Header Ads

Anak Teriak, Guling-guling dan Nangis di Tempat Umum Ini Saran Psikolog Cara Mengatasinya

 
Anak saat tantrum perlu penanganan tepat seperti kata psikolog ini.


KABARESOLO.COM - Anak tantrum yakni ciri-cirinya teriak-teriak tak terkontrol, nangis bahkan guling-guling di lantai saat keinginannya tak terpenuhi sering terjadi pada anak usia bawah lima tahun (balita).

Lalu apa yang dilakukan bila anak tantrum di ruang publik misalnya di toko mainan atau di mall?

Tentu saja ini mengundang perhatian banyak orang.

Respon orangtua biasanya panik lalu menuruti keinginan anak.

Cara menanggapi sikap anak inilah yang salah bahkan berakibat fatal, Sabtu (20/1/2018).

Kemudian bagaimana cara yang tepat mengatasi hal ini?

Seorang Psikolog berikan saran terbaik.

Mellissa Grace mantan artis cilik berikan pemahaman mendasar soal tantrum melalui postingan Instagram di akun miliknya @mellissa_grace.

Menurut Mellissa tak setiap keinginan anak harus dipenuhi karena ini pelajaran paling penting untuk perkembangan hidupnya ke depan.

Meskipun orangtua memiliki harta yang belimpah bahkan bisa membelikan apapun tapi nantinya dunia tak bisa selalu memenuhi semua keinginan anak tersebut.

Ada hal-hal di luar kendali prangtua hingga tak bisa semua keinginan anak dapat dipenuhi, hal-hal inilah yang harus ditekankan melalui respon kita.

Saran Psikolog ini memang tak khusus soroti anak yang tantrum di ruang publik, tapi nanti penulis akan berbagi pengalaman yang tak berbeda jauh dengan saran Psikolog ini.

Menurut Mellissa saat tantrum anak harus diberi pemahaman bahwa upayanya keras dengan menangis atau guling-guing tak serta merta membuat keinginannya terpenuhi.

Cara menyikapinya yakni tetap tenang bahkan menunjukkan kalau apa yang dilakukan anak tersebut tak memengaruhi orangtua.

Seperti tak panik, kalau panik, anak akan merasa kalau caranya berhasil, apalagi sampai orangtua memenuhi keinginan anak saat itu.

Lalu orangtua sampaikan kalau ia akan menanggapi si anak setelah berhenti menangis kemudian lanjutkan aktivitas.

Setelah anak tenang kemudian dihampiri lalu ditanyakan kenapa menangis.

Kemudian orangtua juga menyampaikan alasan kenapa keinginan tersebut tak bisa dipenuhi juga menyampaikan dengan tegas kalau menginginkan sesuatu tak perlu sampai melakukan hal tadi, nangis sampai guling-guling di lantai.

Respon ini sebaiknya disampaikan oleh pasangan kita dan pengasuh agar kompak dalam mendidik anak.

Lalu bagaimana bila hal ini terjadi di tempat umum?

Sangat mudah saat tantrum terjadi di rumah, karena rumah-rumah kita sendiri tak berpengaruh pada orang lain, ya mungkin tetangga agak terganggu tapi masih bisa ditolerir.

Nah ketika hal ini terjadi di tempat umum apa yang harus dilakukan?

Perlu sedikit ' modifikasi' atas saran Mellissa.

Pertama tetap tenang, kalau saat di rumah langsung ditinggal biasa melakukan aktivitas tapi kalau di tempat umum tentu tak bisa demikian.

Saat anak tantrum di muka umum, banyak mata memandang, bahkan tak sedikit para orangtua merespon dengan wajah tak mengenakkan dengan cara kita menanggapi anak.

Cara yang tepat tetap tenang, biarkan anak menangis sambil bilang kalau ayah atau bunda akan mendengarkan bila berhenti menangis.

Tetap konsisten, yakin saja tak perlu khawatirkan dengan respon orang lain.

Agak menjauh sedikit dari lokasi anak sambil terus mengawasi.

Tak butuh waktu lama si anak pasti langsung menghampiri kita.

Setelah itu beri pengertian dan ajak diskusi kenapa keinginannya tak bisa dipenuhi, lanjutkan seperti saran Psikolog tadi.

Postingan Mellissa Grace bisa disimak di sini.


Semoga bermanfaat dan terus belajar menjadi orangtua terbaik bagi perkembangan anak-anak kita. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)


Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.