Header Ads

Bendung Karet Tirtonadi Selesai Coba Bandingkan Asli dengan Rancangannya Keren Mana?

ISTIMEWA - Rancangan (foto atas) dan setelah jadi (foto bawah) bagus mana? Pembaca KabareSolo bisa datang langsung dan buktikan.


KABARESOLO.COM, SURAKARTA - Tempat wisata baru Bendung Karet Tirtonadi sudah selesai dibangun.

Sesuai dengan rencana awal November 2018 bendungan yang membantu petani dalam hal irigasi ini akan selesai dibangun.

Pada Minggu 2 Desember 2018 lalu Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo meninjau embung karet yang berada di aliran Kali Gajah Putih dan Kali Pepe.

Bendung Karet Tirtonadi ini memang didedikasikan untuk destinasi wisata baru di kawasan Gilimanuk yakni Gilingan, Manahan dan Nusukan.

Tempat ini sangat nyaman untuk joging, berkumpul dengan sahabat atau bersantai.

Selain itu banyak ruang terbuka yang memungkinkan jadi lokasi piknik keluarga gelar tikar sambil buka ransum makanan dari rumah sambil menikmati aliran sunai dan pemandangan sekitarnya.

Bahkan dari awal sudah direncanakan tempat ini bisa menjadi lokasi Ngabuburit pada Ramadan tahun 2019 nanti.

BANDINGKAN DENGAN RANCANGANNYA

Lalu bagaimana perbandingan antara rancangan dengan aslinya?

Sepertinya pembaca KabareSolo.com yang harus membuktikan sendiri.

Catatan kami melalui gambar animasi yang akan ditampilkan kembali, Bendung Karet Tirtonadi sangat menawan, luas, bersih, indah dan nyaman.

Pada gambar rancangan tersebut ada ruang publik terbuka dengan jembatan di tengah untuk melihat bendungan air.

Jadi buruan datang ya, langsung bandingkan sendiri bagaimana rancangan yang sudahada dengan aslinya, keren mana?


APA ITU BENDUNG KARET?

Bendung karet merupakan hasil pengembangan jenis bendung yang baru.

Bila bendung yang lazim digunakan adalah bendung tetap, bendung karet merupakan bendung gerak.

Mekanismenya yakni dengan mengempiskan dan mengembangkan tubuh bendung dari karet.

ISTIMEWA - Rancangan Bendung Karet Tirtonadi, langsung saja datang dan bandingkan dengan aslinya.


Pertama kalinya bendung karet dibangun di Amerika Serikat pada tahun 1957 gunakan bahan tekstil.

Sementara pada tahun 1978 bahan tersebut dikembangkan menjadi serabut nilon yang dibungkus dengan karet sintetis.

ISTIMEWA - Penampakan rancangan lainnya, silakan datang dan bandingkan sendiri dengan aslinya, bagus mana.


Di Indonesia pembangunan bendung karet dimulai pada tahun 1990, pada penerapannya di lapangan banyak dijumpai berbagai masalah akibat rendahnya kinerja bendung.

Hal ini terjadi lantaran kurangnya dukungan teroi dan pengalaman, selain itu belum adanya perdoman yag dipakai untuk perencanaan bendung karet.

Namun zaman telah berubah, saat ini semua hal telah dirancang dengan matang dan memiliki standar baku yang optimal.

Semoga Bendung Karet Tirtonadi tak hanya jadi destinasi wisata tapi juga bermanfaat bagi para petani untuk mengairi sawah. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)

No comments

Powered by Blogger.