Header Ads

Dinamai Sate Kere Gara-gara Hal Sepele Ini! Sensasi 'Nendang' Racikan Pak Madyo

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN - Paino meneruskan usaha mertuanya Sate Kere Pak Madyo. 


"Yu dodol opo?"
"Punika pak, sate. "
"Sate opo?"
"Sate Gembus."
"Sate kok Gembus,  sate ki yo seko daging,  mosok Gembus, wah kere iki."

KABARESOLO.COM - Percakapan di atas menjadi cikal bakal kenapa kuliner khas Solo ini disebut sate kere, Rabu (15/8/2018).

Bila diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi seperti berikut.

"Mbak jualan apa?"

"Ini pak sate." Jawab si penjual dengan Bahasa Jawa halus.

"Sate apa?"

"Sate Gembus."

"Sate kok Gembus,  sate itu ya dari daging,  wah kere (miskin,  orang tak mampu secara ekonomi)  ini."

Demikian sebuah percakapan yang ditengarai sebagai cikal bakal nama kuliner khas Solo,  Sate Kere.

Gembus sendiri adalah tempe khas Jogja dan Jawa Tengah.

Tempe Gembus berasal dari ampas tahu atau kedelai yang sudah dilumat dan diperas dan perasannya untuk membuat tahu.

Tempe Gembus populer sebagai makanan rakyat jelata karena harganya sangat-sangat murah.

Gembus disebut-sebut tak ada gizinya lantaran kandungan gizi telah berpindah di tahu setelah  sari kedelai diperas.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN - Sate Kere Pak Madyo lokasi di SD Marsudirini Solo.  Fotonya saja menggugah selera bukan?  Ayo buruan cicipi kulinernya. 


Percakapan tentang penjual dan pembeli di atas disampaikan oleh Paino (39).

Warga Jageran,  RT 1 RW 6, Ketelan,  Banjarsari,  Surakarta ini melanjutkan usaha ayah mertuanya yakni Madyo (64).

Nama Madyo sudah dikenal luas sebagai penjual Sate Kere kuliner khas Solo.

Madyo sudah jualan Sate Kere di depan Marsudirini dalam kurun waktu 20 tahunan.

"Itu tadi cerita dari ayah mertua saya katanya jadi cerita turun menurun dari simbah (eyang)  dan hingga kini jadi cikal bakal kenapa dinamakan  Sate Kere," ujar Paino.

KABARESOLO. COM/ROBERTUS RIMAWAN - Paino saat membuat sate kere. 


Menurutnya peristiwa tersebut terjadi di Mangkunegaran atau area Kraton Surakarta dan hingga kini Sate Kere dari cerita yang ia dengar nama sate tersebut disebut-sebut sebagai pemberian orang Kraton Surakarta karena percakapan terjadi di area Kraton.

Kisah ini menjadi melegenda dan Sate Kere makin populer saat pernikahan anak pertama Presiden Joko Widodo.

Saat pernikahan  Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda ada menu Sate Kere yang jadi sorotan media.

RASA NENDANG

Sate Kere Madyo lapak jualannya ada di pagar SD Marsudirini Solo atau depan SD Pangudi Luhur Solo selalu buka tiap hari sekitar pukul 09.00 WIB sampai siang.

Lapak jualan Paino atau Sate Kere Madyo bersebelahan dengan bakso legendaris Pak Ndo. 


Terkait jam buka dan tutup secara rutin Paino mengaku tak bisa memastikan lantaran ia setelah dari Marsudirini akan pindah lokasi di pinggir jalan sebelah barat SMA Muhammadiyah I Surakarta yakni tepatnya di Jalan R M Said No 49, Espos. 

Sate Kere yang ia jual merupakan buatan ayah mertuanya,  Madyo.

Sate Kere berbahan tempe kedelai ,  tempe gembus,  lalu ada tetelan (lemak daging sapi),  kikil dan iso.

Bahan tersebut direbus hingga empuk lalu diberi bumbu supaya gurihnya meresap.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN - Sate Kere kuliner khas Solo yang wajib Anda coba. 


Keunikan Sate Kere setelah dibakar,  penyajiannya dengan saus kacang.

Namun jangan salah ya saus kacang tak sama dengan saus kacang Sate Ayam khas Madura.

Saus kacang Sate Kere sama persis dengan saus kacang untuk kuliner Pecel.

Paino tak lupa menambahkan irisan bawang merah dan cabai mentah saat penyajian.

Wuah pedasnya nendang!

Dipadu dengan lontong yang empuk,  pedasnya bumbu saus kacang bikin wajah penuh keringat.

Satu porsi Sate Kere terdiri dari berbagai macam dari koyoran/tetelan,  iso,  kikil,  tempe atau Gembus.

Satu porsi harganya Rp 17 ribu dengan tujuh tusuk sate dan lontong.

Kalau tanpa lontong bisa mendapat 10 tusuk sate.

Bagi yang sudah terbiasa makan pecel yakni kuliner dengan sayur dan bumbu kacang akan merasakan sensasi baru karena yang bercampur bumbu kacang adalah sate.

Terutama yang baru pertama kali makan Sate Kere akan mendapati rasa yang unik.

Biasanya lidah terbiasa makan sate dengan bumbu kacang khas dari Madura ini sate dengan berbagai jenis bumbunya bumbu pecel.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN - Paino menunjukkan aplikasi baru rintisan yang sudah menawarinya untuk bergabung.  Ke depan akan banyak aplikasi yang membuatmu mudah pesan Sate Kere Pak Madyo. 


MARKETING ZAMAN NOW

Paino diberi amanah untuk melanjutkan usaha mertuanya dan ia pun memiliki cara sendiri dalam memasarkan produk kuliner khas Solo ini.

Sate Kere Madyo sendiri sudah cukup populer sebenarnya tak perlu yang lain sudah bisa jalan tapi Paino suka hal baru.

Sejak bulan April lalu ia mencoba gunakan cara marketing zaman now

Ia sudah mendaftarkan Sate Kere di aplikasi ojek online yakni Gofood - Goresto (Gojek) dan Grab Food (Grab).

Dan hasilnya luar biasa,  saat KabareSolo.com mencicipi Sate Kere sudah ada driver ojek online yang mengambil pesanan Sate Kere Madyo.

Paino mengaku mencoba-coba ia pun beberapa kali terlihat utak atik smartphone miliknya.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN - Sate Kere Pak Madyo. 


Dengan fasih Paino juga bisa menjelaskan apa beda Goresto dan Gofood meski sama-sama dari aplikasi Gojek.

Ia juga menunjukkan ada aplikasi baru yang sedang merintis dan ia pun diminta untuk bergabung atau memasarkan Sate Kere melalui aplikasi tersebut.

Zaman boleh berubah,  tapi kemauan belajar jangan sampai surut agar tak jauh tertinggal kereta. 

Ada sebuah ungkapan menarik yang abadi di dunia ini adalah perubahan,  dan Paino mampu beradaptasi.

Ia memanfaatkan berbagai peluang sehingga tiap hari mampu mendapat omzet antara Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.

Tetap semangat pak,  upayamu menginspirasi. 

Bagi yang malas keluar buka aplikasi ojek online aja Sate Kere nanti di antar sampai rumah,  tentu yang di Solo dan sekitarnya ya.   (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)

No comments

Powered by Blogger.