Header Ads

Ini Alasan Walikota Solo Kenapa Jalan Depan Balaikota Dibongkar

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN - Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk proyek penggantian aspal dengan batu andesit. 

Pagi tadi belasan pekerja sibuk di tengah jalan yang diberi pagar temporer batas kendaraan yang laku lalang. 

Jalan telah dikeruk dan mulai masuk proses pengecoran,  beberapa pekerja tampak sibuk merakit besi kerangka penguat cor jalan. 

KABARESOLO.COM -  Itulah gambaran kesibukan sebuah proyek yang digarap di depan sepanjang jalan Balaikota Surakarta,  Jumat 28 September 2018.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN - Para pekerja sibuk merakit kerangka besi untuk pengecoran dan pemasangan batu andesit. 

Hampir memasuki satu bulan proyek pembongkaran jalan dilakukan.

Pembongkaran dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman, mulai Gladag sampai Tugu Pemandengan bahkan nanti sampai Pasar Gede.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN - Pengerjaan tahap pertama telah berlangsung target selesai tahap pertama akhir tahun. 

Tentu saja imbas proyek ini berujung pada kepadatan kendaraan.

Terutama pagi saat antar anak sekolah area tersebut bahkan macet.

Sementara kalau menjelang siang kondisi jalan Jenderal Sudirman padat merayap,  dan saat pulang sekolah atau pulang kerja jalan ini akan makin padat.

Apa alasan jalan Jalan Jenderal Sudirman, mulai Gladag sampai Tugu Pemandengan bahkan nanti sampai Pasar Gede dibongkar?

Ternyata jalan yang tadinya aspal akan diganti dengan batuan andesit.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo beberapa waktu lalu melalui siaran langsung di Radio Meta FM.

Tiap Sabtu pagi di Radio Meta FM memang ada program bincang-bincang langsung dengan Walikota Solo.

Warga bisa interaktif via telepon tanya pada Walikota Solo.

Pada kesempatan tersebut Walikota Rudy menyampaikan permohonan maaf kalau proyek penggantian aspal jalan menjadi batuan andesit ini akan berakibat pada kemacetan jalan.

Namun menurutnya proyek ini sangat penting.

Penggantian aspal menjadi batu andesit dengan corak tertentu merupakan penanda kalau wilayah tersebut merupakan wilayah bersejarah.

"Di area ini banyak gedung-gedung bersejarah mulai dari Balaikota,  Pasar Gede,  Gedung BRI,  Gedung Telokom,  Benteng Vastenberg hingga Bank Indonesia," ujarnya dalam siaran tersebut.

Gedung-gedung tersebut menurut Rudy harus dilindungi karena merupakan cagar budaya.
Nah dengan digantinya aspal menjadi batu andesit,  batu tersebut jadi penanda kawasan  'Kota Lama' .

Seperti dikutip dari website resmi Pemkot Solo,  sejak tahun 2012, jalan Jenderal Sudirman memang telah diperuntukkan sebagai koridor budaya oleh Pemkot Solo.

Seperti pagar pengaman yang mengelilingi kawasan Balaikota Solo telah dihilangkan.
Lalu pemasangan batu granit di bundaran Gladag dan Tugu Pamandengan, salah satu ruas jalan utama Kota Solo itu kerap digunakan sebagai lokasi pementasan kesenian.

Melalui website tersebut walikota menjelaskan kalau penggantian aspal dengan batu andesit meniru kota-kota dinluar negeri.

“Aspal jalan dikelupas kemudian diganti dengan batu andesit. Batu andesit cocok dipasang di badan Jalan Jenderal Sudirman lantaran menimbulkan kesan alami,” terangnya.

Selain itu pengembangan kota lama di Koridor Jenderal Sudirman lantaran ruas jakan tersebut telah berstatus menjadi Benda Cagar Budaya.

”Jadi nantinya aspal diganti batu andesit, lalu di-coatingagar tidak licin dan tetap aman dilalui kendaraan,” imbuh Rudy.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta, Endah Sitaresmi Suryandari melalui website tersebut juga menyampaikan hal senada dengan walikota.

“Koridor Jenderal Sudirman, mulai Gladag sampai Tugu Pemandengan bahkan Pasar Gede, berada di lokasi yang sangat bersejarah. Sebab keberadaannya tidak terlepas dari eksistensi Keraton Surakarta. Termasuk keberadaan Benteng Vastenburg yang dulu digunakan untuk memata-matai aktivitas Keraton oleh penjajah,” jelasnya.

Alasan itulah yang menjadi dasar pembongkaran  dan mengganti aspal jalan dengan batu andesit sebagai penanda kawasan kota lama.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN - Kendaraan antre melewati jalan yang hanya muat satu jalur kendaraan roda empat. 

TARGET AKHIR TAHUN

Saat ini memang tahap pertama penggantian aspal dengan batu andesit.

Proyek ini dikebut oleh kontraktor pelaksana proyek.

Tahap awal pemasangan andesit di tengah jalan menyisakan kanan dan kiri jalan,  mulai persimpangan Bank Indonesia (BI) hingga bundaran Tugu Pemandengan pun ditarget rampung akhir tahun ini.

”Sisanya (persimpangan BI hingga bundaran Gladag) kami usahakan untuk dikerjakan awal tahun depan,” kata Sita. 

Selama proyek berlangsung, ruas jalan protokol disisakan 4 meter agar pengendara tetap bisa melaluinya.

”Pekerjaan ini akan berlangsung selama tiga tahap. Dalam tahap pertama, arus lalu lintas akan melewati sisi barat dan timur Jalan Jenderal Sudirman dengan lebar jalan masing-masing 4 meter,” kata Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Mudo Prayitno.

Dalam tahap kedua, jalur pengendara akan dialihkan ke sisi tengah Jalan Jenderal Sudirman.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN - Maaf perjalanan Anda terganggu,  sebuah tulisan di beberapa lokasi proyek. 

Pengendara dipersilakan melewati permukaan jalan dari batu andesit, yang menggantikan aspal Jalan Jenderal Sudirman.

“Untuk tahap ketiga, relatif tidak ada persoalan karena pengerjaan hanya fokus di akses masuk Balai Kota dan Bank Rakyat Indonesia (BRI),” katanya.

Jelas bukan kenapa jalan aspal di tengah jalan dibongkar. 

Bersabar dan tunggu ya,  Kota Solo makin cantik dan ciamik.  Mantap!  (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo) 

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.