Header Ads

Angkringan Omah Londo Solo, Sensasi Makan di Rumah Dinas Bos Pabrik Es Batu Zaman Belanda

 
Omah Londo sajian kuliner masakan tradisional Jawa dalam nuansa arsitektur bangunan zaman Belanda.

KABARESOLO.COM - Seperti masakan tanpa garam, rasanya hambar kalau tiap hari makan tanpa merasakan sesuatu yang beda, baik menu makanannya maupun lokasi untuk makan.

Tentu hidup tak sekedar menjalani siklus bangun, kerja, tidur dan demikian terus menerus, tapi juga merasakan nikmatnya kuliner yang unik, nyaman, sensasi yang berbeda serta tempat asyik untuk selfie.

Kali ini Redaksi KabareSolo.com merekomendasikan sebuah tempat yang layak untuk merasakan sesuatu yang berbeda, baik bersama keluarga, rekan kerja atau mungkin gebetan, Jumat (19/1/2018).

Perlu dong ambil hati gebetan dengan mengajaknya ke tempat-tempat yang menawan agar lamaran cinta Anda ACC.

Sebuah tempat kuliner yang menyajikan menu tradisional khas Jawa dan biasa dijajakan di pinggir-pinggir jalan dengan gerobak tiap malam atau sering disebut sebagai angkringan untuk wilayah Jogja.

Sedangkan di Solo akrab disebut wedangan.

Angkringan identik dengan orang Jawa yang makan sambil nangkring di kursi panjang di gerobak pinggir jalan.

Nangkring itu duduk sambil kaki satu ditaruh di atas kursi panjang, di zaman dulu hal ini biasa dilakukan tapi bila dilakukan di rumah sesuai falsafah Jawa tentu merupakan tindakan yang tak sopan.

Angkringan menjadi tempat santai untuk makan bahkan saking santainya pelanggan seolah diperbolehkan duduk nangkring.

Itu dulu lho ya, kalau sekarang mungkin tindakan yang tak sopan nanti bisa ricuh dengan pelanggan lain hehe.

Makan sambil kaki nangkring hanya bisa dilakukan di angkringan zaman dulu dan hingga sekarang angkringan identik dengan tempat makan yang menyajikan menu-menu tradisional masakan Jawa.


Rasakan sensasi makan di rumah petinggi zaman Belanda dengan masakan tradisional Jawa.

Angkringan dengan kemasan unik dan berkelas tapi masih dengan harga terjangkau, itulah yang ingin dibawa oleh Angkringan Omah Londo.


Apa sih yang membedakan Angkringan Omah Londo dengan tempat lainnya?


KabareSolo.com mewawancarai seorang kru Omah Londo, Krismawan Pandu Pradana (20) atau akrab dipanggil Wawan.

Meski ia bertugas sebagai bartender Angkringan Omah Londo tapi ia menguasai seluk beluk tentang Omah Londo.

Konsep Omah Londo menurut Wawan membawa pelanggan merasakan masakan tradisional Jawa dengan nuansa rumah dinas petinggi atau bos dengan arsitektur bangunan Belanda.

"Rumah ini tidak diubah apapun hanya diperbagus, ada spot-spot foto yang bagus mas seperti mesin pembuatan es batu yang ada di depan, di dalam ada timbangan es batu. Ini dulu rumah dinas untuk petinggi pabrik es batu zaman Belanda," ujarnya.

Keunikan inilah yang dibawa sehingga bila ingin merasakan sensasi makan di dalam rumah bergaya bangunan Belanda, sesuai namanya Omah Londo merupakan lokasi yang tepat.

Sesuai namannya Omah berarti rumah, Londo merupakan sebutan orang Jawa untuk bule dari kata Belanda diambil dua suku kata di belakang Landa.

Lidah Jawa menyebutnya Londo.

Selain arstitektur bangunan yang bernuansa Belanda, pengelola juga menampilkan beberapa gambar-gambar jadul mempercantik ruangan.

Makanan, harga dan jadwal buka Omah Londo

Lalu bagaimana dengan makanan yang disajikan.

Seperti disampaikan sebelumnya, Angkringan Omah Londo menyajikan makanan, cemilan dan masakan khas Jawa dan banyak ditemukan di angkringan-angkringan biasa.

Namun lebih lengkap dan dengan harga yang terjangkau.

Sebagian besar makanan disediakan sendiri seperti aneka gorengan, bothok serta sayur-sayuran lainnya.

Dengan kru 9 orang plus 4 orang bagian dapur Angkringan Omah Londo buka dari pagi sampai malam dengan dua shift pekerja.

Beberapa kuliner yang disediakan seperti nasi bandeng, rica ayam, nasi goreng babat, nasi berbagai sambal dan lain-lain.

Ada juga sayur tumpang, bubur ayam, sayur kacang tholo krecek dan  sayur lainnya.

Selain itu ada berbagai macam sate yang dipasok oleh suplier.

Sedangkan untuk minuman ada berbagai jenis minuman seperti teh manis, teh jahe, wedang jahe, cokelat, wedang uwuh, wedang ronde, beras kencur bahkan ada soda gembira dan lemon squash.

Soal harga Wawan menjelaskan kalau harga-harganya sangat terjangkau seperti nasi dan lauk antara Rp 4 ribu hingga 5 ribu, harga gorengan di kisaran Rp 3 ribu sampai 4 ribu.

Ia menjamin makan di Angkringan Omah Londo selain kantong pas, nyaman juga nuansa unik rumah peninggalan zaman pendudukan Belanda yang sayang untuk dilewatkan.

Jadwal buka Omah Londo yakni Senin - Kamis dari pukul 07.00 WIB - 23.00 WIB sementara weekend Jumat-Minggu buka pukul 07.00 WIB - 24.00 WIB.

Omah Londo juga membedakan sajian menu sesuai waktunya, misal untuk pagi sarapan ada menu sayur-sayuran dan bubur sementara siang dan malam lebih ke makanan beraneka macam seperti gorengan, aneka sate dan lain-lain.

Omah Londo buka sejak Bulan November 2016 dan kini kunjungan harian pagi sampai malam untuk hari biasa sekitar 100 hingga 120 orang sementara saat weekend meningkat di angka 200 sampai 300 orang.

Jadi penasarankan?

Sayang untuk dilewatkan sensasi menikmati kuliner dengan nuansa zaman dulu era pendudukan Belanda. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)

No comments

Powered by Blogger.