Header Ads

Mider Praja Aktivitas Raja-raja di Jawa yang Jadi Cikal Bakal Blusukan Presiden Jokowi

FOTO BIRO PERS SETPRES - Presiden Jokowi saat liburan di Pantai Kuta Bali beberapa waktu lalu.

KABARESOLO.COM - Pasti sudah mengetahui satu kebiasaan positif yang Presiden Joko Widodo yang populer, yakni blusukan.

Blusukan menjadi satu hal pesona Presiden Jokowi dalam memimpin negeri, ia turun langsung masuk ke pelosok-pelosok untuk mengetahui persoalan nyata yang dihadapi bukan hanya berdasarkan laporan bawahan, Selasa (3/7/2018).

Berdasarkan hasil blusukan tersebut ia kemudian bersama tim merumuskan kebijakan untuk mengatasinya.

Bahkan masih ingat dengan kiprah Presiden Jokowi saat masih jadi Gubernur DKI Jakarta, ia bahkan sampai masuk ke saluran air atau selokan untuk mengetahui langsung bagaimana kondisi di dalamnya.

Tak hanya respon berupa pujian, saat itu bahkan tak sedikit yang menilai apa yang dilakukan Presiden Jokowi adalah upaya pencitraan, padahal hal seperti ini sudah menjadi kebiasaannya.

Saat menjadi Wali Kota Surakarta, blusukan adalah hal rutin yang dilakukan, bukan untuk pencitraan karena Presiden Jokowi memiliki karakter apa adanya, sederhana dan suka berbaur dengan masyarakat kalangan apapun.

Blusukan yang dilakukan menjadi dasar pijakan untuk membantu masyarakat, apa masalah sesungguhnya yang dialami, lihat langsung fakta di lapangan, melihat data sebelumnya lalu melakukan dialog dengan para pihak di lapangan.

Hal ini dinilai efektif karena bisa berikan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan tak ada meminimalisir bias lantaran hanya berdasarkan laporan.

Arti blusukan secara etimologi berasal dari bahasa Jawa, dari kata dasar blusuk 'masuk' dan akhiran –an (afiks verba) yang berarti 'masuk-masuk ke tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu'.

SURAKARTA.GO.ID - Penjelasan tentang Mider Praja yang rutin dilakukan Pemkot Surakarta.


CIKAL BAKAL BLUSUKAN

Blusukan bukan hal yang asing bagi warga Kota Surakarta/Solo, aktivitas ini merupakan kegiatan yang sering dilakukan baik diagendakan maupun tidak.

Warga Kota Solo sudah familiar dan menyambut momen ini untuk sampaikan aspirasi, mumpung bertemu orang yang tepat yang bisa upayakan kebijakan untuk kebaikan bersama.

Berdasarkan catatan situs resmi Pemkot Surakarta, cikal bakal blusukan berasal dari kegiatan Mider Praja.

Mider Praja adalah aktivitas berkeliling yang dilakukan oleh pejabat pemerintah seperti wali kota melibatkan seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) baik tingkat sekda, lurah, camat, dan kepala dinas di lingkungan Pemkot SUrakarta.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemkot Surakarta sebulan sekali tapi bisa dilakukan lebih dari satu kali melihat kebutuhan.

Mider Praja dimulai pukul 06.00 WIB dan rata-rata berhenti di 3 samai 4 titik.

Saat ini secara bersama-sama kegiatan dipimpin Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dengan menggunakan sepeda kayuh (onthel) Mider Praja dilakukan dengan menyusuri kampung per kampung lalu dilakukan dialog dengan masyarakat serta meihat langsung suatu persoalan yang harus dipecahkan.

Misalnya ada potensi longsor di daerah tertentu lalu Mider Praja dilakukan di area tersebut dengan para pihak terkait, dilakukan dialog dan diskusi sehingga sudah ada gambaran penyelesaian masalah tersebut.

Mider Praja pertama kali dilakukan saat Presiden Jokowi masih menjadi Wali Kota Surakarta periode pertama yakni 2001-2009, saat itu FX Hadi Rudyatmo masih menjadi wakilnya.

Berdasarkan makna kata, Mider Praja merupakan kata dari Bahasa Jawa yakni Mider berarti mengembara ayau berkeliling pergi kemana-mana dan Praja artinya negara.

Secara harfiah Mider Prajabisa diartikan sebagai berkeliling negeri, dulu merupakan cara bagi raja-raja Jawa atau Pangreh Praja (pejabat pemerintah) untuk melihat kondisi wilayah serta memetakan persoalan yang dihadapi rakyat.

Jadi makin jelas bukan kalau blusukan ini bukanlah pencitraan Presiden Jokowi tapi sudah hal biasa yang dilakukan sebagai satu hal aktivitas yang menunjang kinerjanya. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.