Header Ads

Beberapa 'Masalah' di Balik Kesuksesan Solo Menari 2018 Pecahkan Rekor MURI Penari Gambyong Terbanyak

HUMAS PEMKOT SURAKARTA - Kota Solo sukses pecahkan rekor MURI dengan penari Gambyong terbanyak.


KABARESOLO.COM, SURAKARTA - Tak ada gading yang tak retak, peribahasa ini sangat mewakili pemecahan rekor MURI Solo Menari 2018, Minggu (29/4/2018).

Ya Warga Kota Solo tentu berbangga setelah perhelatan akbar Solo Menari 2018 dengan jumlah penari Gambyong terbanyak yakni sebanyak 5.020 penari berhasil dilaksanakan.

Meski demikian pelaksanaan tentu tak selalu mulus, ada beberapa kendala dan akhirnya menyeruak di sela euforia kebahagiaan perolehan predikat tersebut.

Kota Solo bersama warga dan semua pihak sukses menggelar acara menari massal di acara Car Free Day sepanjang Jalan Slamet Riyadi pagi tadi mulai pukul 07.00-10.00 WIB.

Target jumlah 5.000 penari berhasil dicapai bahkan lebih 20 penari.

Humas Pemkot Surakarta merilis beberapa foto perhelatan tersebut, ribuan penari yang menari dengan penuh semangat membuat acara ini berjalan mendekati sempurna.

Namun belakangan muncul masukan dari warga yang kemungkinan turut berpartisipasi dalam acara tersebut.

HUMAS PEMKOT SURAKARTA - Penari senior juga trut memeriahkan pemecahan rekor MURI.


Melalui Grup Facebook Info Cegatan Solo dan Sekitarnya sebuah akun Facebook dengan nama Tata Griya menyampaikan pemikirannya.

Akun tersebut menyertakan beberapa foto dan rekaman para penari saat sedang beraksi.

"Suatu kebanggaan kota Solo Bisa memecahkan Record Muri dan Record Dunia dengan Jumlah penari Gambyong terbanyak 5025 penari (Pemkot Surakarta merilis 5.020 penari)."

"Tetapi menyisahkan beberapa kendala dan masalah, semoga ini menjadi masukkan buat panitia terutama pemerintah kota dan dinas terkait."

Demikian tulis akun tersebut.

Akun Facebook Tata Griya menyampaikan beberapa hal antara lain sound system yang ia nilai tidak maksimal dan tidak berfungsi dengan baik saat acara berlangsung terutama setelah 100 meter dari panggung utama.

Masalah kedua menurutnya para peserta tidak disiapkan makan ringan dan minuman padahal peserta tidak sempat atau belum sarapan lantaran harus menyiapkan diri merias dari pukul 03.00 WIB.

Kendala berikutnya adalah pembukaan atau seremonial ia nilai terlalu lama dan hal ini membuat peserta menjadi kelelahan karena sebelunya kurang tidur.

Selain itu menurut akun FB ini para peserta kelamaan berdiri untuk menunggu upacara pembukaan sehingga peserta tidak maksimal pada saat melakukan pentas tarian tersebut.

Menurutnya yang terjadi akhirnya banyak peserta bukan mempersiapkan diri tetapi hanya berswafoto.

"Jangan hanya memburu target untuk pencapaian prestasi maksimal tetapi mengorbankan yang lain (peserta)"
Semoga di tahun yang akan datang (bila diadakan) dapat dipersiapkan lebih pantas dan layak," tulis akun Tata Griya.

Postingan Tata Griya mengundang banyak respon ada yang pro dan kontra.

HUMAS PEMKOT SURAKARTA - Wali Kota Solo FX Rudyatmo bersama warga menerima penghargaan MURI untuk Kota Surakarta sukses pecahkan rekor menari dengan jumlah Penari Gambyong terbanyak.


Beberapa mengatakan kalau hal tersebut wajar lantaran event seperti itu pasti ada kendalanya.

Ada juga warganet yang memberikan keterangan kalau soun system saat gladi bersih bisa maksimal tapi pas pelaksanaan malah tidak, ia menduga lantaran banyak penonton dan kemungkinan ada kabel sound yang terlepas gara-gara banyaknya penonton.

Terkait makanan ringan atau minuman, ada orangtua dari seorang penari yang beri penjelasan kalau anaknya bahkan diberi sarapan dan pulangnya dibawakan nasi kotak, selain itu diberi penggantian uang sewa pakaian tari.

Beberapa akun malah posting foto anaknya yang sedang menari, sedang foto bersama Wali Kota Solo FX Rudyatmo serta berbagai foto lain.

Lebih banyak yang memberikan tambahan info kalau acara tersebut berjalan dengan baik dan beberapa kendala merupakan hal wajar.

Hingga informasi ini diunggah belum ada tanggapan dari pihak Pemkot Kota Surakarta. (KabareSolo.com/Rimawan Prasetiyo)

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.