Header Ads

Kuis Duit Stop Kok Nyusul TGO? Trivia Ingin Bertahan Wajib Tiru Ecommerce Ini!

ISTIMEWA - Kuis TGO tutuo selamanya?  Simak kupasan di sini. 


Setelah Kuis Duit Stop kok menyusul TGO?  Bagaimana dengan Kuis Trivia lainnya Playday,  VIPLIVEID,  apakah tutup juga? Mereka bisa bertahan kalau meniru aplikasi ecommerce ini. Minimal tiru persislah konsepnya!

KABARESOLO.COM -  Belum kelar pembahasan tentang Kuis Duit yang menyatakan tutup dan beri kesempatan hingga 31 Desember  2018 para peserta cairkan uang hadiah kok ini muncul pengumuman dari TGO kalau kuis besutan LINE ini sementara ditiadakan, Senin 10 Desember 2018.

"Untuk sementara kuis TGO akan ditiadakan sampai pemberitahuan lebih lanjut,  terima kasih pengertiannya," demikian isi pengumuman di aplikasi TGO.

Hingga tulisan ini dipublikasikan tercatat pengumuman tersebut sejak tiga hari lalu.
Lalu kenapa ditiadakan?

Saya justru kaget setelah mendengar kalau TGO ditiadakan.

Awalnya dari pembaca KabareSolo.com yang sampaikan komentar dan meminta agar membuat kupasan tentang 'ditutupnya' TGO.

Lah tutup? Kok bisa?

Istri kemudian bilang kalau TGO ditiadakan sampai pengumuman lebih lanjut.

Saya memang sudah lama tak main kuis ini terakhir dengan 6 akun (smartphone)  berhasil kumpulkan uang sekitar Rp 2 juta.

Setelah penarikan beberapa kali main kemudian sudah gak terlalu tertarik.

Sudah tak seperti di awal-awal kuis TGO mulai mempermudah pertanyaan dan hasil yang didapat receh.

TGO kemudian gunakan strategi untuk menarik pemain dengan host selebriti seperti Youtuber Ria Ricis dan artis Luna Maya.

Menurut saya ini cara blunder,  kenapa karena ibarat gunakan bom untuk membunuh nyamuk.

Membayar artis tentu butuh bajet tinggi sementara para peserta bukanlah pemain yang fanatik seperti halnya eks pemain Bearuang.

Sia-sia dong kasih host berbiaya mahal.

Lalu apakah TGO bakal tutup selamanya?

Menurut saya TGO akan kembali lagi tapi dengan konsep berbeda.

Dari awal saya berpikir TGO merupakan anak perusahaan LINE sebuah perusahaan platform medsos dan messenger besar,  kemungkinan tutup kecil.

TGO hadir karena LINE baca peluang aplikasi LINE Call Group digunakan puluhan ribu orang di seluruh Indonesia untuk main Kuis Trivia,  kenapa ia tak membuat sendiri.

Akhirnya peluang diambil tapi seperti pada kupasan sebelumnya tentang Kuis Duit yang tutup,  pihak pengembang untuk aplikasi TGO tak menyadari banyaknya tantangan yang dihadapi dari biaya operasioanal hingga uang hadiah yang besar.

Bagaimana penghasilan langsung yang bisa didapat?

Ini menjadi pertanyaan yang sulit.

Kumpulkan banyak pemain,  bisa dan mudah bahkan cepat,  lalu bagaimana?

Di awal kemunculan hadirnya TGO saya mengira hanya untuk memperkuat eksistensi LINE baik dari sisi branding maupun meningkatkan jumlah pengguna aplikasi LINE.

Namun belakangan saya sadar kalau aplikasi LINE sudah sangat-sangat kuat jadi kemungkinan untuk tujuan branding sangatlah kecil.

Lagian bila branding kenapa gunakan nama TGO bukan Kuis Trivia LINE.

Nah tujuan utama TGO mungkin murni untuk hasilkan keuntungan.

Lalu kenapa tutup?

Jawabannya mudah,  hingga akhir tahun uang modal yang sudah dikeluarkan sangatlah banyak.

Dah gak perlu hitungan rumit,  saya gunakan 6 handphone dan telah menarik uang hadiah sekitar Rp 2 juta,  itu baru saya dan istri saya belum puluhan ribu orang lainnya.

Belum untuk bayar host biaya operasional dan lain-lain.

Nah akhir tahun ini ditiadakan sekaligus untuk evaluasi,  mau dibawa kemana TGO (kayak judul lagu ya)?

Kemungkinan besar TGO akan tetap bikin kuis tapi dengan konsep berbeda.

Konsep seperti apa?

Nanti akan kita kupas di akhir tulisan ini, kita coba telaah Kuis Duit.

KUIS DUIT

Ada pembaca KabareSolo.com yang bertanya bagaimana kemungkinan Kuis Duit untuk kembali,  mengingat aplikasinya baru versi beta atau coba-coba.

Menurut saya kemungkinan Kuis Duit kembali sangatlah kecil dibandingkan dengan TGO.

Berbeda dengan TGO,  kita tak tahu perusahaan sebesar apa di belakang Kuis Duit. 

Lagi-lagi masalah modal dan konsep yang tepat. 

Kuis Duit bisa hadir kembali bila memiliki konsep yang bagus intinya membuat Kuis Duit bisa menghasilkan keuntungan langsung.

Nah ada satu contoh  yang menurut saya mendekati idela yakni mengubah sesuai dengan konsep sebuah ecommerce yang merambah Kuis Trivia.

Demikian dengan Playday dan VIPLIVEID mereka juga harus mengubah konsep untuk bisa bertahan. 

Nah VIPLIVEID bahkan telah mulai mengubah ke aplikasi ecommerce dan saya yakin akan meniru konsep ecommerce ini. 

Jadi saya tekankan,  dari sekian aplikasi Kuis Trivia konsep ecommerce ini sangatlah ideal aplikasi apa itu?

Shopee!

Ya Shopee (NB: saya nggak dibayar Shopee lho ya untuk nulis ini hehe gak ada kaitan apa-apa)

Kenapa Shopee memiliki konsep yang cerdas.
Shopee  merupakan aplikasi ecommerce dan agar menarik lebih banyak transaksi sekaligus kunjungan ia mengadakan kuis.

Kuis Shoppee berhadiah koin dan koin ini bernilai sama dengan rupiah.

Rp 1 sama dengan koin 1 Shopee.

Meski demikian  koin ini hanya bisa dibelanjakan di Shopee dan hanya bisa digunakan 25 persen (red: awalnya ditulis 40 persen dan dikoreksi pembaca,  terima kasih). 

Sehingga mau gak mau pemain harus belanja di Shopee beberapa kali untuk menghabiskan uang hadiah tersebut.

Cerdas bukan?

Bayangkan uang itu berputar dan terjadi transaksi di shoppee.

Bisa juga sih ditukar dengan uang virtual tertentu tapi tetap saja bertransaksi di aplikasi Shoppe.

Nah VIPLIVEID yang mulai merambah ecommerce rasanya perlu untuk meniru konsep ini sehingga aplikasi ini bisa survive.
Selain VIPLIVEID untuk TGO dari LINE bisa aja meniru.

Saat ini LINE baru messenger,  news,  jual beli stiker chat nah bisa saja merambah ecommerce.

Bila meniru konsep Shopee bakal bisa bertahan lama.

Jadi beberapa aplikasi Kuis Trivia itu baik yang sudah tutup ingin kenbali atau yang masih ada ingin bisa bertahan gunakan cara mudahnya dengan, tiru konsep Shopee.

Meski demikian masih banyak pilihan lain mungkin akan meniru Play and Win,  artikelnya bisa dibaca di sini.

Play and Win mampu mendulang pemain seluruh dunia untuk asah otak tapi cukup sulit untuk bisa mengeluarkan hadiahnya.

Butuh waktu dan upaya lebih dari pemain,  tapi itu bisa dilakukan. 

Terbukti banyak juga pemain yang berhasil withdraw 100 US Dolar.

Play and Win mendapatkan penghasilan dari banyaknya iklan masuk sehingga menutup biaya operasional dan hadiah.

Dua pilihan meniru Shopee atau Play and Win atau memiliki konsep lain yang lebih ideal?

Tak bisa dipungkiri aplikasi dibuat untuk mendulang pemain tapi juga harus menghasilkan pendapatan nyata.

Kecuali aplikasi Kuis Trivia dibuat oleh seorang miliuner baik hati yang tak butuh uang,  tak butuh keuntungan hanya bertujuan mencerdaskan bangsa melalui pertanyaan-pertanyaan kuisnya. 

Namun itu mungkin hanya mimpi hehe.

Jadi sekian dulu ini hanya kupasan ringan dan  belum bisa menjawab semua pertanyaan. 

Mungkin ada artikel senada buah pikiran pembaca silakan kirimkan tulisan ke email [email protected].

Selamat main Kuis Trivia,  teruslah bermain asah otak sambil dapat uang,  jangan sampai ketinggalan karena bisa saja aplikasinya segera tutup. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)

2 komentar:

  1. koreksi min, untuk max. penggunaan koin shopee untuk potongan transaksi sekarang hanya 25 %

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.