Header Ads

Cargill Luncurkan Produk Pakan Udang Bergizi

Sebuah terobosan teknologi yang dapat mengoptimalkan laju pertumbuhan awal udang yang lebih cepat untuk dapat membantu meningkatkan mata pencaharian penambak udang, serta mendukung target pemerintah untuk meningkatkan produksi udang.

KABARESOLO, JAKARTABisnis Aqua Nutrition dari Cargill Indonesia mulai memproduksi Shrimp Feed micro pellet, pakan udang yang dapat membantu pelaku industri akuakultur berkembang dengan mencapai pertumbuhan budidaya udang tahap awal yang lebih berkelanjutan. Terbuat dari tepung ikan dan cumi, vitamin, dan mineral, Shrimp Feed micro pellet mampu mengoptimalkan perkembangan udang sejak dini dan mempercepat masa budidaya dengan hasil yang melimpah[1].

Pakan ini diproduksi menggunakan teknologi ekstruder, yang menjadikan Cargill sebagai salah satu dari sedikit perusahaan akuakultur dengan teknologi canggih tersebut. Micro pellet diproduksi khusus untuk udang Vannamei serta Litopenaeus Vannamei – udang ekspor unggulan di Indonesia, yang juga telah menjadi primadona pasar ekspor karena memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dibanding jenis udang lainnya. 

Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi udang di Indonesia mencapai 2 juta ton pada tahun 2024. Udang, komoditas ekspor terbesar di sektor perikanan, diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan produksi udang 80 ton per hektar per tahun, dan sebagian besar produksi akan dialokasikan untuk ekspor. Pada tahun 2020, volume ekspor perikanan mencapai 1,26 miliar kilogram (kg) dengan nilai US$ 5,2 miliar, dan udang merupakan komoditas ekspor terbesar dengan volume 239,28 juta kg dan nilai US$ 2,04 miliar.


 

“Cargill berkomitmen untuk meningkatkan mata pencaharian dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Kami meningkatkan operasional dan produk kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan melalui formulasi dan inovasi baru. Kali ini, kami memperkenalkan Shrimp Feed micro pellet baru yang sangat penting untuk tahap awal pengembangan, karena dapat memaksimalkan efisiensi nutrisi dalam proses pemberian pakan dan mengoptimalkan pertumbuhan udang. Selain itu, pakan tersebut juga dapat membantu menghasilkan udang berkualitas tinggi dalam waktu budidaya yang lebih singkat dan dalam jumlah yang lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan mata pencaharian para petambak sekaligus mendukung target pemerintah untuk meningkatkan produksi udang, ”kata Chia-Ye Siam, Managing Director Direktur Cargill Aqua Nutrition untuk Malaysia dan Indonesia.

Menemukan pakan auto feeder yang baik dapat menjadi tantangan bagi pembudidaya air di Indonesia karena pilihan yang terbatas, tingkat kelangsungan hidup udang pada tahap awal yang rendah, serta masa budidaya yang panjang. Shrimp Feed micro pellet menghasilkan pencucian dan limbah nutrisi yang lebih sedikit sehingga kualitas air terjaga dan ramah lingkungan.

Cargill memproduksi tiga varian Shrimp Feed: Shrimp Feed Premium, Shrimp Feed Regular, Shrimp Feed S, dengan keunggulan yang berbeda. Baik Shrimp Feed Premium maupun Shrimp Feed Reguler dibuat khusus untuk budidaya udang Vannamei secara intensif, dan dibuat untuk menjawab kebutuhan petambak udang dimana mendukung pertumbuhan udang mencapai tingkat optimal lebih cepat[2]. Shrimp Feed dari Cargill memungkinkan panen yang menguntungkan bagi para petambak. Selain itu, kedua pakan tersebut juga diformulasikan menggunakan Cargill Nutrition System yang canggih, sehingga dapat memberikan dan menyeimbangkan nutrisi optimal yang dibutuhkan oleh udang, serta dilengkapi dengan kandungan imun yang dapat memperkuat kekebalan tubuh udang, sehingga dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan ketahanan udang terhadap penyakit[3].

Cargill telah memproduksi Shrimp Feed S, pilihan lain bagi pembudidaya yang ekonomis. Pakan ini menawarkan tingkat protein yang cukup dan mudah dicerna untuk siklus udang Vannamei. Selain itu, Shrimp Feed S juga dapat menjaga tingkat kualitas air yang untuk membantu lingkungan dalam waktu yang lama.

Selama lebih dari 47 tahun di Indonesia, Cargill menciptakan peluang bagi para petambak untuk tumbuh dan berkembang, serta tetap berkomitmen untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan keberlanjutan bagi bumi.

Tentang Cargill

Cargill membantu sistem pangan dunia yang bekerja untuk Anda. Kami menghubungkan petani dengan pasar, pelanggan dengan bahan makanan, dan keluarga dengan kebutuhan sehari-hari—mulai dari makanan yang mereka makan hingga lantai yang mereka pijak. Tim kami di seluruh dunia berinovasi dengan tujuan, serta memberdayakan mitra dan komunitas kami, sebagaimana kami juga bekerja untuk memelihara dunia dengan cara yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Tim tersebut termasuk 19.000 rekan kerja kami di Indonesia, tempat dimana kami sudah mulai beroperasi sejak 1974 untuk mewujudkan visi global kami menjadi kenyataan lokal.

Dari pakan yang mengurangi emisi metana, hingga bahan bakar terbarukan berbasis limbah, kemungkinannya tidak terbatas. Tapi kami tetap berpedoman pada nilai yang sama. Kami mengutamakan pekerja kami. Kami mencapai lebih tinggi. Kami melakukan hal-hal yang benar. Begitulah cara Cargill memenuhi kebutuhan setiap orang yang kami sebut tetangga dan planet yang kami sebut rumah selama 157 tahun—dan bagaimana kami akan melakukannya untuk generasi mendatang. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://www.cargill.co.id dan Pusat Berita kami.


[1] Pertumbuhan udang menjadi lebih baik ketika diberi pakan ekstrusi karena ekstrusi dapat membuat stabilitas air lebih lama dengan penguapan yang lebih sedikit setelah 1 jam sehingga menjadi lebih efisien. Pakan ini diformulasikan dengan bahan-bahan berkualitas tinggi dan bernutrisi tinggi. Karena pakan terurai di dalam air, menyebabkan retensi nutrisi yang lebih tinggi dan tingkat kekeruhan yang lebih sedikit, potongan-potongan ekstrusi yang terlepas saling menempel dan tenggelam (tidak hancur) dan tetap dalam suspensi. Beberapa bahan mentah menjadi lebih mudah dicerna, berpotensi menghasilkan lebih sedikit limbah karena proporsi pakan yang lebih tinggi yang diserap oleh udang.

[2] Laju pertumbuhan rata-rata udang yang diberi pakan Cargill 5% lebih tinggi (pertumbuhan stabil dan lebih baik) dibandingkan udang yang diberi pakan Comfeed.

[3] Tingkat kelangsungan hidup tinggi untuk pakan dan comfeed Cargill dan berkisar antara 91-119%. SR terendah sebesar 91% disebabkan oleh paparan infeksi IMNV dan WFD yang lebih lama. Sedangkan SR >100% terutama karena PL menyimpan sekitar 10% dari stok awal.(*)


Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.