Header Ads

Kota Solo Bakal Punya PLTSa Ini Teknologi yang Digunakan Ubah Sampah Jadi Listrik

HUMAS PEMKOT SURAKARTA - Kepala Bappenas Prof Dr Bambang PS Brodjonegoro saat mengunjungi lokasi yang nantinya jadi PLTSa untuk Kota Solo, Ia disambut oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan dijelaskan secara rinci bagaimana mekanisme kerja PLTSa nantinya.



KABARESOLO.COM, SURAKARTA – Kota Solo sebentar lagi memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Bila Kota-kota mungkin bakal kebingungan bagaimana mengatasi masalah sampah, Kota Solo bisa saja malah butuh sampah lebih banyak.

Sampah bukan lagi menjadi momok menakutkan tapi justru bermanfaat dan bisa diubah menjadi energi yang dibutuhkan masyarakat yakni listrik.

Seperti dikutip KabareSolo.com dari Humas Pemkot Surakarta, Pemkot Solo bekerjasama dengan PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) dan PT PP membangun PLTSa di Tempat PemBuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

KabareSolo.com pernah membahas hal ini melalui artikel:


Data berbicara, Kota Solo merupakan kota terpadat di Jawa Tengah dan terpadat kedua di Pulau Jawa bagian selatan dengan volume sampah masuk ke TPA cukup besar yakni 220-250 ton per hari.

Kemudian muncul gagasan agar volume sampah yang demikian besar dimanfaatkan untuk energi yang menyokong kebutuhan masyarakat satu di antaranya listrik.

Pemkot Solo kemudian memutuskan untuk mengubah sampah menjadi energi listrik dan bekerjasama dengan dua perusahaan yakni PT SCMPP dan PT PP.

Lalu bagaimana proses ubah sampah menjadi listrik dan teknologi apa yang digunakan?

Pengolahan sampah melalui proses gasifikasi dari teknologi konversi termal.

Metode ini telah terbukti selama bertahun-tahun ubah batu bara atau biomassa menjadi gas sintetik (syngas).

Masih dikutip dari Humas Pemkot Surakarta, gas sintetik ini kemudia dapat dikonversikan menjadi bentuk energi lain seperti biofuel, etanol atau listrik.

Kelebihannya ramah lingkungan dan tidak menghasilkan limbah beracun, tidak memiliki polutan dan mempunyai efisiensi energi sangat tinggi.

Produk samping dari proses ini hanyalah abu dan garam.

Setiap hari akan ada pemrosesan 450 ton sampah per hari.

Target fase pertama akan menghasilkan listrik sebesar 5 MW untuk diekspor ke jaringan listrik nasional.

Dan diharapkan bisa segera beroperasi pada September 2021.

Ayo dukung Kota Solo agar bisa segera mewujudkan PLTSa demi kesejahteraan dan kenyamanan warganya. (*/KabareSolo.com)

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) – TPA Putri Cempo - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kota Solo – PLTSa Solo – ubah sampah jadi listrik – Kota Solo – Kabar Solo hari ini - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) – TPA Putri Cempo - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kota Solo – PLTSa Solo – ubah sampah jadi listrik – Kota Solo – Kabar Solo hari ini - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) – TPA Putri Cempo - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kota Solo – PLTSa Solo – ubah sampah jadi listrik – Kota Solo – Kabar Solo hari ini - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) – TPA Putri Cempo - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kota Solo – PLTSa Solo – ubah sampah jadi listrik – Kota Solo – Kabar Solo hari ini - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) – TPA Putri Cempo - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kota Solo – PLTSa Solo – ubah sampah jadi listrik – Kota Solo – Kabar Solo hari ini.


Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.