Header Ads

Coba Tebak Apple, Samsung Apa Xiaomi, Smartwatch yang Paling Banyak Dicari di Indonesia?


ISTIMEWA - Ilustrasi smartwatch. 

KABARESOLO.COM -  Era jam tangan pintar seperti wabah mematikan,  tiap tahun bertumbuh,  kadang tentang fungsinya tapi kadang soal gengsi.

Meski demikian smartwatch juga sukses mulai  membunuh laju penjualan alat digital yang lebuh dulu muncul yakni fitness tracker, Rabu (29/8/2018).

Bagi penggemar olahraga alat ini bukan hal yang asing.

Fitness tracker memiliki fungsi untuk mencatat aktivitas fisik pemakainya.

Beberapa data yang bisa direkam antara lain denyut jantung, jumlah kalori yang terbakar,  kecepatan bergerak,  durasi hingga jarak yang ditempuh saat berjalan atau berlari.

Pun demikian alat ini juga mengukur ketinggian saat mendaki bahkan sampai pola tidur.

Fitness tracker ini mendeteksi semua gerakan lalu informasi ini dipadukan dan diolah.

Data yang dikumpulkan kemudian dibandingkan dengan data pribadi antara lain,  berat,  tinggi,  usia dan jenis kelamin kemudian menghasilkan data-data akurat yang dibutuhkan untuk kesehatan.

Seperti dikutip KabareSolo.com dari PRNewswire,  perusahaan riset CCS Insight menyebutkan pada tahun 2017 penjualan fitness tracker turun sebesar 23%.

Fakta ini berbanding terbalik dengan angka penjualan smartwatch yang meroket di tahun yang sama.

Alasannya,  beberapa fungsi pada fitness tracker ada di smartwatch  bahkan dengan menggunakan smartwatch lebih praktis.

Beberapa fungsi smartphone dan fitness tracker ada di smartwatch.

Misalnya menerima telepon,  menerima nitifikasi sosial media,  email,  bisa juga mengukur denyut nadi,  detak jantung,  GPS hingga jarak tempuh saat bersepeda atau jakan kaki.

Nah sebuah shopping search engine atau mesin pencari belanja Priceza Indonesia merilis beberapa fakta mengejutkan.

Priceza Indonesia yang juga merupakan platform pembanding harga merilis temuan tren di mesin pencarinya terkait smartwatch di tahun 2017 dengam  enam bulan pertama tahun 2018.

Priceza merilis,  di tahun 2017 belum ada merek tertentu yang menonjol.

Kategori merek 'lain-lain'  atau 'others' mendominasi mesin pencaria  dengan kontribusi 78 persen.

Sedangkan produk Apple berada di angka 9,6%, kemudia Samsung di 4,2%, dan diikuti Sony di angka 1,8%.

MEREK APA JUARANYA? 

Data tahun 2017 berubah drastis di tahun 2018.

Beberapa merek bahkan menunjukkan taringnya.

Coba tebak merek mana yang terpopuler di mesin pencari di Priceza?

Kalau Anda menjawab Apple,  Anda salah besar.

Apple malah berada di urutan ketiga yakni 10,9 persen. 

Urutan pertama Xiaomi menjadi yang terpopuler dengan jumlah pencarian 30,6 persen lalu disusul Samsung dengan 13,3 persen baru Apple di angka tadi.

Hal ini menunjukkan kalau konsumen Indonesia sudah mulai memiliki ide tentang merek tertentu dalam pencarian jam tangan pintar.

Pada tahun 2017 hanya ada satu dari lima orang yang mengetahui tentang merek apa yang mereka cari.

Kemudian pada pertengahan tahun 2018, tiga dari lima pencari telah mengetahui preferensi merek mereka.

Data tersebut menunjukkan kalau Xiaomi juaranya,  merek ini mampu merangsek dari posisi enam di tahun 2017 dan kini mengungguli merek lainnya di pertengahan tahun 2018.

PRICEZA -  Tren smartwatch 2017 - 2018.


MODEL YANG BANYAK DICARI

Lalu model apa yang banyak dicari konsumen?

Produk Mi Band 2 Xiaomi secara konsisten berada di daftar puncak pencarian di tahun 2017 yakni sebesar 17,4 persen dan menancapkan dominasinya tahun 2018 dengan 34,2 persen.

Sementara itu untuk merek lain di awal tahun 2018 Samsung Galaxy Gear berada di angka 13,2 persen dan Apple Watch Series 2  yakni sebesar 7,7 persen.

Sedangkan untuk produk keluaran Garmin dicari konsumen sekitar satu hingga empat persen.

Produk smartwatch keluaran Xiaomi dikenal dengan kualifikasi dan spesifikasi tinggi dengan harga yang lebih miring bila dibandingkan dengan merek lain.

Hal ini menunjukkan kalau konsumen Indonesia cenderung memilih smarywatch dengan harga terjangkau.

Mungkinkah ke depan tren smartwatch menjadi raja bahkan menggeser smartphone?  Mungkin saja.  (*/KabareSolo.com) 

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.