Header Ads

Hindari Kesalahan Fatal dan Sering Dilakukan saat Bencana! Download Gratis Buku Saku BNPB di Sini

ILUSTRASI BUKU SAKU BNPB - BNPB terbitkan buku saku untuk memandu warga agar bisa menghadapi bencana dengan tepat.

KABARESOLO.COM - Atmosfir kesedihan kental terasa setelah saudara-saudara kita di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat musibah bencana gempa bumi, Minggu (5/8/2018) kemarin.

Setelah gempa dahsyat kemudian muncul peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yakni potensi tsunami pascagempa.

Hal ini tentu membuat warga Lombok berupaya untuk menyelamatkan diri, meski demikian tak berapa lama peringatan tsunami dicabut dan minimal itu bisa bikin kita bernafas dengan lega.

Bagi warga yang berada di luar pulau hanya bisa memantau kabar terbaru, berdoa dan mungkin melakukan penggalangan dana bantuan.

Berharap bencana berlalu dan pemulihan pascabencana bisa dilaksanakan dengan optimal.

Catatan terakhir yang diterima redaksi KabareSolo.com ada 82 orang yang meninggal dunia akibat gempa bumi di Lombok.

Terkait hal ini Redaksi KabareSolo.com mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas korban bencana gempa bumi dan senantiasa mendoakan agar pemulihan pascabencana bisa berlangsung dengan baik.

Menyikapi bencana alam yang beberapa kali terjadi di Indonesia, sebenarnya apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana alam?

Ternyata Badan Nasional Penanggulangan Bencana Alam (BNPB) telah menerbitkan buku saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana tahun 2017.

Secara lengkap Anda bisa download buku saku tersebut di sini.

APA ISI BUKU TERSEBUT?

Buku ini isinya tentang kondisi dan potensi bencana alam di Indonesia, sebuah pengetahuan dasar yang sebaiknya dimiliki agar kita mengenal tempat tinggal kita.

Misalnya di pulau dan kota-kota ini potensi tertinggi adalah bencana ini, sementara di pulau atau kota lain berpotensi bencana yang berbeda.

Nah setelah mengetahui apa potensi bencana, lalu dipaparkan apa-apa saja yang harus dilakukan.
Putuskan, mau tetap tinggal atau pindah tempat pascabencana?

Keputusan ini sangat penting mengingat pascabencana tak menutup kemungkinan bisa saja terjadi bencana susulan.

Buku saku ini sangat membantu dalam menentukan pilihan untuk tetap tinggal atau pindah tempat, apalagi bala bantuan tak bisa serta merta datang untuk membantu.

Setelah kita memutuskan, buku ini juga memberikan saran benda-benda apakah yang paling urgent untuk dibawa.

ILUSTRASI BUKU SAKU BNPB - Tak hanya tips, buku saku ini juga berisi pengetahuan tentang bencana alam.


KONDISI INDONESIA

Nah mari kita mengenal kondisi Indonesia.

Menurut buku saku yang dikeluarkan BNPB, Indonesia terletak di antara 3 lempeng tektoknik yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Hindia-Australia.

Kondisi ini menyebabkan Indonesia rentang terhadap gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi dan jenis-jenis bencana geologi lainnya.

Ancaman bahaya gempa bumi tersebar di hampir seluruh Kepulauan Indonesia baik dalam skala kecil atau skala besar yang merusak.

Hanya di Pulau Kalimantan bagian barat, tengah dan selatan sumber gempa bumi tidak ditemukan, walaupun masih ada goncangan yang berasal dari sumber gempa bumi yang berada di wilayah Laut Jawa dan Selat Makassar.

Wilayah yang rawan bencana gempa bumi di Indonesia tersebar mulai dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Maluku Utara dan wilayah Papua.

Indonesia juga terletak di garis khatulistiwa sehingga wilayahnya beriklim tropis.

Akibat posisi geografis ini, Indonesia hanya memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau.

Pada saat musim penghujan apabila curah hujan tinggi, kondisi ini memicu terjadinya puting beliung, banjir dan tanah longsor.

Sedangkan pada musim kemarau, dan curah hujan rendah terjadi bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan.

Sementara pada musim peralihan, fenomena alam puting beliung menjadi ancaman bencana.

ILUSTRASI BUKU SAKU BNPB - Buku panduannya mudah dimengerti dan beri manfaat optimal pada pembaca agar mampu menghadapi bencana dengan tepat dan meminimalisir korban jiwa.


10 BENDA YANG PALING DIBUTUHKAN

Berikut 10 benda yang paling dibutuhkan untuk menghadapi bencana alam.

1) Air minum untuk 3 – 10 hari.

2) Makanan untuk 3 – 10 hari.

3) Obat P3K.

4) Obat – obatan pribadi.

5) Lampu senter (dan ekstra baterai).

6) Radio (dan ekstra baterai)

7) Sejumlah uang dan dokumen penting (sertifikat  kelahiran, sertifikat tanah/rumah, ijazah, dokumen asuransi, surat kepemilikan asset).

8 )Pakaian, jaket dan sepatu.

9 ) Peralatan (peluit, sarung tangan, selotip, pisau serbaguna, masker, pelindung kepala).

10) Pembersih higienis (tisu basah, hand sanitizer, perlengkapan mandi).

PUTUSKAN TINGGAL ATAU PINDAH

Memutuskan tinggal atau berpindah tempat adalah keputusan yang sangat penting.

Sebelum memutuskan tentu perlu mengkaji tipe bencana dan kondisi di sekitar.

Putuskan untuk tetap tinggal bila Anda tidak dalam kondisi bahaya, meski demikian tetap berupaya untuk mendapatkan informasi situasi terkini.

Apabila Anda harus berpindah, buatlah keputusan secara cepat.

Sangat penting untuk mendengarkan pemerintah setempat ketika ada instruksi.

Cari air bersih dan pastikan untuk dapat bernafas.

Apa pun jenis bencana, udara yang baik merupakan kebutuhan yang penting.

Upayakan lindungi diri Anda dan cari udara bersih mungkin dengan menutup mulut dengan kain atau masker.

Ketika dalam bahaya gempa bumi misalnya, lindungi diri Anda dari reruntuhan dan beri sinyal kepada penolong.

Apabila Anda berada di reruntuhan, cari celah untuk bernafas.

Lempar sesuatu atau tiup peluit untuk pertolongan.

Upayakan untuk membuat suara dengan benda sekitar Anda.

Pastikan higienitas.

Penting untuk memastikan air yang layak minum dan sanitasi.

SAAT BENCANA

Apa yang dilakukan ketika terjadi bencana.

Jika sedang memasak, segera matikan kompor serta mencabut dan mematikan semua peralatan yang menggunakan listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Kenali bagian bangunan yang memiliki struktur kuat, seperti pada sudut bangunan.

Apabila Anda berada di dalam bangunan yang memiliki petugas keamanan, ikuti instruksi evakuasi.

Bila keluar rumah, perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng, atau material lain.

Tetap lindungi kepala dan segera menuju ke lapangan terbuka, jangan berdiri dekat tiang, pohon, atau sumber listrik atau gedung yang mungkin roboh.

Guncangan akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, upayakan keselamatan diri Anda dengan cara berlindung di bawah meja untuk menghindari dari benda-benda yang mungkin jatuh dan jendela kaca.
Lindungi kepala dengan bantal atau helm, atau berdirilah di bawah pintu.

Bila sudah terasa aman, segera lari keluar rumah.

Jangan gunakan lift apabila sudah terasa guncangan.

Gunakan tangga darurat untuk evakuasi keluar bangunan.

Apabila sudah di dalam elevator, tekan semua tombol atau gunakan interphone untuk panggilan kepada pengelola bangunan.

Saat terjadi gempa bumi besar, dan berada di dalam mobil, Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil.

Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil Anda di kiri bahu jalan dan berhentilah.

Ikuti instruksi dari petugas berwenang dengan memerhatikan lingkungan sekitar atau melalui alat komunikasi lainnya seperti radio atau handphone.

TSUNAMI

Tsunami terdiri dari rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan mencapai lebih dari 900 km/jam atau lebih di tengah laut.

Jenis bencana ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain gempa bumi yang terjadi di dasar laut, runtuhan di dasar laut, atau karena letusan gunungapi di laut.

Saat mencapai pantai yang dangkal, teluk, atau muara sungai, kecepatan gelombang tsunami akan menurun, namun ketinggian gelombang akan meningkat puluhan meter dan bersifat merusak.

Institusi yang berwenang akan memberikan peringatan bencana tsunami adalah BMKG.

Seperti gempa bumi, belum ada ahli dan institusi yang mampu memprediksi dengan tepat kapan tsunami akan terjadi.

Anda dapat mengenali suatu wilayah yang berpotensi terdampak tsunami dengan rambu peringatan bahaya tsunami.

TANDA-TANDA SEBELUM TSUNAMI

Ketahui tanda-tanda sebelum tsunami terjadi, terutama setelah gempa bumi (intensitas gempa bumi lama dan terasa kuat, air laut surut, bunyi gemuruh dari tengah lautan, banyak ikan menggelepar di pantai yang airnya surut, dan tanda-tanda alam lain).

Cepat berlari ke tempat yang tinggi dan berdiam diri di sana untuk sementara waktu setelah satu gempa bumi besar mengguncang.

Segera menjauhi pantai dan tidak perlu melihat datangnya tsunami atau menangkap ikan yang terdampar di pantai karena air surut.

Mengetahui tingkat kerawanan tempat tinggal akan bahaya tsunami dan jalur evakuasi tercepat ke dataran yang lebih tinggi.

Memantau informasi dari berbagai media resmi mengenai potensi tsunami setelah gempa bumi terjadi.



ILUSTRASI BUKU SAKU BNPB - Cara-cara praktis untuk menghadapi bencana, silakan download format PDF di sini.


KESALAHAN FATAL YANG SERING DILAKUKAN

Setelah gempa bumi berdampak pada rumah Anda, jangan berupaya untuk merapikan kondisi rumah.
Hal ini sering dilakukan padahal mungkin saja ada gempa bumi susulan.

Paling utama adalah menyelamatkan diri.

Nah jika Anda berada di rumah, jangan panik, usahakan untuk tetap tenang dan segera membimbing keluarga untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi dan aman.

Tidak semua gempa bumi memicu tsunami.

Jika mendengar sirine tanda bahaya atau pengumuman dari pihak berwenang mengenai bahaya tsunami, Anda perlu segera menyingkir dari daerah pantai.Perhatikan peringatan dan arahan dari pihak berwenang dalam proses evakuasi.

Jika telah sampai di daerah tinggi, bertahanlah di sana karena gelombang tsunami yang kedua dan ketiga biasanya lebih besar dari gelombang pertama serta dengarkan informasi dari pihak yang berwenang melalui radio atau alat komunikasi lainnya.

Kesalahan fatal lainnya adalah mencoba untuk kembali ke rumah.

Ingat, jangan kembali sebelum keadaan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Dan hal yang penting lainnya adalah, tsunami tidak datang sekali, tetapi bisa sampai lima kali.

Oleh karena itu, sebelum ada pengumuman dari pihak berwenang bahwa kondisi telah aman, janganlah meninggalkan tempat evakuasi karena seringkali gelombang yang datang kemudian justru lebih tinggi dan berbahaya.

Ingat pula hindari jalan melewati jembatan.

Anda dianjurkan untuk melakukan evakuasi dengan berjalan kaki.

Bagi Anda yang melakukan evakuasi menggunakan kendaraan dan terjadi kemacetan, segera kunci dan tinggalkan kendaraan serta melanjutkan evakuasi dengan berjalan kaki.

Apabila Anda berada di kapal atau perahu yang tengah berlayar, upayakan untuk tetap berlayar dan menghindari wilayah pelabuhan.

PASCABENCANA

Tetap utamakan keselamatan dan bukan barang-barang Anda.

Waspada dengan instalasi listrik dan pipa gas.

Anda dapat kembali ke rumah setelah keadaan dinyatakan aman dari pihak berwenang.

Jauhi area yang tergenang dan rusak sampai ada informasi aman dari pihak berwenang.

Hindari air yang menggenang karena kemungkinan kontaminasi zat-zat berbahaya dan ancaman tersengat aliran listrik.

Hindari air yang bergerak karena arusnya dapat membahayakan Anda.

Hindari area bekas genangan untuk menghindari terperosok atau terjebak dalam kubang.

Jauhi reruntuhan di dalam genangan air karena sangat berpengaruh terhadap keamanan perahu penyelamat dan orang-orang di sekitar.

Demikian rangkuman buku saku yang diterbitkan BNPB, selengkapnya Anda bisa mendownload buku saku tersebut dalam format PDF.

Semoga bermanfaat. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)


Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.