Header Ads

Asal-Usul Imlek: Legenda Nian Monster yang Dikalahkan Suara Keras Warna Merah dan Api

IST - Ilustrasi patung Naga.



KABARESOLO.COM - Sejarah Imlek memiliki akar yang dalam dan kompleks, yang melibatkan tradisi, kepercayaan, dan perubahan sepanjang ribuan tahun.

Penanggalan Tionghoa adalah sistem penanggalan lunisolar, yang berarti berdasarkan pada pergerakan bulan dan matahari.

Asal usul Imlek berkaitan dengan mitologi Tionghoa, khususnya legenda Nian, sebuah monster yang dikalahkan oleh suara keras, warna merah, dan api.

Asal usul Imlek berkaitan erat dengan mitologi Tionghoa, terutama melalui legenda tentang Nian, sebuah monster yang menakutkan.

Menurut legenda, Nian tinggal di pegunungan dan keluar setiap tahun pada malam tahun baru untuk memangsa manusia dan hewan.

Nian terkenal dengan ketakutan akan suara keras, warna merah, dan api.

1. Suara Keras: Ketika Nian muncul, penduduk desa akan mengalami kepanikan karena ketakutan akan monster tersebut.

Namun, mereka menemukan bahwa Nian takut dengan suara keras.

Oleh karena itu, mereka mulai menggunakan petasan, kembang api, dan alat musik lainnya untuk membuat suara yang mengusir Nian.

2. Warna Merah: Orang-orang juga mengetahui bahwa Nian takut dengan warna merah.

Maka dari itu, mereka mulai menghiasi rumah mereka dengan dekorasi merah, seperti lentera merah, lampion, dan kertas merah, serta memakai pakaian merah, dengan harapan bahwa ini akan membuat Nian menjauh.

3. Api: Dalam beberapa versi legenda, Nian juga dikalahkan oleh api.

Orang-orang menyalakan obor dan membakar jerami untuk menciptakan api yang besar sebagai perlindungan dari Nian.

Api diyakini dapat mengusir monster tersebut dan menjaga desa dari serangan berbahaya.

Melalui penggunaan suara keras, warna merah, dan api, penduduk desa berhasil mengusir Nian setiap tahunnya, dan inilah yang menjadi awal dari tradisi Imlek.

Perayaan Imlek modern masih dipenuhi dengan simbolisme ini, dengan kembang api, dekorasi merah, dan tarian naga yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan tersebut.

Legenda Nian juga menjadi pengingat akan kekuatan kesatuan masyarakat dalam menghadapi tantangan dan menjaga keberlangsungan tradisi.

Imlek dipercaya dimulai lebih dari 3.000 tahun yang lalu pada zaman Dinasti Shang, tetapi perayaan modernnya berkembang selama Dinasti Han (206 SM - 220 M), ketika kebudayaan Tionghoa berkembang pesat.

Dinasti Han dan Pengaruh Budaya

Selama Dinasti Han, tradisi Imlek mulai berkembang, termasuk penggunaan kembang api, tarian singa, dan penggunaan warna merah untuk mengusir roh jahat.

Di samping itu, selama periode ini, perayaan Imlek juga menjadi momen untuk bersatu dengan keluarga, membersihkan rumah dari keberuntungan buruk, dan mempersiapkan diri untuk tahun yang baru.

Penyebaran di Asia dan Dunia

Selama Dinasti Tang (618-907 M), Imlek menjadi lebih populer di seluruh Tiongkok dan menyebar ke negara-negara Asia lainnya, seperti Korea, Vietnam, dan Jepang.

Di abad-abad berikutnya, dengan migrasi Tionghoa ke berbagai belahan dunia, perayaan Imlek menyebar ke berbagai negara di luar Asia, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Perubahan Selama Zaman Modern

Di Tiongkok, perayaan Imlek mengalami banyak perubahan selama abad ke-20, terutama selama Revolusi Kebudayaan di bawah kepemimpinan Mao Zedong.

Praktik-praktik tradisional seperti upacara keluarga dan pemujaan leluhur ditekan, tetapi setelah era Mao, perayaan tradisional ini mulai dipulihkan.

Tradisi dan Simbolisme

Imlek dipenuhi dengan tradisi dan simbolisme.

Warna merah, yang dianggap membawa keberuntungan, mendominasi dekorasi, dan orang-orang memberikan angpao (amplop merah berisi uang) kepada anggota keluarga yang lebih muda.

Tarian singa dan naga, kembang api, dan acara keluarga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.

Perayaan Modern

Di era modern, perayaan Imlek terus berkembang. Di Tiongkok, festival kebudayaan dan pesta jalanan diadakan di berbagai kota besar.

Di luar Tiongkok, perayaan Imlek sering menjadi titik fokus untuk komunitas Tionghoa, dengan parade, pameran seni, dan acara-acara khusus lainnya.

Pengaruh Globalisasi

Dengan globalisasi, Imlek semakin dikenal di seluruh dunia.

Banyak perusahaan internasional mengadakan perayaan Imlek, dan banyak kota di luar Tiongkok memiliki festival Imlek yang besar.

Ini mencerminkan kontribusi signifikan budaya Tionghoa terhadap keanekaragaman budaya global.

Imlek adalah perayaan penting dalam budaya Tionghoa yang memiliki sejarah panjang dan kaya.

Dari akar-akar mitologisnya hingga pengaruhnya yang meluas di era modern, Imlek terus menjadi momen penting untuk merayakan kesatuan keluarga, tradisi, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.(*)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.