Header Ads

Cek di Sini Kotamu Masuk Nggak? Solo Masuk 10 Kabupaten/Kota Kreatif Versi Bekraf!

BEKRAF.GO.ID/IG HUMAS PEMKOT SURAKARTA - Foto saat penetapan 10 Kabupaten/Kota Kreatif oleh Bekraf RI, foto depan penari hanya ilustrasi.



KABARESOLO.COM - Melalui jalan panjang Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI menetapkan 10 Kabupaten/Kota kreatif sebagai role model bagi wilayah lain di Indonesia.

10 Kabupaten/Kota tersebut ditetapkan Bekraf RI sejak Selasa 18 Juni 2019 lalu.

Namun ingat tak serta merta Bekraf sekadar menetapkan suatu wilayah memiliki predikat tertentu tapi butuh proses panjang dan mengikutsertakan banyak orang untuk melakukan hal ini.

Seperti dikutip dari situs resmi Bekraf RI, sejak tahun 2016 lalu, Bekraf RI telah melakukan Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Ini menjadi salah satu program unggulan Bekraf.

Program ini bertujuan untuk melakukan pemetaan ekosistem, potensi, best practice, dan permasalahan pengembangan sistem ekonomi kreatif kabupaten/kota.

Kegiatan PMK3I dilakukan secara bottom up dimana pemerintah kabupaten/kota-lah yang mengajukan untuk dilakukan verifikasi oleh Bekraf.

Kegiatan PMK3I ini sendiri terdiri dari beberapa tahapan kegiatan yang masing-masingnya perlu dijalani oleh kabupaten/kota, dimulai dari pengisian borang/formulir oleh keempat aktor/pelaku ekonomi kreatif yaitu Akademisi, Pebisnis, Komunitas, dan Pemerintah atau yang biasa disingkat dengan ABCG, uji petik lapangan, penandatanganan berita acara uji petik hingga monitoring kegiatan.

Hingga saat ini, PMK3I telah berhasil menarik perhatian sebanyak lebih dari 300 kabupaten/kota dan lebih dari 5000 (lima ribu) aktor kreatif yang telah mengisi borang pada situs www.kotakreatif.id.

Tercatat 55 kabupaten/kota telah dilakukan uji petik PMK3I dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan ini, Bekraf merancang sebuah role model yang dapat dijadikan acuan bagi kabupaten/kota diseluruh Indonesia untuk menjadi sebuah kabupaten/kota kreatif yang ideal.

Melalui pendampingan yang terangkum dalam kegiatan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif).


SOLO KOTA KREATIF SENI PERTUNJUKAN

Kota Solo masuk dalam kategori Kota Kreatif bidang Seni Pertunjukan.

Memang tak dipungkiri Kota Surakarta tak pernah sepi dari seni pertunjukan mulai dari seni tradisi hingga modern.

Event-event digelar mulai dari berskala kelurahan, kota hingga taraf internasional.

Mengutip Humas Pemkot Surakarta, Pemerintah Kota Surakarta saat ini bahkan telah direkomendasikan Komisi Nasional Indonesia Untuk Unesco Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemdikbud), untuk tergabung dalam Unesco Creative City Network (UCCN) atau Jaringan Kota Kreatif Unesco.

Kategorinya city of craft and folk art (kota kerajinan dan kesenian rakyat).

Jika kota Solo bisa tergabung dalam UCCN, citra sebagai kota kerajinan dan kesenian rakyat jelas kian kental.

Sehingga popularitas Solo di mata internasional tentu bisa mendorong kemajuan kota dan memicu investasi serta kunjungan wisatawan di kota Bengawan tercinta.


DAFTAR 10 KABUPATEN/KOTA KREATIF 

Pada Selasa (18/06) lalu, Direktorat Fasilitasi Infrastruktur Fisik - Deputi Infrastruktur Bekraf telah melakukan penilaian terhadap 10 nominasi Kabupaten/Kota Kreatif yang telah melakukan ujipetik PMK3I pada tahun 2016 - 2018.

Para Kepala Daerah, Perwakilan OPD, dan aktor-aktor kreatif melakukan paparan di hadapan juri mengenai ekosistem subsektor ekonomi kreatif di kabupaten/kota dan komitmen jangka pendek hingga jangka panjang.

Penjurian dilakukan oleh Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik, Deputi Infrastruktur, Hari Sungkari, Tim KaTa Kreatif, Tim PMK3I, Asesor PMK3I, dan Juri Tamu yang terdiri dari pakar, praktisi, dan akademisi berbagai bidang keahlian dan subsektor ekonomi kreatif.

Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 83 tahun 2019 Tentang Kabupaten/kota kreatif indonesia tahun 2019, menetapkan bahwa:

  1. Kabupaten Majalengka - Seni Pertunjukan - Ekosistem ekonomi kreatif terbaik untuk Kabupaten di Pulau Jawa.
  2. Kota Malang - Aplikasi dan Pengembang Permainan - Ekosistem ekonomi kreatif terbaik untuk Kota di Pulau Jawa.
  3. Kabupaten Kutai Kartanegara - Seni Pertunjukan - Ekosistem ekonomi kreatif terbaik untuk Kabupaten di luar Pulau Jawa.
  4. Kota Palembang - Kuliner - Ekosistem ekonomi kreatif terbaik untuk Kota diluar Pulau Jawa.
  5. Kabupaten Rembang - Kriya - Konservasi Budaya (Cultural Conservation).
  6. Kota Surakarta - Seni Pertunjukan - Pengembangan Ekosistem (Ecosystem Development).
  7. Kota Semarang - Fesyen - Pengembangan Bisnis (Business Development).
  8. Kabupaten Gianyar - Seni Pertunjukan - Daya Tarik Global (Global Traction).
  9. Kota Denpasar - Fesyen - Inovasi Tata Kelola Pemerintahan (Governance Innovation).
  10. Kota Balikpapan - Aplikasi dan Pengembang Permainan - Inovasi Berkelanjutan (Sustainable Innovation).

(*/KabareSolo.com)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.