Header Ads

5 Jenis Jualan 'Pasti Laku' Modal Murah Meriah

IST - Ilustrasi uang rupiah seribuan.


KABARESOLO.COM
- Saat ini banyak orang merasa cemas bahkan mungkin kebingungan lantaran kehilangan pekerjaan atau penghasilan efek Pandemi Covid-19.

Bisnis yang dulu jaya dan meraup banyak keuntungan yakni di sektor pariwisata menjadi guide, jual souvenir di tempat wisata, perhotelan, kuliner di tempat wisata, lalu transportasi baik online maupun rental mobil hingga jual beli mobil, kini harus gigit jari.

Demikian dunia entertainment, fashion, bisnis make up serta beberapa lini usaha yang bukan termasuk dalam daftar kebutuhan mendasar manusia, harus rela terpuruk bahkan tak sedikit yang gulung tikar, Rabu 15 Juli 2020.

Covid-19 hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya, pencegahan bisa dilakukan dengan dengan bersandar pada protokol kesehatan yakni penggunaan masker, hand sanitizer, jaga jarak serta beberapa hal lainnya.

Lalu bagaimana dengan nasib keluarga? Dapur harus tetap ngebul, roda ekonomi harus terus berputar.

Bila Anda saat ini masuk dalam daftar orang yang mengalami kesusahan karena kena PHK, dirumahkan sementara atau harus istirahat dulu karena efek Pandemi Corona, yuk bangkit lagi, coba peruntungan baru.

Berikut llima jenis jualan 'pasti laku' dan dengan modal yang murah meriah versi KabareSolo.com, siapa tahu cocok dengan Anda dan bisa menjadi sumber penghasilan terbaru untuk keluarga.

1. JUAL CILOK 

Siapa tak mengenal cilok (aci dicolok) makanan rakyat yang sering dijumpai dipinggir jalan atau ada orang bersepeda motor menjajakan keliling.

Cilok sangat populer di berbagai tempat, pada perkembangannya ada yang dikenal dengan nama pentol.

Kalau cilok dibuat dengan tepung tapioka dan perasa, sedangkan pentol tepung tapioka dan campuran tepung lain serta campuran daging atau urat.

Makanan ini mudah buatnya, modalnya murah meriah dan pasti laku.

Tiap orang kini mungkin bisa membeli minimal Rp 5 ribu dapat beberapa butir, plus saus dan kecap dijamin banyak yang suka.

Cukup jualan di pinggir jalan ramai bikin saja booth portabel yang ringan mudah dibawa lalu buat spanduk serta merek yang menarik seperti cilok huhah, atau ada campuran lain misalnya cilok keju, cilok udang dan sebagainya.

Jangan banyak rencana, langsung cari resep dan tutorialnya via Google atau YouTube.

Langsung ujicoba bikin, trus coba minta teman atau tetangga cicipin.

Mereka yang sudah mencicipi dan bilang enak pasti ingin merasakan lagi, siapa tahu jadi awal baik jual di tempat sekitar, baru merambah jualan di pinggir jalan mungkin.

2. JUAL KOPI DALGONA

Membuat minuman ini sangatlah mudah banyak tutorialnya di YouTube, bahkan banyak macamnya, bisa Kopi Dalgona, bisa Milo ada juga yang sukses bikin Dalgona Nutri Sari.

Bahan-bahannya murah dan ketika berhasil membuat minuman yang lezat dengan takaran yang tepat dijamin minuman ini laris manis.

Baru saja penulis menjumpai penjual Dalgona Kopi dan Dalgona Milo yang dijual Rp 5 ribuan.

Berawal dari anaknya yang kelas VI SD ingin bantu perekonomian keluarga dengan jualan es Dalgona Kopi.

Sang ayah sedang kesulitan lantaran bergerak di jual beli mobil dan kondisi saat ini tentu bisnis ini masuk kategori terpuruk, sehingga penghasilan tentu nol rupiah.

Siapa yang beli mobil di kondisi saat ini, sebagian besar menyimpan uang untuk kebutuhan utama atau untuk upaya menambah penghasilan.

Lalu berawal dari anaknya yang jualan, sang ibu ikut bantu dan hingga kini bisa jadi menambah penghasilan keluarga.

Luar biasa bukan semangatnya.

Apapun kalau dilandasi dengan kesungguhan usaha akan berhasil.

Kopi Dalgona bisa jadi pilihan kedua jualan yang 'pasti laku' dengan modal murah meriah, jual saja di pinggir jalan dengan booth portabel dan harga sangat terjangkau.

3. JUAL SOSIS DAN TEMPURA

Jenis makanan ini masih bisa bertahan meski masuk masa Corona.

Harga masih terjangkau dan sering dijumpai di lokasi yang ramai.

Mau jualan keliling atau mangkal di pinggir jalan, sarana yang dibutuhkan hanya booth kecil, wajan, minyak, kompor dan tabung gas.

Cari tempat kulakan dengan harga terjangkau sosis atau tempura, bikin atau beli saus yang enak plus sambal yang bikin nagih.

Sosis dn tempura goreng masuk dalam daftar jualan 'pasti laku' dengan modal murah meriah.

4. JUAL MASKER KAIN DAN FACE SHIELD

Saat ini masker kain jadi sesuatu yang wajib, bahkan di beberapa tempat kepala daerah sampai bikin peraturan untuk beri denda atau sanksi kurungan bagi warga yang beraktivitas di luar tanpa menggunakan makser.

Di tempat umum seperti pasar, bank, atau tempat keramaian wajib gunakan masker kalau enggak, enggak boleh masuk ke pasar atau bank disuruh untuk beli atau ambil masker kain dulu. 

Kini di pinggir jalan sudah banyak ditemui jualan masker dengan berbgai motif, silakan kalau bisa membuat masker unik dan harga terjangkau mungkin bakal laris manis.

Sementara untuk face shield jarang ditemukan penjual di pinggir jalan, coba kalau jual di pinggir jalan dengan harga terjangkau mungkin juga bakal laris manis.

Masker kain dan face shield jadi barang yang pasti laku dengan modal murah meriah, silakan mencoba.

5. JUAL SAYUR MAYUR KELILING

Jual sayur mayur keliling terus bertahan bahkan banyak dicari di masa Pandemi Covid-19.

Banyak yang memilih beli sayur di rumah daripada harus ke pasar risiko tertular lebih tinggi.

Jualan sayur keliling bisa jadi alternatif.

Bagaimana memulainya? Cukup mulai dengan orang terdekat, tunjukkan kalau saat ini Anda serius menekuni jual sayur mayur.

Berikan kontak dan siap antar langsung ke rumah.

Bila telah memiliki banyak pelanggan memudahkan kita dalam menjual.

Selain itu bisa langsung jualan saja keliling, modifikasi motor Anda agar bisa menjual sayur mayur keliling.

Sayur mayur keliling masuk kategori jualan pasti laku dengan modal murah meriah.

Demikian lima jenis jualan 'pasti laku' dengan modal murah meriah versi KabareSolo.com, semoga bermanfaat, memberi inspirasi dan yuk langsung beraksi.

Tetap semangat, sehat, survive dan saling bantu sesama. (KabareSolo.com/Rimawan Prasetiyo)





Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.