Header Ads

Sri Mulyani: Saya Tahu Ini Tidak Bisa Mengembalikan dan Menggantikan

ISTIMEWA - Menkeu Sri Mulyani saat bertemu keluarga korban kecelakaan Pesawat Lion Air. Ia hadir untuk berikan kekuatan di acara Silaturahmi dan Penyampaian Hak-hak Karyawan pada keluarga korban.

KABARESOLO.COM, JAKARTA - Urai air mata tertumpah di Aula Mezanine, Kementerian Keuangan RI pada Jumat 4 Januari 2018 lalu.

Saat itu merupakan acara silaturahmi sekaligus Penyampaian Hak-hak Pegawai Kementerian Keuangan yang mengalami musibah kecelakaan pesawat udara Lion Air JT610.

Atmosfir kepedihan terlihat dari foto-foto yang diunggah di akun Facebook terverifikasi milik Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Beberapa anggota keluarga korban tak kuasa membendung tangisan saat Menkeu Sri Mulyani memberikan kekuatan dan satu persatu menemui mereka.

Beberapa wanita terisak dalam pelukan Menkeu Sri Mulyani.

Melalui postingan tersebut Sri Mulyani memberikan kekuatan pada para keluarga korban bahwa ini salah satu perjalanan hidup yang harus dijalani.

Hal paling penting adalah bagaimana mewujudkan impian almarhum dan almarhumah untuk masa depan anak-anak mereka.

Di kesempatan tersebut Sri Mulyani juga menyampaikan terima kasih pada anggota keluarga atas kesabaran, keikhlasan dan juga kekuatan yang luar biasa.

Di samping itu ia juga berterima kasih pada para pihak yang membantu hingga keluarga korban bisa mendapatkan hak-haknya dengan baik.

Berikut ungkapan hati Menteri Sri Mulyani yang bikin banyak orang terharu:

Hari Jumat 4 Januari 2019 saya hadir pada acara Silaturahmi & Penyampaian Hak-Hak Pegawai Kementerian Keuangan Yang Mengalami Musibah Kecelakaan Pesawat Udara Lion Air JT610, di Aula Mezanine, Kementerian Keuangan RI.

Kita semua memahami bahwa kesedihan dan air mata tentu tidak mengembalikan kehadiran orang yang kita sayangi. Namun kita tahu itu adalah suatu tanda cinta yang sangat tulus.

Ini adalah salah satu perjalanan hidup yang memang harus kita hadapi, namun saya sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh anggota keluarga atas kesabaran, keikhlasan, dan juga kekuatan yang luar biasa. 

Karena saya tahu bahwa setiap anggota keluarga masih memiliki tanggung jawab yang penting untuk membimbing putra-putri dan untuk terus menjalankan cita-cita yang dimiliki oleh almarhum maupun almarhumah.

Dalam kesempatan ini, Kementerian Keuangan menyampaikan hak-hak para korban yang diberikan kepada para ahli warisnya berupa: pencairan jaminan kecelakan kerja (JKK) , pencairan dana tabungan hari tua dan jaminan kematian, pengembalian Tabungan Perumahan (Taperum) PNS kepada ahli waris, bantuan pendidikan berupa polis asuransi untuk 43 putera-puteri korban yang masih sekolah atau belum bekerja, dana peduli Kemenkeu dari para pegawai Kemenkeu, serta surat kenaikan kenaikan pangkat anumerta bagi 21 pegawai Kemenkeu.

Seluruh yang kami sampaikan pada hari ini saya sangat paham dan tahu sekali tidak bisa menggantikan kehadiran almarhum dan almarhumah di masing-masing keluarga. 

Memang itu tidak untuk menggantikan, dan ini adalah sebuah ekspresi kami semua di Kementerian Keuangan untuk menunjukkan kasih sayang kami dan sebagai satu keluarga yang ikut merasakan kehilangan.

Kami berdoa semoga Bapak/Ibu orangtua maupun putra/putrinya semuanya mampu untuk terus bersabar dan juga memupuk keikhlasan di dalam menghadapi kehilangan yang tidak tergantikan ini.

Atas nama Kementerian Keuangan, untuk anda semuanya kami ingin menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya dan juga penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dari seluruh mereka yang pada tanggal 29 Oktober 2018 mengalami kecelakaan.

Kami semua di Kementerian Keuangan akan senantiasa terus berdoa agar Bapak/Ibu, putra/putri, dan orangtua untuk terus bisa menghadapi cobaan ini dengan kekuatan, keikhlasan, dan kesabaran, dan kita berdoa terutama kepada ahli waris, putra/putri, untuk terus mampu menjalankan hidup dan terus meneruskan cita-cita keluarga.

Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak, PT Taspen, Jiwasraya, dan seluruh jajaran di Kementerian Keuangan yang sudah bekerja luar bisa untuk membantu tim. 

Kami juga berterima kasih kepada BKN yang telah banyak membantu untuk bisa mempercepat status dan juga dari seluruh kementerian/lembaga yang membantu.

Kita berharap ini akan meringankan sedikit duka, walaupun saya tahu ini tidak bisa mengembalikan dan menggantikan. Kami ada disini dan kami akan selalu mengingat dan mendoakan untuk seluruh almarhum dan almarhumah.

Terima kasih sekali lagi, semoga Bapak dan Ibu sekalian serta putra/putrinya bisa mendapatkan kekuatan dan kesabaran yang semakin tinggi untuk bisa menjalankan hidup dan meneruskan cita-cita dari para almarhum dan almarhumah.

~~~

Tutut mendokan bagi para korban agar arwahnya diterima oleh Tuhan YME serta keluarga korban yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Amin. (*/KabareSolo.com)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.