Header Ads

Terowongan Ijo: Mahakarya Zaman Belanda yang Masih "Hidup"

 

IST - Dokumentasi PT KAI, terlihat kereta melewati Terowongan Ijo.




KABARESOLO.COM - Di balik gemuruh kereta yang melintas di jalur selatan Jawa, ada satu tempat yang menyimpan cerita panjang lebih dari seabad: Terowongan Ijo, Rabu 29 April 2026.

Bukan sekadar lubang di perut gunung—ini adalah simbol ketangguhan teknologi masa lalu yang masih bertahan hingga hari ini.

Dibangun Saat Indonesia Masih Dijajah

Terowongan Ijo berdiri di Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. 

Terowongan ini dibangun pada tahun 1885–1886 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS).

Pembangunannya bukan hal mudah. Para pekerja harus menembus Gunung Malang dengan metode manual dari dua sisi sekaligus timur dan barat, tanpa teknologi modern seperti sekarang.

Bayangkan… lebih dari 130 tahun lalu, manusia sudah mampu “membelah gunung” demi jalur transportasi!

Dibuka 1887, Jadi Jalur Ekonomi Penting

Terowongan ini resmi dibuka pada 20 Juli 1887, bersamaan dengan jalur kereta Yogyakarta–Cilacap.

Fungsinya waktu itu sangat vital:

Mengangkut komoditas seperti kopi, gula, dan hasil bumi
Menghubungkan wilayah pedalaman ke Pelabuhan Cilacap
Mendukung ekspor ke Eropa

Singkatnya, Terowongan Ijo adalah “urat nadi ekonomi” di masa kolonial.

Panjang Ratusan Meter, Masih Aktif Sampai Sekarang

Terowongan Ijo memiliki panjang sekitar 580 meter dan termasuk salah satu terowongan aktif terpanjang di Pulau Jawa.

Menariknya, saat ini ada dua terowongan berdampingan:

Terowongan lama (jalur tunggal, kini tidak aktif)
Terowongan baru (jalur ganda, digunakan kereta modern)

Dengan jalur ganda ini, dua kereta bisa melintas bersamaan, meningkatkan kapasitas dan keselamatan perjalanan.

Saksi Bisu Perjalanan dan Risiko

Sebagai bagian dari jalur selatan yang padat, Terowongan Ijo dilalui kereta jarak jauh rute Jakarta–Yogyakarta–Surabaya.

Namun, di balik keindahannya, terowongan ini juga mengingatkan bahwa dunia perkeretaapian penuh tanggung jawab besar. Jalur sempit, kondisi alam, dan sistem teknis harus selalu dalam kondisi sempurna.

Satu kesalahan kecil saja bisa berdampak besar.

Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Warisan Sejarah

Hari ini, Terowongan Ijo bukan hanya jalur kereta, ia adalah warisan sejarah, bukti kecanggihan teknik masa lalu, dan simbol perjalanan panjang transportasi Indonesia.

Dari masa penjajahan… hingga era modern, terowongan ini tetap berdiri, tetap berfungsi, dan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan jutaan orang.

Terowongan Ijo bukan hanya lintasan kereta, tapi cerita tentang perjuangan, teknologi, dan sejarah yang masih “hidup” hingga hari ini.

Kalau kamu pernah melewatinya, ingat…kamu sedang melintas di dalam sejarah.(*)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.