Header Ads

Lezatnya Pizza Tungku Makutha Mengingatkan Tiara pada Petualangan Masa kecil

 

KABARESOLO/RIMAWAN PRASETIYO - Citarasa yang berbeda karena cara memanggang pizza menggunakan tungku, wajib coba.



KABARESOLO.COM - Satu momen sederhana memicu kenangan indah masa lalu. Hanya dari aroma yang tercium memori langsung melayang ke 30 tahun silam.

Itulah yang dirasakan Tiara (39) ibu tiga anak setelah membawa pulang dua box Pizza Tungku Makutha yang akan ia nikmati bersama satu keluarga, Rabu 13 Mei 2026.

"Aroma sedap bakaran tercium ketika box pizza saya bawa masuk di dalam mobil, saya langsung ingat dulu waktu SD suka bermain bareng teman-temannya lalu izin pada tetangga yang punya ladang, mencabut singkong dan membakar singkong di kebun," ujarnya.

Menurutnya singkong yang dibakar tanpa mengupas kulit dan dilakukan di kebun saat petualangan bermain masa kecil enaknya berkali-kali lipat dibanding singkong yang direbus biasa.

"Nah ini sama aromanya sedap bener, pizza yang dimasak di dalam tungku benar-benar beraroma beda dibanding dimasak dengan oven modern, itu yang biasa dibeli pizza merek-merek terkenal," kata wanita ini.

KABARESOLO/RIMAWAN PRASETIYO - Pizza yang dipanggang dengan tungku dari api kayu bakar.


Ia menambahkan, tak hanya aroma, saat menikmati pizza yang dimasak pakai tungku dengan kayu itupun benar-benar lezat. Katanya ia sekeluarga bahkan anak-anaknya mengakui kelezatan pizza yang dimasak pakai tungku ini.

"Sudah harganya murah, 35 ribuan, aromanya sedap dan jadiningat serunya masa kecil, rasanya lezat lagi. Anak-anak saya minta kapan-kapan dibelikan lagi," jelasnya.

Pizza Tungku Makutha yang berlokasi di Jl. Adi Sucipto No.31, Blukukan, Blulukan, Kec. Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57174 ini memang berbeda.

Muhammad Mufid salah satu karyawan menyampaikan memang sarana untuk memanaskan pizza dipilih oleh ownernya agar berbeda dengan pizza-pizza pada umumnya.

"Ini tungku buatan sendiri, ada dua cerobong asap. Nyala api menggunakan kayu khusus, saya nggak tahu jenisnya, yang tahu ownernya," kata Mufid.

KABARESOLO/RIMAWAN PRASETIYO - Pizza Tungku Makutha memang dari lapak kaki lima tapi citarasanya premium.


Saat ditanya apa nggak rugi, harga bisa murah yakni satu box ukuran standar Rp 35 ribuan, padahal kalau merek lain sekitar Rp 50 ribuan, Mufid menjawab tidak. Harga menurutnya sudah dipertimbangkan sang owner dan baru buka pada Januari 2026 lalu target penjualan bisa terpenuhi.

"Hari biasa rata-rata 40 box bahkan kalau malam minggu bisa 100 an box," jelasnya.

KABARESOLO/RIMAWAN PRASETIYO - Pengunjung bisa melihat langsung penyajian pizza.

Pizza Tungku Makutha buka Selasa sampai Minggu, pukul 16.00 - 22.00 WIB, hari Sabtu buka lebih cepat yakni pukul 11.00 tutup pukul 23.00 WIB, hari Senin libur.

Meski Pizza Tungku Makutha bukan pizza yang dibuat di dalam bangunan premium, gedung megah, ber-AC, atau berada di kawasan mall modern, tapi soal rasa nggak kalah bahkan bisa diadu.

Pizza Tungku Makutha memang berada di pinggir jalan dengan harga dan gaya kaki lima tapi soal kelezatan dan sensasinya tak kalah dengan restoran bintang lima.

Higienis

Pengamatan KabareSolo.com saat karyawan membentuk pizza hingga pemberian topping, karyawan utamakan higienisitas.
Mereka pakai sarung tangan karet, dan pengunjung bisa melihat langsung bagaimana pembuatannya hingga saat pizza dimasukkan ke dalam tungku api.

KABARESOLO/RIMAWAN PRASETIYO - Penggunaan sarung tangan wajib bagi koki saat membentuk adonan.


Aroma pizza saat dimasukkan ke dalam tungku dan terpanggang ratusan derajat, aroma kuat khas pizza tercium. Penjaga tungku sangat terampil baik ketika memasukkan kayu, hingga memanggang pizza.

Pizza-pizza diatur jauh atau dekat dengan sumber api untuk mendapatkan tingkat kematangan yang pas. Berbeda dengan oven modern, tungku api yang memanggang pizza akan sedikit meninggalkan bekas menghitam di pinggiran pizza. Namun itu tak begitu memengaruhi kualitas rasa justru aroma kayu terbakar yang nempel di pizza menambah citarasa pizza yang khas, lezat dan aroma unik uang sedap.

KABARESOLO/RIMAWAN PRASETIYO - Saat mau tutup masih banyak pengunjung yang memesan pizza.

Sepertinya Anda wajib mencoba, dan razakan sensasi kelezatan Pizza Tungku Makutha. (KabareSolo/Rimawan Prasetiyo)







Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.