Header Ads

Skripsi Mahasiswa UNS Ini Ungkap Perbedaan Kualitas Pelayanan Puskesmas Rawat Inap Kota Solo

FOTO HUMAS PEMKOT SURAKARTA - Satu lagi Puskesmas Rawat Inap di Kota Solo diresmikan dan simak hasil penelitian tentang perbedaan kualitas pelayanannya.

KABARESOLO.COM - Pelayanan kesehatan di Kota Solo makin membaik bahkan baru saja ditambah satu lagi Puskesmas yang melayani rawat inap, Kamis (12/7/2018).

Total jumlah puskesmas yang melayani rawat inap dari empat kini menjadi lima puskesmas, sedangkan jumlah total baik yang layani rawat jalan maupun rawat inap di Kota Solo yakni 17 puskesmas.

Sebelumnya seorang mahasiswa UNS melakukan penelitian dan mengungkap perbedaan kualitas pelayanan Puskesmas Rawat Inap di Kota Solo.

Penelitian tersebut dilakukan dua tahun lalu yakni pada tahun 2016 dan menunjukkan kelebihan masing-masing puskesmas dari empat puskesmas yang melayani rawat inap saat itu.

Sementara satu lagi puskesmas rawat inap diresmikan, pada Jumat (29/6/2018) Puskesmas Setabelan yang berlokasi di Kecamatan Banjarsari diresmikan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Seperti dikutip dari situs resmi Pemkot Surakarta, Puskesmas Setabelan awalnya merupakan puskesmas rawat jalan kini menjadi puskesmas rawat inap.

Puskesmas Setabelan dulu dikenal dengan nama Rumah Bersalin Banjarsari kemudian menjadi Balai Pengobatan Ibu dan Anak serta Balai Pengobatan Gigi lalu menjadi Puskesmas Pembantu Gilingan.

Lokasi Puskesmas ini merupakan bekas bangunan Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7).

Peningkatan pelayanan Puskesmas Setabelan dari rawat jalan menjadi rawat inap bertujuan untuk memberikan kemudahan akses masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan.

Surat Keputusan Wali Kota Surakarta No 444/65/1/2017 tertanggal 30 Oktober 2017, Puskesmas Setabelan dikembangkan menjadi puskesmas rawat inap melihat kebutuhan masyarakat untuk pelayanan rawat inap hingga sekitar satu tahun kemudian sudah bisa diresmikan.

Wali Kota Solo menegaskan kalau saat ini pelayanan puskesmas jauh lebih baik

“Saya mengajak masyarakat untuk lebih percaya kepada puskesmas karena pelayanan di puskesmas sekarang sudah jauh lebih baik. Keberadaan dokter dan petugas medis di puskesmas telah meningkat kualitasnya. Obatnya pun juga tidak kalah, maka yang harus kita tanamkan saat ini adalah kesembuhan bisa diperoleh dengan berobat di puskesmas,” kata Wali Kota Rudy.

Kota Solo dinilai telah berhasil berikan fasilitas kesehatan yang mudah dan murah bagi masyarakatnya.

HASIL PENELITIAN

Sementara itu sudah sejak 2016 lalu empat puskesmas telah berikan layanan rawat inap terbaik bagi warga Kota Solo.

Empat puskesmas tersebut antara lain, Puskesmas Banyuanyar di Kecamatan Banjarsari, Puskesmas Gajahan di Kecamatan Pasar Kliwon, Puskesmas Sibela Mojosongo di Kecamatan Jebres dan Puskesmas Pajang di Kecamatan Laweyan.

Hasil kesimpulan dalam skripsi tersebut, keempat puskesmas tak memiliki perbedaan yang signifikan dan berikan pelayanan yang baik untuk masyarakat.

Meski demikian ada tingkat perbedaan di beberapa hal.

Skripsi pada tahun 2016 itu berjudul Kualitas Pelayanan Unit Rawat Inap UPTD Puskesmas di Kota Surakarta.

Skripsi disusun oleh Widi Suryo Setiawan untuk memenuhi persyaratan peroleh gelar S1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret.

Metode penelitian dengan survei komparatif untuk mengetahui perbedaan kualitas pelayanan.

Kualitas pelayanan memiliki hubungan erat dengan kepuasan pelanggan sehingga penelitian ini tentu menyertakan pelanggan sebagai responden penelitian.

Poin yang diteliti yakni bukti fisik (tangibles) yakni kemampuan suatu puskesmas dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal.

Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik puskesmas dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyatadari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa. Yang meliputi fasilitas fisik(gedung, gudang, dan sebagainya), perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan (teknologi) serta penampilan pegawainya.

Poin kedua yakni keandalan (reliability) yaitu kemampuan yang dimiliki staf puskesmas untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan,  sikap yang simpatik dan dengan akurasi yang tinggi.

Selain itu juga tentang ketanggapan (responsiveness) yaitu suatu kemauan para medis dan staf untuk  membantu dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan dengan penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan konsumen menunggu tanpa adanya alasan yang jelas menyebabkan persepsi yang negatif dalam kualitas pelayanan.

Berikutnya yang diteliti tentang jaminan (sssurance) yaitu mencakup pengetahuan, komponen antara lain komunikasi (communication), kredibilitas (credibility), keamanan (security), kompetensi (competence) dan sopan santun (courtesy) dari para medis dan staf puskesmas rawat inap.

Terakhir tentang perhatian (emphaty) yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan puskesmas dengan berupaya memahami keinginan pasien puskesmas rawat inap

FOTO HUMAS PEMKOT SURAKARTA - Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo saat meresmikan Puskesmas Setabelan menjadi Puskesmas rawat iniap. Kini Kota Solo memiliki lima Puskesmas yang melayani rawat inap.


HASIL PENELITIAN

Setelah melalui kajian sesuai standar penelitian yang ditetapkan penelitian mahasiswa UNS tersebut menghasilkan beberapa poin kesimpulan.

Berdasarkan poin per poin tak ada perbedaan yang nyata (signifikan) kualitas pelayanan, kualitas pelayanan telah baik tapi muncul peringkat terbaik dari masing-masing poin, antara lain:

Kualitas pelayanan UPTD Puskesmas terbaik berdasarkan bukti langsung (tangibles) adalah UPTD Puskesmas Mojosongo, Banjarsari, Pajang, kemudian Gajahan

Kualitas pelayanan UPTD Puskesmas terbaik berdasarkan keandalan (Reliability) adalah UPTD Puskesmas Mojosongo, Banyuanyar, Pajang, kemudian Gajahan.

Kualitas pelayanan UPTD Puskesmas terbaik berdasarkan daya tanggap (responsiveness) adalah UPTD Puskesmas Banyuanyar, Pajang, Gajahan, kemudian Mojosongo.

Kualitas pelayanan UPTD Puskesmas terbaik berdasarkanjaminan (Assurance) adalah UPTD Puskesmas Banyuanyar, Pajang, Mojosongo, kemudian Gajahan.

Kualitas pelayanan UPTD Puskesmas terbaik berdasarkanperhatian (empaty) adalah UPTD Puskesmas Mojosongo, Pajang, Gajahan, kemudian Banyuanyar.

Itulah hasil dari penelitian Widi Suryo Setiawan yang telah dipublikasikan, peringkat yang telah disampaikan bukan berarti peringkat bawah menunjukkan pelayanan yang buruk, hanya saja nilainya masih kalah dibandingkan dengan puskesmas lainnya.

Secara umum kualitas pelayanan Puskesmas Rawat Inap di Kota Solo sudah sangat baik dan karena ini adalah penelitian sejak 2016 dan saat ini sudah tahun 2018 pelayanan tentu jauh lebih baik apalagi dengan hadirnya satu lagi puskesmas rawat inap yang baru.

Jadi bagi warga Kota Solo tak perlu ragu untuk berobat di puskesmas karena pelayanannya sudah sangat baik. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)


Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.