Header Ads

Metamorfosa Rasa 40 Tahun! Bakso Legendaris Pak Ndo Samping SD Marsudirini Solo

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN PRASETIYO - Pak Ndundu sudah 40 tahun menjadi pedagang bakso dan mempu meracik kuliner populer ini menjadi sangat lezat dan bikin ketagihan.

Tangannya cekatan saat meracik semangkuk bakso, kuah yang beraroma sedap khas daging sapi menyeruak saat diguyurkan ke mangkuk. Sebentar lagi bakso lezat itu akan terhidang, rasanya tak sabar ingin segera menikmatinya. Menikmati Bakso Pak Ndo yang legendaris.


KABARESOLO.COM -  PERJALANAN dan lika liku bisnis puluhan tahun akan berbuah manis bila dilakukan dengan kesungguhan.

Demikian dengan kiprah Pak Ndo atau Ndondo pria asal Masaran Sragen.

Nama aslinya adalah Suwarji tapi sejak kecil dipanggil dengan julukan Ndondo lantaran dulu cara bicaranya agak terganggu.

Terhitung sejak tahun 1978 ia berjualan bakso dan tak perlu ditanya apa saja yang dihasilkan secara materi tapi yang lebih penting bagaimana rasa dan kualitas bakso bikinannya saat ini.

Setiap hari Munggu bisa dipastikan lapak bakso Pak Ndondo selalu kebanjiran pelanggan.

Jangan berharap lokasi jualan Pak Ndo merupakan tempat makan yang luas dan perlente, ia jualan nempel pagar samping SD Marsudirini Solo, tepatnya di seberang jalan SD Pangudiluhur.

Pelanggan Pak Ndo dari semua kalangan tapi rata-rata adalah alumnus beberapa sekolah di sekitar jualannya yakni Marsudirini,  Pangudiluhur atau Kanisius.

Mereka yang pernah belajar di sekolah-sekolah ini kangen dengan bakso Pak Ndo dan membawa keluarga mereka untuk makan.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN PRASETIYO - Penampakannya sudah bikin ngiler dan mau makan lagi, bakso legendaris Pak Ndo wajib dicoba.


"Paling laris hari Minggu lebih dari 100 porsi habis karena kebanyakan dulu pernah sekolah di sini menyempatkan waktu untuk datang, " ujar ayah tiga anak ini.

Sedangkan tiap hari rata-rata habis antara 60-80 porsi.

Tak dipungkiri perjalanan panjang 4 dasawarsa membuat bakso buatan Pak Ndo dari waktu ke waktu semakin enak,  hingga ia telah memiliki resep baku dan menjafi rahasia kelezatannya.

KEISTIMEWAAN BAKSO PAK NDUNDU

Apa sebenarnya keistimewaan bakso bikinan Pak Ndo?

Keistimewaannya adalah rasa yang lezat kaldu kuah daging sapi dan bakso bulatnya yang benar-benar terasa dagingnya.

"Takaran bakso saya ini per satu kilo (kg) daging campurannya 1 ons, " jelasnya.

Campuran yang dimaksud adalah tepung pati untuk merekatkan daging menjadi bakso.

Dan memang rasa bakso buatan Pak Ndo kalau boleh pinjam istilah original dan abal-abal,  bakso buatannya benar-benar original.

Bukan KW atau abal-abal,  rasa dagingnya benar-benar terasa.

Di dalam satu mangkuk ada bakso daging,  lalu daging yang dibuntal dengan kulit pangsit lalu bakso goreng dan pangsit.

Selain itu juga ada irisan daging sapi,  bila memesan khusus bisa minta ditambahkan lebih banyak daun sawi hijau.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN PRASETIYO - Ini tempat jualan Pak Ndo, jangan lihat nempel pagar tapi rasakan kenikmatan baksonya.


Seperti bakso lainnya ditambahkan sedikit mie dan bihun di dalam mangkuk.

Nah terkait rasa saat menggigit bakso kenyalnya pas dan kres, dagingnya berasa banget.

Gurihnya juga menawan lidah dengan kuah nan lezat.

Makan bakso Pak Ndo serasa menemukan bakso yang sebenarnya.

Jarang ditemui bakso dengan kualitas rasa dan keaslian seperti buatan Pak Ndo.

Dan harga semangkuknya hanya Rp 15 ribu, harga yang wajar dengan kualitas rasa dan kenikmatan yang didapatkan.

Rasa bakso Pak Ndondo memang lezat tapi ia harus belajar dan memperbaiki rasa sepanjang 40 tahun perjalanannya.

"Saya selalu coba ini kurang apa saya perbaiki hingga saat ini sudah punya resep rahasia, " kata dia.

Kemungkinan resep tersebut akan ia turunkan pada anak bungsunya yang nantinya diharap bisa meneruskan usahanya.

Sementara itu terkait bahan yang ia gunakan, ia menjamin bakso bikinannya sehat dan sangat aman dikonsumsi.

"Bakso buatan saya,  saya jamin tidak ada bahan campuran boraks atau pengawet lain.  Hampir tiap bulan bakso saya diperiksa BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), " ujarnya.

Ia bercerita ada orang kok membeli sampai 50 butir bakso ia kemudian tanya untuk apa dan  ternyata dari BPOM,  petugasnya mengaku kalau bakso tersebut akan diperiksa.

"Oh saya malah mempersilakan,  monggo saja karena memang saya tak beri campuran zat apapun dan ternyata memang tak ada masalah setelah diperiksa, " kata Pak Ndo.

HAMPIR DIGUSUR

Pak Ndo juga mengalami pasang surut dalam perjalanan bisnis kulinernya.

Ia awali kiprah jualan bakso di belakang Balai Kota Surakarta tapi baru beberapa tahun ada aturan baru terkait pungutan yang harus disetorkan,  ia memilih untuk tak meneruskan jualan karena pungutan tersebut ia nilai sangatlah berat saat itu.

Pak Ndo lalu melanjutkan jualan dengan berkeliling hingga menemukan tempat untuk jualan saat ini yakni nempel di pagar atau samping SD Marsudirini Solo.

Ia bercerita lapaknya hampir ditertibkan tapi karena sudah jadi langganan banyak orang akhirnya diberi kesempatan untuk merapikan.

"Akhirnya diberi ini (meja besi dan payung) milik Pemkot Surakarta dan tiap hari bayar retribusi, " imbuhnya.

KABARESOLO.COM/ROBERTUS RIMAWAN PRASETIYO - Ayo kapan mau coba bakso super enak ini, langsung ke TKP ya.


Ia bersyukur masih diberi kesempatan untuk jualan karena di lokasi tersebut sudah banyak yang tahu dan banyak pelanggannya.

Bila dihitung lama waktu jualan di tempat tersebut sudah 32 tahun.

Mulai di belakang Balai Kota Solo sejak tahun 1978 hingga 1984, ia kemudian jualan keliling dan mulai di Marsudirini sejak tahun 1986.

Puluhan tahun berkiprah di bisnis kuliner bakso ia berhasil membesarkan ketiga anaknya.

Satu lulus perguruan tinggi dua lainnya kini berwirausaha.

Ia memiliki rumah dan membantu modal dan belikan rumah untuk anaknya.

Pak Ndo membuktikan usaha bisnisnya bukanlah bisnis remeh temeh walau hanya jualan nempel pagar sekolah.

Kualitas bisnis dinilai dari kegigihan untuk menghasilkan produk terbaik dan Pak Ndundu telah membuktikannya di samping hasil secara materi yang didapatkan.

Kiprah yang menginspirasi,  mantap Pak!  Jadi pengin makan lagi baksonya, siapa ikut?(KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.