Header Ads

Alasan di Balik Mural Tokoh Ramayana hingga Pandawa Lima Hiasi Overpass Manahan


FOTO HUMAS PEMKOT SOLO - Foto atas,  konsep mural Overpass Manahan,  foto bawah pengerjaan dan detail tema mural di tiap area dinding overpass. 

KABARESOLO.COM, SURAKARTA -  Proyek Overpass Manahan memasuki tahap akhir dan ada satu hal yang berbeda, dinding overpass bakal bergambar tokoh Ramayana,  Pandawa Lima,  sejarah olahraga hingga hal-hal kekinian.

Walikota Solo,  FX Hadi Rudyatmo Senin 26 November 2018 kemarin bahkan meninjau penyelesaian overpass termasuk pengerjaan mural.

Pemkot Surakarta memang menyiapkan ornamen yang menarik mencerminkan karakter Solo untuk mempercantik Overpass Manahan.

Seperti dikutip dari situs resmi Pemkot Solo,  selain tujuan di atas,  Walikota Solo mengatakan pengerjaan mural juga untuk mencegah aksi vandalisme dengan corat-coret tak jelas.

“Daripada nanti setelah overpass selesai dibangun dindingnya jadi sasaran vandalisme, sekalian saja dihias dengan mural,” ujar Wali Kota Rudy.

Alasan lainnya dikemukakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Endah Sitaresmi Suryandari.

Masih dikutip dari situs resmi Pemkot Solo,  hiasan dinding overpass menghindarkan kesan kaku terhadap konstruksi jalan layang.

“Hiasan ini lebih condong kepada estetika. Biar overpass tidak terkesan kosong saat dilihat,” jelasnya.

PENGUAT IDENTITAS SOLO

Mural tersebut dibuat oleh para muralis dari Mewarnai Indonesia Mural Company.

Direktur Mewarnai Indonesia Mural Company Irul Hidayat menjelaskan kalau beberapa desain seni kontemporer akan menghiasi dinding overpas di sisi barat,  timur dan utara.

“Konsep umum mural yang diusung adalah kecepatan dan kelancaran arus. Secara visual, abstraksi garis, bidang dan warna akan mendominasi. Kemudian kami juga menambahkan objek dan figur sehingga mampu menjadi narasi dan menguatkan identitas Solo,” imbuh Irul.

Di overpass tersebut tokoh pewayangan Arjuna naik kereta kencana misalnya, bakal menghiasi salah satu sisi overpass.

Secara rinci Irul menjelaskan kalau dinding sisi barat narasi visualnya diambil dari cerita Ramayana.

Sementara dinding sisi timur narasi visualnya bercerita tentang epos Pandawa Lima.

Menurut produser dan art director dalam proyek ini menguraikan, epos atau mitologi Ramayana dan Pandawa Lima itu menyimbolkan semangat pembaruan berbasis sejarah yang didengungkan Pemkot sejak beberapa tahun terakhir.

“Solo Masa Lalu adalah Solo Masa Depan. Riilnya, sosok Arjuna dengan kereta kencananya nanti akan melaju berdampingan dengan berbagai kendaraan yang melintasi overpass," katanya.

Kemudian dinding sisi utara bakal dipercantik dengan perpaduan konsep mural berkait sejarah olahraga di Solo, keragaman budaya, serta figur tokoh kekinian asal Kota Bengawan.

Irul menyebut, tokoh itu harus mampu merepresentasikan kemegahan sejarah olahraga Kota Solo karena kawasan Manahan merupakan kawasan olahraga dan Pekan Olahraga Nasional (PON) I digelar di kota ini.

“Selain tokoh olahraga juga akan dibuat mural tokoh budaya atau pujangga, karena Solo adalah Kota Budaya. Prinsipnya, tokoh itu selama ini sudah berkontribusi bagi masyarakat dan Kota Solo,” urai dia.

Saat ini pemilihan figur yang akan diabadikan lewat karya mural itu tengah diproses.

“Kami sedang meriset dan meminta pendapat publik dan pakar, baik dari komunitas sejarah, sejarawan maupun budayawan. Yang jelas, nantinya figur-figur kontemporer itu akan di-mix dan ditampilkan lebih fresh serta imajinatif khas anak muda.”

Ya, mural di dinding overpass Manahan memang bukan sembarang mural. Irul mengklaim, perpaduan desain tentang Ramayana, Pandawa Lima, olahraga dan budaya itu mampu merepresentasikan karakter umum Kota Solo dan karakter khusus kawasan setempat.

“Kawasan Manahan ini sudah berkembang. Selain menjadi kawasan olahraga, ternyata kawasan ini sekarang menjadi kawasan budaya dan kawasan kreatif. Khususnya bagi anak muda,” tandasnya.

Tak heran muralis-muralis Mewarnai Indonesia Mural Company kini harus bekerja keras, agar konsep ideal itu terwujud.

“Kami diberi waktu oleh Pemkot menyelesaikan mural ini sampai 20 Desember. Pekerjaan dilembur siang malam, meskipun kebanyakan dikerjakan malam hari,” jelas Irul. (*/Situs Pemkot Solo/KabareSolo.com)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.