Header Ads

Ketika Anak Kecil Berteriak Nyaring 'Gatotkaca Otot Kawat Balung Wesi'

FOTO HUMAS PEMKOT SURAKARTA - Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo saat membuka Lomba Dalang Cilik 2018 di Pendhapi Gedhe Balaikota Solo.

Deredek dek dek dek dek dekkkkk.....Otot kawat balung wesi arane Gatutkoco .... satriyo gagah pidekso putro Bimo lan Arimbi, sungsum gegala, kulit tembaga, driji gunting, sikut palu lan dengkul paron. Angagem Kotang Antakusuma, mletik tanpo sutang mabur tanpo swiwi......derek dek dek dek dek dek

KABARESOLO.COM - Itulah gambaran kira-kira cuwilan fragmen Gatotkaca sebuah tokoh pewayangan yang populer.

Kali ini Pemkot Surakarta sedang menggelar event lomba dalang wayang kulit, kesenian tradisional yang 
dikhawatirkan punah lantaran tergerus modernisasi.

Bukan orang-orang dewasa yang akan beraksi melainkan anak-anak yang diharapkan bisa meneruskan kesenian yang sarat akan makna.

Hingga hari ini, Minggu (26/8/2018) masih bisa disaksikan para dalang cilik yang menunjukkan kebolehannya.

Tubuh-tubuh kecil bertalenta dengan suara yang nyaring sedang menunjukkan bakat yang luar biasa.

Mereka tak lagi berkutat dengan masalah kurangnya rasa percaya diri seperti teman-teman seusianya atau bahkan ada yang masih ngumpet di ketiak sang bunda.

Namun anak-anak ini menunjukkan kemampuan merangkai cerita, menunjukkan percakapan sesuai karakter bahkan suara khas tokohnya yang berbeda satu dengan lainnya.

Ya, sejak Sabtu (25/8/2018) kemarin Walikota Solo Fx Hadi Rudyatmo membuka secara resmi Lomba Dalang Cilik Tingkat Kota Surakarta.

Event Lomba Dalang Cilik tahun 2018 ini menyasar pada semua siswa di Kota Surakarta terutama Siswa Sanggar Pedalangan Anak di Wliayah Kota Surakarta.

Syarat usia maksimal 15 Tahun sampai bulan Agustus 2018.

'Sang Gatotkaca' jadi tema dalam lomba wayang kali ini.

Kriteria penilaian yang digunakan yakni sanggit, antewecana, suluk, sabet dan penampilannya.

“Wayang itu bukan hanya tontonan, namun juga tuntunan yang harus dipahami oleh generasi sekarang. Kegiatan ini salah satu cara membentuk karakter usia dini. Harapan saya setahun dua kali dapat digelar festival dalang cilik sehingga ada regenerasi seniman dalang,” kata Walikota Solo seperti rilis dari Humas Pemkot Surakarta.

Menurutnya melalui pagelaran wayang kulit anak di usia dini dapat mencintai seni dan budaya bangsanya sendiri untuk pembangunan karakter pada diri sang anak.

Lomba ini dilaksanakan dalam dua hari Sabtu - Minggu (25-26/8/2018) di Pendhapi Gedhe Balaikota Surakarta dengan memperebutkan Juara 1,2,3, Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3.

KOTA SOLO KOTA BUDAYA

Sementara itu masih berdasarkan rilis Humas Pemkot Surakarta, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, Kinkin Sultanul menekankan pentingnya perlombaan ini.

Menurutnya tujuan diadakannya Lomba Dalang Cilik 2018 untuk melestarikan kesenian wayang kulit serta mewujudkan Kota Solo sebagai Kota Budaya. 

Kinkin menambahkan acara ini juga merupakan ruang ekspresi bagi para dalang cilik.

"Ini upaya penguatan dan proses regenersi seni tradisi dalam rangka mewujudkan Kota Surakarta sebagai Kota Budaya," jelasnya.

Terbukti bukan Kota Solo kota yang ramah dengan seni budaya bahkan seni tradisi yang terancam eksistensinya ini pun diupayakan untuk bangkit.

Simak terus KabareSolo.com dengan berita-berita seputar Kota Solo.

Gamelan sudah berbunyi, acara sudah mulai yuk nonton lagi lomba wayang kulitnya.  (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.