Header Ads

Makan Apem Gratis! Yuk Nonton Grebeg Apem Sewu 2018 dan Simak Kisah di Baliknya

ISTIMEWA - Grebeg Apem Sewu tahun 2013 terlihat antusiasme warga rebutan gunungan apem yang memang disediakan gratis untuk warga.


KABARESOLO.COM - Kota Solo tak pernah sepi dari event budaya, mulai dari batik, tari, teater bahkan kuliner, Kamis 8 November 2018.

Nah salah satu cemilan tapi mengenyangkan yakni apem tampaknya segera naik daun lantaran tiga hari lagi segera dilaksanakan Grebeg Apem Sewu.

Sebuah tradisi turun temurun yang diselenggarakan tiap tahun.

Pada Minggu 11 November 2018 nanti berlokasi di Tempuran Beton Kampung Sewu pada pukul 14.00 WIB akan dilaksanakan Kirab Budaya dan Tebar Apem.

Artinya bagi pengunjung yang menyaksikan acara ini bisa dapat apem gratis.

Acara kirab start dimulai dari Jalan Gotong Royong, Jalan RE Martadinata, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan Ir Juanda, Jalan Beton dan finish di Jalan Tempuran.

Pada tanggal tersebut merupakan uncak sekaligus akhir rangkaian acara ini.

Mulai tanggal 5 November 2018 lalu sudah ada kegiatan bernama Pesona Bazar berlokasi di Jalan Beton bazar ini dimulai pukul 17.00 WIB hingga selesai.

Lalu pada Kamis 8 November 2018 ada event Sewu Bersholawat digelar pada pukul 19.30 WIB sampai selesai berlokasi di Pertigaan Beton.

Pada Jumat 9 November 2018 ada Pentas Seni dan Budaya antara lain ada hadrah, keroncong, tari, Solo Drummer, musik serta berbagai hiburan lainnya.

Berlokasi di Pertigaan Beton mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai.

Sementara pada Sabtu 10 November 2018 ada tiga acara yang digelar yakni Lomba Pembuatan Apem mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Shelter UKM Tempuran.

Ada juga Lomba Mewarnai diselenggarakan pada pukul 09.00 WIB hinga selesai di Pendhopo Kelurahan Sewu.

Kemudian malam harinya pada pukul 19.00 WIB ada pentas Kethoprak berlokasi di Pertigaan Beton.

Semua acara ini gratis dan pada di acara penutupan seteah Kirab Budaya dan Tebar Apem pada 11 November 2018 nanti ada satu lagi hiburan yang bikin betah banyak orang yakni Music Hore Areva dengan tiga penyanyi aduhai ada Ajeng Maharani, Deyuna dan Serina.

Jadi jangan sampai kelewatan ya.

Acara besar ini ternyata ada sejarahnya.

SEJARAH APEM SEWU

Kirab Budaya dan Grebeg Apem Sewu tak serta merta hadir.

Berawal dari ungkapan rasa syukur masyarakat Kampung Sewu sebagai sentra produksi apem (apam) kepada seluruh elemen masyarakat.

Sebuah ulasan lama dari Kompas.com pada 21 November 2010 Ketua Pelaksana Kirab Apem Sewu 2010 saat itu menceritakan kisah di balik munculnya tradisi ini.

Hadi Sutrisno yang diwawancarai Kompas.com saat itu menjelaskan kalau tradisi apem sewu berawal dari amanah yang disampaikan seorang ulama penyebar syiar agama Islam Ki Ageng Gribig.

Ki Ageng Gribig menyampaikan pesan kepada seluruh warga agar membuat seribu kue apem yang dibagikan kepada masyarakat sebagai wujud rasa syukur.

Rasa syukur atas rezeki dan perputaran roda perekonomian kampung tersebut serta rasa syukur telah terhindar dari bencana mengingat lokasi Kampung Sewu merupakan daerah rawan banjir lokasinya dekat dengan Sungai Bengawan Solo.

Tradisi ini menjadi turun temurun hingga saat ini tak hanya ritual Kirab Apem Sewu melainkan juga kirab budaya.

Warga Solo mengenakan pakaian adat seperti kebaya, tokoh punakawan dan kostum prajurit keraton.

Kirab ini makin mempopulerkan Kampung Sewu sebagai sentra produksi apem, berdampak pada penjualan apem sekaligus mengarah pada wisata.

Kampung Sewu diharapkan bisa menjadi tempat wisata alternatif dan tempat belanja oleh-oleh khas dengan apem berbagai rasa. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)

No comments

Powered by Blogger.