Header Ads

Nasihat Facebook Kiat Mengenali Berita Palsu Alias Hoax

Sumber foto United States Library of Congress's - William Randolph Hearst pemilik surat kabar yang sengaja menerbitkan berita bohong untuk mengobarkan perang dan bertujuan agar oplah surat kabar miliknya berlipat ganda.


KABARESOLO.COM - Berita palsu atau hoax memiliki efek yang luar biasa.

Berita ini seolah-olah nyata, memengaruhi, memicu tindakan seseorang hingga perilaku massa.

Merunut sejarah berita palsu telah ada di abad 18 bahkan kabar ini yang menyulut perang.

Tak main-main pada tahun 1889 justru sebuah surat kabar yang jadi biang kerok.

Seorang pengusaha AS bernama William Randolph Hearst ingin agar AS mengobarkan perang dengan Spanyol di Amerika Serikat

Ia nekat memanfaatkan surat kabarnya Morning Journal untuk menyebarkan kabar bohong yang menyeret opini publik.

Berita bohong tersebut yakni serdadu Spanyol menelanjangi perempuan AS.

Pengusaha ini melihat peluang lantaran selama perang berkecamuk oplah orning Journal berlipat-lipat dan memberi penghasilan yang besar.

Berita palsu bahkan telah memicu perang dunia.

Di Bulan September 1939, Adolf Hitler mengatakan pada parlemen di Jerman kalau militer Polandia telah menembaki tentara Jerman.

Ia kemudian menyatakan kalau akan melakukan balas dendam..

Ternyata kini ketahuan kalau tentara Jerman sendiri yang membunuh pasukan perbatasan Polandia.

Ini dua berita bohong yang memiliki efek mengerikan dan berakibat buruk bagi nasib jutaan orang

Saat ini berita bohong dari institusi resmi kemungkinan ada kecil, berita-berita palsu di masa ini disebarkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk tujuan menggapai target tertentu.

Misalnya suara atau dukungan apalagi sudah memasuki tahun politik.

Berita palsu saat ini banyak menggunakan isu SARA dan mereka berupaya agar isu ini jadi serangan telak bagi tokoh politik tertentu.

Maka Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bekerjasama dengan Facebook dan meluncurkan 10 jurus untuk mengenali berita palsu.

Berikut 10 Kiat untuk Mengenali Berita Palsu di Facebook:

1. Jangan langsung percaya dengan judul. Kabar berita palsu sering kali memiliki judul menarik yang ditulis dalam huruf besar dan dengan tanda seru.

Jika judul kelihatannya mengejutkan dan tidak dapat dipercaya, maka kemungkinannya memang begitu.

2. Perhatikan alamat URL berita. Alamat URL palsu atau yang dibuat mirip aslinya dapat menjadi peringatan bahwa berita itu palsu.

Banyak situs berita palsu berpura-pura sebagai situs berita autentik dengan sedikit mengubah alamat URL.

Anda dapat membuka situs tersebut untuk membandingkan alamat URL-nya dengan sumber tepercaya.

3. Selidiki sumbernya. Pastikan berita tersebut ditulis oleh sumber yang Anda percaya memiliki reputasi keakuratan yang baik.

Jika berita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, baca bagian "Tentang" di situs mereka untuk mempelajari selengkapnya.

4. Amati bila ada pemformatan yang tidak wajar. Banyak situs berita palsu memiliki kesalahan eja atau penataan letak yang janggal. Bacalah dengan saksama untuk melihat tanda-tanda ini.

5. Cek fotonya. Kabar berita palsu sering berisi gambar atau video yang dimanipulasi.

Terkadang foto tersebut memang autentik, tetapi konteksnya berbeda. Anda dapat menelusuri foto atau gambar tersebut untuk mencari tahu asalnya.

6. Periksa tanggalnya. Kabar berita palsu mungkin berisi linimasa yang tidak masuk akal, atau tanggal peristiwa yang sudah diubah.

7. Periksa buktinya. Periksalah sumber pengarang untuk mengonfirmasi keakuratannya.

Kurangnya bukti atau ketergantungan terhadap ahli-ahli yang tidak disebutkan namanya dapat mengindikasikan kabar berita palsu.

8. Lihat laporan lainnya. Jika tidak ada sumber berita lainnya yang melaporkan cerita yang sama, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa berita tersebut palsu.

Jika berita tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang Anda percayai, maka kemungkinan berita tersebut benar.

9. Apakah berita tersebut hanya lelucon? Terkadang kabar berita palsu sulit dibedakan dengan humor atau sindiran.

Cek apakah sumbernya memang biasa menampilkan parodi, dan apakah perincian cerita dan nadanya menunjukkan bahwa berita tersebut hanya sekadar lelucon.

10. Beberapa berita memang sengaja dipalsukan. Berpikirlah secara kritis tentang berita yang Anda baca, dan hanya bagikan berita yang Anda ketahui dapat dipercaya. (KabareSolo.com)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.