Header Ads

Ketika Anak Dipukul Temannya, Suruh Membalas atau Mendiamkan? Ini Saran Psikolog

Ilustrasi memukul.

KABARESOLO.COM - Dinamika keseharian yang terjadi pada anak mau tak mau harus dalam pengawasan orangtua, apalagi saat ini zaman telah berubah.

Tayangan televisi, internet maupun games tak sedikit yang memunculkan kekerasan.

Bagi anak sendiri tentu sebagai orangtua bisa mengawasi dan meminimalisir agar anak tidak berperilaku demikian tapi bagaimana bila anak lain yang melakukan kekerasan pada anak ita.

Apa yang harus dilakukan?

Apakah kita sebagai orangtua menyarankan agar anak membalas kalau dipukul anak lain?

Atau sebaliknya menyarankan anak kita untuk diam saja.

Nah baru-baru ini sebuah postingan dari Psikolog yang notabene mantan artis cilik Mellissa Grace jadi viral.

Ia posting pertanyaan warganet yang bingung harus beri nasihat apa ketika anaknya dipukul oleh anak lainnya.

Oleh Mellissa Grace melalui akaun Instagram miliknya @mellissa_grace kasus tersebut diposting pada Minggu (14/1/2018) lalu.

Postingan ini menjadi viral hingga sekarang karena menunjukkan solusi yang tepat dalam mengatasi hal tersebut.

Ada tujuh slide gambar yang berisi kupasan terhadap kasus tersebut.

Slide pertama adalah pertanyaan dari warganet tentang bagaimana beri nasihat pada anak yang dipukul temannya.

Mellisa kemudian berikan penjelasan, ia menunjukkan hal dilematis bila menyuruh memukul balik atau mendiamkan.

Menurut Psikolog cantik ini bila orangtua mengajarkan agar anak membalas temannya yang memukul, itu artinya memberi tahu kalau kekerasan adalah cara yang tepat.

Di kemudian hari anak bisa gunakan cara yang sama dalam menghadapi masalah atau mencapai tujuannya, yakni dengan cara kekerasan.

Sementara bila orangtua menyarankan pada anak untuk mendiamkan kekerasan yang ia alami juga keliru.

Di kemudian hari anak dapat menganggap kalau perilaku kekerasan atau perilaku buruk orang lain terhadap dirinya adalah layak.

Atau anak itu bisa tumbuh dengan pribadi yang terbiasa memendam rasa marahnya atau emosi negatif untuk menyenangkan hati rang lain.

Serba salah bukan, lalu apa nasihat yang tepat orangtua pada anak yang mengalami kekerasan dari temannya di sekolah?

Mellissa menyarankan agar orangtua melatih anak untuk bilang berani stop dan sampaikan kalau ia tak suka diperlakukan seperti itu.

Langkah selanjutnya si anak diminta untuk meninggalkan tempat tersebut sebisa mungkin sengan tenang lalu memberitahukan pada orang dewasa atau orang yang bertanggungjawab.

Misalnya guru atau orangtua.

Sampaikan apa yang dialami tanpa dilebih-lebihkan agar bisa menindak hal ini dengan tepat dan di kemudian hari tak terulang.

Setelah proses ini selanjutnya adalah ajak anak untuk menenangkan diri,  boleh marah,  kecewa dan menyarankan anak ubtuk mengekspresika  rasa marah dan kecewa tersebut tidak dengan menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Salurkan dengan mencoret-coret kertas contohnya.

Kemudian ajak anak untuk memaafkan tapi mungkin bisa berlangsung lama.

Memaafkan bukan berarti membenarkan perilaku buruk tersebut tapi biarkan itu berlalu.

Latih juga kemampuan anak untuk menyelesaikan masalah.

Ketika mendapatkan persoalan misalnya,  sebagai orangtua harus tenang,  tak boleh panik,  lalu tanyakan ke anak kira-kira langkah apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Sebagai orangtua juga harus menghargai respon anak ketika menghadapi tantangan tersebut.

Lebih lengkap bisa lihat langsung di postingan Instagram Mellissa Grace di sini.


Semoga bermanfaat dan terus belajar untuk menjadi orangtua yang baik untuk anak-anak kita.  (KabareSolo.com/ Robertus Rimawan Prasetiyo)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.