| tujuan wisata di solo |
|
Solo, pada jaman dulu dikenal sebagai salah satu pusat pemerintahan jaman kerajaan Mataram Islam di Jawa. Dan karenanya Solo sangat kaya dengan peninggalan-peninggalan sejarah. Karena kekayaan warisan sosial, budaya dan kesenian yang dimilikinya Solo yang telah berusia lebih dari 250 tahun dikenal juga sebagai Kota Budaya. Sebagai 'Kota Budaya' yang menyimpan banyak peninggalan sejarah, Kota Solo banyak dikunjungi wisatawan yang ingin melihat dan menikmati warisan budayanya yang beraneka ragam. Diantaranya warisan budaya kota Solo yang dapat dinikmati adalah: |
|
| 1. kraton Kasunanan surakarta hadiningrat |
Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dibangun pada tahun 1745 sebagai ganti ibu kota Kerajaan Mataram di Kartasura yang hancur akibat pemberontakan orang-orang Cina melawan kekuasaan Susuhunan Paku Buwono II yang bertakhta di Kartasura (Geger Pacinan) pada tahun 1742. ... Selengkapnya |
|
| 2. Pura Kadipaten Mangkunegaran |
Puro Mangkunegaran dibangun pada tahun 1757, dua tahun setelah dilaksanakan Perundingan Gijanti yang isinya membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Kerajaan Surakarta terpisah lagi setelah Raden Mas Said memberontak. ... Selengkapnya |
|
| 3. Baluwarti |
Di luar tembok kedhaton (tembok yang mengelilingi Kraton) Kasunanan Surakarta terdapat komplek bangunan yang dihuni oleh para pangeran, kerabat, abdi dalem pria dan wanita, disamping juga ada orang-orang yang melakukan pekerjaan bebas, misalnya berdagang. Wilayah ini di sebut Baluwarti ... Selengkapnya |
|
| 4. Kampung batik Laweyan |
Salah satu kawasan kota tua yang ada di Solo adalah Laweyan, yang baru saja dicanangkan sebagai Kampung Batik. Arahnya, dari Pasar Klewer, pusat perdagangan batik terbesar di Indonesia yang makin semrawut dan panas, lurus ke arah barat sekitar 3 kilometer. ... Selengkapnya |
|
| 5. Pasar Antik Triwindhu |
Pasar Triwindu adalah pasar barang antik yang cukup lengkap dan nyaman. Pasar yang terletak di Jl. Diponegoro, sekitar 100 m dari gerbang Pura Mangkunegaran ini memiliki kios-kios mungil yang menyediakan berbagai benda antik ... Selengkapnya |
|
| 6. Museum Radyapustaka |
MUSEUM yang berada di Kawasan Taman Sriwedari Solo ini, dulunya bernama Paheman Radyopustoko. Dari arti katanya, paheman berarti institusi atau lembaga, radyo adalah bangsa atau negara, sedangkan pustoko adalah pusat reverensi.
... Selengkapnya |
|
| 7. museum batik kuno danarhadi |
Museum Batik Kuno Danar Hadi menempati bekas bangunan klasik campuran Jawa dan Eropa yang dikenal sebagai Ndalem Wuryaningratan, di tepi Jalan Slamet Riyadi, Solo. Menurut pengusaha batik Danar Hadi
... Selengkapnya |
|
| 8. City Walk, Tempat "Srawung" Warga Solo |
Solo city walk adalah sebuah proyek mercusuar pemda yang dilandasi pemikiran untuk mengangkat potensi Solo yang ada dan tumbuh dengan slogan Solo past as Solo future. Proyek ini bertujuan hendak mengembalikan ruang publik
... Selengkapnya |
|
| 9. Balekambang, taman tanda cinta orang tua |
Taman Balekambang dibangun oleh Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegoro VII pada tahun 1921 sebagai tanda cinta beliau kepada dua putri beliau. Itulah sebabnya pada awalnya taman ini dibagi menjadi dua area.
... Selengkapnya |
|
| 10. Kampung batik kauman |
Kauman merupakan tempat ulama yang terdiri dari beberapa lapisan masyarakat mulai dari penghulu tafsir anom, ketip, modin, suronoto dan kaum. Keberadaan kaum sebagai penduduk mayoritas di kawasan inilah yang menjadi dasar pemilihan nama Kauman.
... Selengkapnya |
| |