Header Ads

Sudah Tahu Belum? Ada 'Jembatan Kaca' di Kota Solo!

ISTIMEWA - Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo saat meninjau 'jembatan kaca' jadi aikon wisata baru di Kota Solo.

KABARESOLO.COM, SURAKARTA - Kota Solo tak hanya menjadi kota yang identik dengan seni dan budaya tapi tampaknya bakal 'ngehits' dengan tempat wisatanya, Jumat 14 Desember 2018.

Sudah tahu kalau di Kota Solo ada tempat wisata baru dengan jembatan kacanya?

Eh tapi jangan dibayangkan ya jembatan kaca seperti di Negeri Tiongkok sana, di atas bukit tinggi dengan ketinggian luar biasa.

Sampai pengunjung ada yang menjerit ketakutan saat melewatinya, ada juga yang lutut sampai gemetaran atau jalan ngesot saking takutnya.

Kalu ini enggak hanya tingginya mungkin hanya beberapa meter saja dan jembatan kaca itu dipasang di atas penampang Bendung Karet Tirtonadi.

Jadi ada satu jembatan penghubung letaknya di atas bendungan karet yang masih dalam tahap penyelesaian ini.

Humas Pemkot Surakarta posting kegiatan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo yang meninjau langsung penyelesaian Bendung Karet Tirtonadi pada Kamis 13 Desember 2018 malam.

Ia sempat berfoto di atas 'jembatan kaca' tersebut.

Tampak lantai jembatan tembus pandang dementara sisi saping jembatan terbuat dari kaca.

Melewati jembatan tersebut bisa melihat sistem kerja bendung karet yang ada di bawahnya bisa melihat air mengalir dan mungkin bisa jadi pelepas lelah dan penat setelah seharian kerja.

Di lokasi tersebut ada selain jembatan kaca ada Jembatan Tugu Keris, Papan Kawruh Tirta dan ini bakal menjadi wisata edukasi, jadi pelengkap wisata air di kawasan Gilimanuk (Gilingan, Manahan, dan Nusukan).

Wisata edukasi satu di antaranya tentang pengetahuan akan kinerja bendung karet.

Apa sih bendung karet, bagaimana sistem kerjanya hingga bagaimana sistem pengairannya bisa membantu para petani.

KabareSolo.com telah mengumpulkan poin-poinnya dan bisa dilihat di bawah ini.

APA ITU BENDUNG KARET?

Bendung karet merupakan hasil pengembangan jenis bendung yang baru.

Bila bendung yang lazim digunakan adalah bendung tetap, bendung karet merupakan bendung gerak.

Mekanismenya yakni dengan mengempiskan dan mengembangkan tubuh bendung dari karet.

Pertama kalinya bendung karet dibangun di Amerika Serikat pada tahun 1957 gunakan bahan tekstil.

Sementara pada tahun 1978 bahan tersebut dikembangkan menjadi serabut nilon yang dibungkus dengan karet sintetis.

Di Indonesia pembangunan bendung karet dimulai pada tahun 1990, pada penerapannya di lapangan banyak dijumpai berbagai masalah akibat rendahnya kinerja bedung.

Hal ini terjadi lantaran kurangnya dukungan teroi dan pengalaman, selain itu belum adanya perdoman yag dipakai untuk perencanaan bendung karet.

Namun zaman telah berubah, saat ini semua hal telah dirancang dengan matang dan memiliki standar baku yang optimal.

Semoga Bendung Karet Tirtonadi tak hanya jadi destinasi wisata tapi juga bermanfaat bagi para petani untuk mengairi sawah. (KabareSolo.com/Robertus Rimawan Prasetiyo)


Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.