Header Ads

Begini Teknik dan Jenis Pupuk untuk Aglaonema yang Digunakan Para Hobiis

DOK. KABARESOLO - Akar dan daun yang sehat Ag. pink sunset menjadi contoh tanaman yang mendapat nutrisi yang lengkap satu di antaranya lewat pemupukan.


KABARESOLO.COM - Ungkapan berbahasa Jawa 'Jer Basuki Mawa Beyo' sangatlah tepat untuk menggambarkan bagaimana proses kita merawat ratu daun.

Falsafah Jawa yang memiliki makna jika ingin mendapatkan kemuliaan membutuhkan pengorbanan memang benar adanya, Jumat 13 November 2020.

Merawat aglaonema bukan hanya sekadar membeli tanaman itu secara mahal lalu mendiamkan saja nanti pasti berkembang biak dengan baik, kalau hal ini yang dilakukan boro-boro bisa beranak pinak makin banyak bisa hidup aja udah bagus.

Malah yang terjadi sebaliknya perlahan tapi pasti daun-daun mulai rontok, lonyot hingga sirna 'ditelan' media tanam.

Jadi seseorang yang mulai menyukai dan jadikan aglaonema sebagai bagian dari hobi bukan hanya selalu menambah koleksi tapi juga menambah pengetahuan dalam perawatan.

Lebih baik memulai dari aglaonema yang murah harganya dan mudah perawatannya lalu perahan pengetahuan makin mendalam.

Nah para hobiis yang yang serius dan memiliki koleksi 'sultan' ternyata melakukan perawatan maksimal.

Tak heran koleksi-koleksi yang dimiliki selalu istimewa mulai dari tampilan yang menawan daun rimbun dan kompak.

Batang kokoh, sehat dan paling menonjol yakni perakaran, akar rimbun, putih bersih serta kuat.

Akar besar sesuai ukuran pot, mencengkeram kuat media tanam dan uniknya media tanam akan rontok hanya dengan beberapa kali hentakan.

Batangnya tetap kuat bahkan ketika tangan memegang batang, pot terangkat tanpa merusak tanaman.

Apa saja sih perawatan yang dilakukan, beberapa sudah dikupas KabareSolo.com seperti tentang media tanam fermentasi.

BACA: Media Tanam Fermentasi Hasilkan Akar Aglaonema Putih dan Sehat

Perawatan intensif menjadi kunci utama jadikan aglaonema menjadi sehat dan paling utama bagaimana aglaonema memiliki warna daun yang cemerlang.

Beberapa hal yang dbutuhkan yakni kecukupan sinar, makanan, pembentukan sel muda hingga dewasa.

Satu hal dominan dari beberapa unsur penting yakni teknik pemupukan.

Setelah menggunakan 'modal' media tanam fermentasi, hara yang tersedia di dalam akan diserap tanaman sesuai dengan kebutuhan.

Proses pembentukan warna membutuhkan dukungan seperti satu bagian media tanam pasir malang yang memberi warna nohijau makin cemerlang silakan disimak.

BACA: Simak Penjelasan Pakar: Kenapa Pasir Malang Bisa Menambah Kualitas Warna Merah pada Daun Aglaonema

Penggunaan pasir malang sangat membantu pembentukan warna tapi bisa ditambah atau bila memang di daerahnya sulit menemukan pasir malang gunakan pupuk yang mengandung unsur mikro pembentuk warna seperti Mg, Fe, Cu, Co dan Mn.

Trubus Info Kit Vol.06 terbitan April 2009 berjudul Aglaonema Teknik Baru Peluang Baru mengupas pengalamana hobiis bagaimana teknik pemupukan dan apa saja jenis pupuk yang digunakan.

Di halaman 188 seorang kolektor kenamaan Songgo Tjahaja menggunakan beberapa merek pupuk yang mengandung unsur makro dan unsur mikro.

Kebanyakan dari jenis impor seperti Osmocote, Ortho Rose pride flower food, MiracleGro, Shake n feed Rose Slow Release Plant Food, Scotts All purpose flower food, TSP, MagampK.

Penggunaannya sesuai dengan yang tertera dalam kemasan, kadang gabungan di antaranya dan dosis seperlma dari dosis anjuran.

Selain itu Songgo menggunakan pupuk daun 1 kali sebulan sedangkan dari jenis pupuk majemuk lengkap seperti Growmore dengan dosis seimbang sekali sebulan.

Pemberian pupuk tak diaplukasikan pada daun tapi langsung ke media tanam.

Hobiis lainnya Aseng dalam buku tersebut diceritakan juga melakukan hal yang sama dan dengan menggunakan media tanam yang difermentasi.

Yakni sekam mentah, sekam bakar, cocopeat dan humus andam atau kaliandra dimatangkan dengan direndam di air dan bakteri pengurai.

Baru media yang sudah 'matang' dicampur dengan pasir malang dan zeolit.

SIMAK: Bikin Ratu Daun Sehat! Begini Cara Sterilisasi dan Fermentasi Media Tanam Aglaonema

Berikut merek pupuk impor dan kandungan 'nutrisi' di dalamnnya.

1. MiracleGro Shake n feed Rose Slow Release Plant Food: N (19%), P (18%), K (19%), S (20%).

2. Scotts All purpose flower and vegetable (N (10%), P (10%), K (10%), S (2%).

3. Dynamite advanced time release fertilizer flower and vegetable N (13%), P (13%), K (13%), B (0,02%), Cu (0.05%), Mg (1,2%), Mn (0,06%), Mo (0,02%), Fe (0,2%).

4. MiracleGro Watersolouble bloom booster flower food N (15%), P (30%), K (15%), B (),02%), Cu (0,07%), Mn (0,05%), Mo (0,0005%), Zn (0,06%).

5. Ortho Rose pride flower and Rose fertilizer N (8%), P (12%), K (4%).

Prosentase pupuk terkonsentrasi pada unsur P, kenapa bisa demikian alasannya ternyata dengan banyaknya unsur P masuk ke tanaman, fotosintesis menjadi lebih laju.

Tentunya ini juga berkat perlakuan intensitas cahaya yang diberikan tinggi lewat penjemuran.

BACA: Teknik Ekstrem 'Jemur Siram' Aglaonema Picu Belasan Anakan tapi Jangan Lakukan pada Jenis Ini

Unsur P - Phospat memiliki sifat mengikat energi Matahari menjadi energi kimia, lalu terbentuklah karbohidrat lebih banyak dalam tanaman.

Dengan demikian karbohidrat yang ada menjadi lebih besar dan berkekuatan penuh untuk mendukung pertumbuhan.

Muncullah akar dan tunas yang jumlahnya kian bertambah.

Dinding sel itu terbentuk oleh karbohidrat, wajar saja bila semakin banyak karbohidrat yang terbangun maka pembuatan dinding sel terpacu.

Dampaknya terbentuk tunas.

Selain unsur P, unsur K bertugas mengatur semua proses di tanaman, seperti transportasi dan fotosintesis.

Contoh, saat siang ketika karbohidrat berlimpah, maka glukosa yang semula cair diubah menjadi zat tepung.

Pada malam hari, zat tepung diubah kembali menjadi cair dalam bentuk glukosa, melalui phloem diangkut ke bawah.

Seluruh transportasi itu diatur oleh K, melalui turgor di dalam sel-sel hidup yang bernama phloem.

Maka bila ingin anakan banyak, unsur K harus diberikan cukup.

Nah alternatif lain adalah dengan memberikan pupuk lambat urai setiap dua bulan sebanyak 1 sendok makan.

Pupuk untuk melengkapi menu wajib yaitu pupuk majemuk lengkap seperti Growmore dan Gandasil.

Berikan pupuk setiap minggu atau minimal tiap dua minggu.

Semprotkan ke daun hingga basah, boleh juga diberikan bersaman dengan pestisida, tapi pupuk dengan kandungan nitrogen itu lebih banyak mengandungamonium daripada nitrat.

Nitrogen memiliki peran dalam pembentukan sel jaringan tanaman dan organ lain tanaman.

Memiliki fungsi sebagai bahan sintesis klorofil, protein dan asam animo.

Ketersediaan dibutuhkan dalam jumlah banyak terutama pada masa pertumbuhan vegetatif.

Ada dua bentuk nitrogen yaitu amonium (NH) dan nitrat (NO).

Pupuk yang beredar kebanyakan mengandung 55% amonium, sedangkan nitrat hanya berkisar 45%.

Padahal dari berbagai penelitian menunjukkan sebaiknya presentase amonium tidak lebih dari 30% dari total nitrogen.

Alasannya jika berlebihan sosok tanaman menjadi bongsor sehingga retan terhadap serangan penyakit.

Amonium disebut akan memperlambat pasokan cadangan makanan, bila nitrat yang lebih dominan maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan penyakit.

Sementara itu di dalam komposisi pupuk, unsur besi (Fe) dan magnesium (Mg) merupakan pembentuk klorofil.

Jika ingin memunculkan warna nonhijau maka unsur pembentuk klorofil dikurangi.

Namun teknik ini tidak disarankan karena mengontrol Fe dan Mg lebih sulit dibandingkan menambahkan.

Paling aman untuk pembentukan warna nonhijau yakni dengan pembentukan plastida (merupakan protoplasma berupa butiran yang mengandung zat warna) berwarna merah.

Dilakukan dengan menambah hara mikro secara lengkap yang memiliki peran sebagai katalisator pembentuk plastida nonhijau dari kuning hingga jingga. 

Misalnya cuprum alias tembaga yang memicu pembentukan plastida nonhijau.

Bagi para hobiis penggunaan pupuk daun dengan kadar hara makro dan mikro lengkap sudah memadai, yang penting hara mikro tersedia.

Apalagi jumlah yang dibutuhkan sedikit yakni kurang dari 1.000 ppm.

Jadi sebelum membeli pupuk lihat unsur-unsur di dalamnya, pahami dan aplikasikan sesuai dengan kebutuhan.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat, salam satu hobi. (KabareSolo.com/Rimawan Prasetiyo)



Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.