ibunya lebam-lebam, kenapa?"

Ujar Ratna dalam jumpa pers di depan awak media.

Jawaban ini justru jadi bumerang karena makin ditanya lebih detail oleh anak-anaknya.

Ratna bahkan mengembangkan ide pengeroyokan dengan beberapa cerita.

Jawaban dipukuli hanya untuk kalangan dalam keluarga dan tak ada niat untuk ke arah politik hingga akhirnya menyebar.

Dan Ratna seolah terjebak dalam lingkaran kebohongan, ia mau tak mau harus berbohong untuk menutupi kebohongan lainnya.

Hingga Prabowo Subianto sampai lakukan jumpa pers membela Ratna atas cerita pengeroyokan tersebut.

Ratna akhirnya meminta maaf.

untuk mengetahui lebih detail apa saja pengakuan Ratna Sarumpaet, berikut transkrip wawancara Ratna di hadapan media yang dikutip dari Detik.com/

Bismillahirrahmanirrahim, 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua

Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran kawan-kawan wartawan. Pada saat saya merasa telah melakukan kesalahan, kalian tidak menjauh. Saya mohon apa pun yang saya sampaikan hari ini. Sesuatu yang berguna yang membuat kegaduhan dalam dua hari terakhir ini mereda dan membuat kita semua saling memaafkan.

Tanggal 21 saya mendatangi rumah sakit khusus bedah, menemui dokter Sidik, ahli bedah plastik. Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi kiri-kanan saya. Dokter Sidik adalah dokter ahli bedah plastik yang saya percaya, yang saya sudah 3, 4 kali ke sana.

Tetapi setelah operasi dijalankan pada tanggal 21, tanggal 22 nya pagi saya bangun, saya melihat muka lebam-lebam secara berlebihan atau tidak seperti yang saya alami biasanya.

Ke dokter Sidik, saya tanya ini kenapa begini, dia bilang itu biasa. Intinya begitu. Jadi apa yang saya katakan ini akan menyanggah bahwa ada penganiayaan. 

Bahwa betul saya ada di dokter Sidik pada hari itu dan pulang dari sana sesudah saya dijadwalkan pulang, lebam-lebam di muka saya masih ada. Seperti ada... apa ya? kebodohan, yang saya nggak pernah bayangkan, bisa lakukan dalam hidup saya. 

Saya pulang seperti membutuhkan alasan kepada anak saya di rumah. Kenapa muka saya lebam-lebam? Dan memang saya ditanya dan jawab saya dipukul orang. Jawaban pendek itu dalam satu minggu ke depannya akan terus dikorek terus, namanya juga anak, lihat muka ibunya lebam-lebam, kenapa? 

Dan saya nggak tahu kenapa, dan saya nggak pernah membayangkan bahwa saya akan terjebak dalam kebodohan seperti ini. Saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita.

Jadi selama seminggu lebih sebenarnya cerita itu hanya berputar-putar di keluarga saya dan hanya untuk kepentingan berhadapan dengan anak-anak saya. Tidak ada hubungannya dengan politik. Tidak ada hubungan yang luas. 

Tapi setelah sakit di kepala saya mereda, dan saya berhubungan dengan pihak luar. Saya nggak tahu bagaimana saya memaafkan ini kelak, tetapi saya kembali saya melakukan kesalahan itu. Saya kembali ke cerita itu bahwa saya dipukuli. 

Mohon jangan dikira saya mau mencari pembenaran, nggak. Ini salah. Apa yang saya lakukan adalah sesuatu yang salah. Sampai ketemu Fadli Zon datang ke sini, cerita itu yang sampai ke dia. (Iqbal saya panggil ke sini) cerita itu juga yang berkembang di percakapan. 

Yang terjadi adalah hari Selasa tahu-tahu foto saya sudah beredar di seluruh media sosial. Saya nggak sanggup baca itu.

Saya ada beberapa peristiwa yang membawa ke Pak Djoko Santoso, lalu membawa saya ke Pak Prabowo bahkan di depan Pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang saya cita-citakan memimpin bangsa ini ke depan, mengorek apa yang terjadi pada saya, saya juga masih melakukan kebohongan itu.

Sampai kita keluar dari Lapangan Polo kemarin saya tetap diam, saya biarkan semua bergulir dengan cerita itu. Di Lapangan Polo saya sebenarnya merasa betul ini salah. Waktu saya berpisah dengan Pak Prabowo dan Pak Amien Rais, saya sebenarnya tahu di hati saya ini salah. Tapi saya nggak coba ngoreksi.

Itu yang yang terjadi, itu lah yang terjadi, jadi tidak ada penganiayaan. Itu hanya cerita khayalan yang diberikan oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu.

Saya tidak sanggup melihat bagaimana Pak Prabowo membela saya dalam jumpa pers, saya nggak sanggup melihat sahabat-sahabat saya membela saya dalam pertemuan yang digelar di Cikini. 

Saya salat malam tadi malam berulang kali dan tadi pagi saya mengatakan pada diri saya setop. Saya panggil anak-anak saya, saya minta maaf kepada anak-anak saya dan minta maaf kepada orang-orang yang membantu saya di rumah ini yang sekian harinya saya selalu bohong.

Bohong itu sebuah perbuatan salah dan saya tidak punya jawaban mengatasi kebohongan kecuali mengakui dan memperbaikinya. Mudah-mudahan dengan itu semua pihak yang terdampak oleh perbuatan saya ini, mau menerima bahwa saya hanya manusia biasa, perempuan yang dikagumi banyak orang itu juga bisa tergelincir.

Untuk itu, melalui forum ini juga saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo, terutama Pak Prabowo Subianto yang kemarin dengan tulus membela saya, membela kebohongan yang saya buat. Saya nggak tahu apa rencana Tuhan dari semua ini. 

Tapi saya berjanji akan memperbaiki yang memberikan perjuangan kami yang sekarang sedang terhenyak. Saya memohon maaf kepada Bapak Amien Rais yang juga dengan sabar mendengar kebohongan saya kemarin dan ikut jumpa pers, saya meminta maaf kepada teman-teman seperjuangan di koalisi, saya melukai hati kalian, saya ini membuat kalian marah. 

Demi Allah saya tidak berniat seperti itu dan saya berharap Tuhan memberi saya kekuatan dan kepada kita semua agar kejadian ini tidak mempengaruhi perjuangan kita.

Saya juga minta maaf kepada ibu-ibu, emak-emak yang selalu menyebut nama saya di dalam perjuangannya. Aku tahu kalian kecewa, tapi begitulah hidup kita lihat, bukan bagaimana anda melihat aku tapi bagaimanan kita melihat rakyat. 

Saya ingin tetap emak-emak berjuang di garis itu. Ratna coud be someone, could be nobody.

Tapi kalian adalah emak-emak Indonesia yang akan terus berjuang. Aku juga meminta maaf kepada semua pihak, semua, yang terkena dampak dari apa yang saya lakukan.

Saya juga meminta maaf kepada semua pihak yang selama ini mungkin dengan suara keras saya kritik dan kali ini berbalik ke saya, kali ini saya pencipta hoaks terbaik ternyata, menghebohkan semua negeri.

Mari kita semua mengambil pelajaran dari kejadian ini bangsa kita ini dalam keadaan tidak baik. seperti apa yang saya lakukan ini seperti apa yang kita hebohkan selama ini, segala sesuatu yang kita hebohkan ini segala sesuatu yang tidakkpenting mari kita hentikan

Saya minta kepada kawan-kawan wartawan saya minta maaf saya tidak memberikan kesempatan tanya jawab, karena sensitifnya persoalan ini dan saya takut terjadi salah pengertian. Saya sudah memberikan pernyataan, tolong itu diterima dengan baik.

Dan dengan adanya klarifikasi ini saya harap saya minta tidak ada lagi polemik setelah hari ini.

Terima kasih 

Wassalamualaikum

POLISI BEBERKAN BUKTI

Sebelum Ratna Sarumpaet memberikan pengakuan atas kebohongannya, pihak kepolisian telah melakukan pengusutan atas dugaan tersebut.

Mereka mengumpulkan berbagai bukti baik cuitan di media sosial terkait kabar pengeroyokan, lalu mengusut kebenaran kisah tersebut di TKP menanyai berbagai saksi mata terkait dan hasilnya nihil.

Tak ada kabar pengeroyokan tak ada laporan korban atas pengeroyokan.

Polisi bahkan menemukan bukti keberadaan Ratna bukan di Bandung tapi saat itu di Jakarta.

Polisi telah memiliki bukti kuitansi, rekaman CCTV kalau Ratna Sarumpaet di Jakarta dan sedang melakukan operasi plastik.

Polda Metro Jaya melaporkan secara rinci dalam Laporan Hasil Penyelidikan Viralnya Berita Pengeroyokan Ratna Sarumpaet.

Anda bisa Download di sini.


Dengan pengakuan Ratna Sarumpaet sudah jelas kalau berita pengeroyokan adalah bohong, dan sudah ada langkah hukum terkait hal ini. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.