Header Ads

Di Solo Jateng Bisnis Ini Laris Manis di Masa Pandemi Covid-19

DOK KABARESOLO.COM - Ilustrasi 

KABARESOLO.COM - Siapa bilang pebisnis tak bisa meraih keuntungan di masa pandemi Covid-19.

Masih ada bahkan beberapa di antaranya justru meraup untung besar, hanya saja tak dipungkiri untuk bisnis tertentu bahkan harus gulung tikar, Kamis 9 Juli 2020.

Nah apa saja bisnis yang meraup keuntungan besar di masa Covid-19 untuk wilayah Solo dan sekitarnya? Simak selengkapnya.

Pandemi Covid-19 mengubah semuanya, orang yang dulu sukses dengan bisnisnya yang menggurita di masa pandemi yang terjadi sebaliknya.

Seorang pengusaha transportasi yang punya puluhan mobil rental bahkan harus merelakan beberapa mobilnya untuk beralih ke bisnis baru.

Bisnis transportasi terdampak paling besar lantaran penerapan PSBB atau karantina wilayah di saat pandemi.

Pebisnis yang sudah memiliki jam terbang tinggi sangat mudah mengubah lini bisnisnya untuk survive bahkan lebih berkembang dan maju.

Lalu apa saja bisnis yang justru berkembang pesat saat pandemi terutama di Solo ateng dan sekitarnya?

Berikut daftar bisnis yang laris manis saat Covid-19 versi KabareSolo.com.

1. KULINER LOKAL TERNAMA

Kuliner lokal di Solo dan sekitarnya yang telah memiliki nama tetap laris manis.

Sempat ada yang libur beberapa minggu sesuai anjuran pemerintah setempat terkait penerapan PSBB tapi mulai masa New Normal ini sudah buka dan laris manis.

Beberapa kuliner tersebut antara lain Sop Pak Min kuliner yang menjamur di berbagai tempat ini sudah menunjukkan menggeliat.

Parkiran depan lokasi warung ramai saat makan siang seperti sebelum Covid-19.

Sop Pak Min ini banyak ditemui tapi jangan salah baca ada versi KW-nya, jangan salah baca Pak Min dengan satu i.

Sop Pak Min Klaten ini memang memiliki citarasa yang lezat sop ayam kampung dengan merica dan bumbu rempahnya yang nendang.

Tak sedikit orang yang ingin meningkatkan stamina tubuh dengan makan sop ayam lezat ini.

Kuliner lain di Solo yang populer yakni Bebek Pak Slamet juga terlihat ramai.

Bebek Pak Slamet dikenal dengan bebek yang empuk dan bumbu lezat meresap sampai dalam daging.

Dilengkapi dengan lalapan dan ada satu dua masakan Jawa melengkapi kenikmatan pengunjung mencicipi kuliner ini.

Tak kalah ramai yakni Sate Kambing Pak Manto.

Di awal Juni lalu penulis sempat mencicipi kuliner di Pak Manto, meski masih pagi lokasi telah ramai dengan pengunjung.

Parkiran sekitar Sate Kambing Pak Manto penuh dan butuh menungu beberapa saat karena antrean pembeli.

Sate Kambing Pak Manto dikenal dengan kelezatan sate kambing serta tengklengnya yang bikin ketagihan.

Bagi penikmat tongseng kambing jangan kaget tongseng khas Solo memang identik rasa manis.

Meski demikian di kuliner Sate Kambing Pak Manto ada hiburan live musik dengan lagu-lagu campur sari yang menghibur pengunjung.

Kuliner utama (mengenyangkan) dan telah memiliki nama, brand lokal yang dikenal masyarakat luas justru laris manis dan jadi sasaran pembeli.

Masa karantina atau pembatasan bepergian membuat sejumlah orang yang rindu makan enak akan menyasar kuliner-kuliner dengan brand lokal yang terpercaya kelezatannya.

2. PASAR NANGKA SOLO RAMAI

Warga Solo tentu tahu Pasar Nangka lebih banyak jual apa.

Di deretan sekitar Pasar Nangka banyak penjual tanaman hias dan sarana prasarana penunjangnya secara lengkap.

Hampir tiap hari pinggir jalan penuh dengan mobil parkir.

Di era work from home karena pandemi hobi berkebun jadi pilihan banyak orang.

Bahkan beberapa tanaman mendadak bernilai tinggi seperti Monstera, Aglaonema serta beberapa tanaman lainnya.

Bercocok tanam baik tanaman hias maupun sayur-sayuran menjadi pilihan banyak orang.

Bagi pemilik lahan sempit beberapa perangkat pertanian hidroponik juga laris manis.

Di masa pandemi peralatan berkebun lalu benih, pupuk, pembasmi hama serta beberapa jenis tanaman justru laris manis.

Bukan hanya di Pasar Nangka Solo, beberapa pebisnis yang bergerak di jual beli tanaman atau bibit mendadak laris manis.

Bahkan ada warga sekitar seperti Sragen, Salatiga sampai harus ke Sukoharjo di salah satu pembudidaya Aglaonema untuk beli beberapa tanaman hias di sana.

Di lokasi tersebut ada pembudidaya Aglaonema yang menjual tanaman dengan harga lebih miring.

Bisnis ini jadi alternatif yang menjanjikan di era New Normal Pandemi Corona ini.

3. PASAR BURUNG DAN IKAN HIAS DEPOK SOLO JUGA RAMAI

Di masa pandemi segala hal terkait hobi laris manis, beberapa di antaranya adalah hobi memelihara burung maupun ikan.

Bukan hanya saat hariMinggu bahkan tiap hari Pasar Depok ramai dengan pengunjung.

Banyak beraktivitas di rumah bikin banyak orang mulai menghidupkan kembali hobi lama, misalnya aquarium yang dulu kosong kini mulai diisi, diperbaiki.

Penggemar burung juga mulai melirik kembali hobi ini.

Bisnis di lini ini juga cukup menjanjikan.

4. HARGA SEPEDA DI SOLO BARU MAUPUN BEKAS MENDADAK MAHAL

Hobi bersepeda kini menjadi pilihan banyak orang, bahkan hampir di seluruh penjuru tanah air kini memiliki hobi bersepeda.

Di Solo misalnya beberapa toko sepeda besar antre dengan konsumen, bahkan beberapa speda lipat kini tak melayani indent karena antrean indent sudah terlampau banyak.

Harga sepeda lipat bekas bahkan mendadak naik, apalagi speda lipat merek ternama seperti Brompton tapi versi KW.

Yakni sepede dengan bentuk dan warna sama tnggal diganti stiker merek Brompton.

Harga sepeda bekas maupun baru mendadak naik.

Bisnis di lini sepeda sangat menjanjikan, di Solo tak hanya toko sepeda, bengkel sepeda juga penuh.

5. PENJUAL MASKER MENJAMUR DI SOLO

Penjual masker kini terlihat di mana-mana hampir di semua pinggir jalan Kota Solo.

Penggunaan masker kini menjadi sesuatu yang wajib, sehingga satu orang saja minimal memiliki beberapa masker untuk ganti.

Tak sedikit warga yang mulai berbisnis masker, pesan di penjahit lalu menjualkannya.

Satu hal yang belum digarap yakni penjualan face shield langsung, hampir jarang ditemui jualan face shield di pinggir jalan, bisnis ini bisa jadi alternatif untuk Solo dan sekitarnya.




Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.