Header Ads

Tips Gocar-Gojek: Cara Batalkan Orderan Tombol Pick Up Terlanjur Digeser

KabareSolo.com - Aplikasi Gojek

KABARESOLO.COM - Driver Gocar -  Gojek pemula mungkin pernah mengalami hal ini.  Entah ketidaktahuan atau tak sengaja tombol pick up sudah tergeser padahal tak bisa menerima orderan yang ternyata konsumen berada di area merah atau larangan.

Seperti yang pernah dialami Untung, seorang driver Gocar pada Redaksi KabareSolo.com.

Di awal jadi driver Gocar meski ia telah mempelajari cara mengambil penumpang bahkan lihat tayangan YouTube terkait beri layanan Gocar masih saja lakukan kekeliruan.

Saat itu beberapa kali setelah aktifkan akun dan menyalakan auto bid saat mendapat orderan tombol pick up langsung digeser.

Padahal saat menyalakan autobid itu otomatis menerima orderan,  langkah selanjutnya telepon konsumen untuk penjemputan baru setelah ketemu konsumen dan sudah naik di mobil tombol pick up (menyelesaikan orderan)  digeser.

Namun saat itu justru sebelum menelepon malah buruan digeser karena ketidaktahuan.

Nah setelah telepon baru tahu lebih jelas kalau penumpang tersebut minta dijemput di Bandara Adi Sumarmo Solo.

Bandara ini adalah area merah bagi layanan ojek online boleh mengantarkan penumpang tapi tak boleh menjemput.

Karena telah menggeser tombol tersebut wajib menyelesaikan orderan,  bila tidak akan mendapat sanksi dari managemen Gojek.

Satu sanksi di antaranya yakni dinonaktifkan akunnya sehingga tak bisa narik penumpang.

Sementara bila nekat mengambil penumpang di area merah tentu harus siap-siap berhadapan dengan oknum ojek konvensional di bandara tersebut mulai dari ribut-ribut hingga diminta ganti rugi sejumlah uang.

Lalu bagaimana mengatasi hal ini?

KabareSolo.com - Ilustrasi taksi online


Menurut Untung, langkah pertama adalah kembali menghubungi konsumen,  menjelaskan,  minta maaf sekaligus meminta agar cancel layanan tersebut.

Namun ternyata konsumen tak bisa cancel karena orderan sudah disetujui dan sistem membaca Untung sudah mengangkut penumpang tersebut.

Jalan satu-satunya adalah menghubungi customer service pusat.

"Pada sisi kanan atas ada menu tiga titik diklik dan muncul nomor CS," jelas Untung.

Untung kemudian telepon,  lalu akan muncul operator otomatis menjawab dan berikan pilihan tentang apa yang ingin disampaikan.

Untuk kasus ini pencet tombol 2 dan akan langsung dihubungkan ke operator.

Saat itu Untung butuh menunggu sekitar 3 menit untuk bisa diterima oleh CS.

Setelah disampaikan duduk persoalannya CS akhirnya bersedia membantu dan melakukan pembatalan orderan langsung dari pusat.

Secara jujur Untung menyampaikan kalau masih baru dan belum memahami secara maksimal terkait tombol pick up.

CS lalu kembali menegaskan kalau tombol pick up digeser setelah konsumen sudah berada di dalam mobil.

Butuh beberapa saat akhirnya orderan tersebut tercancel.

Tentu saja angka persentase performa turun.

"Tetap semangat bro, salam satu aspal," ujar Untung ia kemudian menjalankan mobilnya melanjutkan kerjanya sebagai driver taksi online aplikasi Gojek. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.