Home
Tour Destination
Kuliner
Museum
Event Wisata
Akomodasi
Sekitar Solo
Picture Galery
About Solo
About Us
Comments
 

candi sukuh
Candi Sukuh merupakan candi yang berlatar belakang agama Hindu. Berdasarkan prasasti yang ada di sekitar candi, Candi Sukuh didirikan antara tahun 1359 - 1378 Saka atau tahun 1437 - 1456 Masehi (sekitar abad XV).
Meskipun berlatar belakang agama Hindu, bentuk bangunan candi cenderung kembali ke bentuk bangunan pada jaman pra sejarah yaitu struktur Punden Berundak.

Apa daya tarik utama dari candi yang dikelilingi hutan pinus ini?

Yang membuat Candi Sukuh menarik adalah bentuk candi, arca dan lukisan relief yang sungguh unik dan berbeda dengan candi lainnya. Candi ini dipenuhi arca dan relief yang menggambarkan perwujudan kelamin lelaki dan perempuan secara gamblang, telanjang dan naturalis.
Hal inilah yang memicu timbulnya julukan "The Most Exotic Temple in The World" bagi Candi Sukuh. Tak jarang mereka melontarkan tuduhan sebagai candi porno yang mengajarkan pendidikan seks secara vulgar.

Komplek Candi Sukuh dibagi menjadi teras-teras yang secara keseluruhan dibagi menjadi 3, yaitu:
  • Teras 1, pada bagian ini terdapat gapura berbentuk trapesium, yang memiliki relief berbentuk manusia yang sedang dimakan raksasa, yang merupakan sengkalan 'Gapuro Buto Aban Wong' yang melambangkan tahun 1359 Saka. Pada lantai gapura terpahat relief Phallus (lingga) dan Vagina (yoni) secara naturalis.
    Menurut cerita rakyat, di masa lalu relief lingga-yoni itu digunakan untuk membuktikan kesucian seorang gadis. Apabila seorang mempelai perempuan yang akan menikah melangkahi relief tersebut dan kainnya sobek, tandanya sang mempelai tak lagi suci. Demikian sebaliknya. Namun sekarang pintu gerbang tersebut telah ditutup atas berbagai pertimbangan.
  • Teras 2, pada teras ini terdapat arca 2 penjaga gerbang dengan wajah mengerikan. Selain itu dibagian ini terdapat juga relief yang merupakan sengkalan yang berbunyi 'Gajah wiku anahut buntut' yang melambangkan tahun 1378 Saka.
  • Teras 3, pada teras ini terdapat gapura yang sudah tidak utuh lagi. Bagian ini merupakan bagian yang paling suci, karena pada bagian inilah candi utama terletak. Candi ini menghadap ke barat dan berbentuk piramida terpancung, dan di bagian atas terdapat altar untuk pemujaan. Di depan candi utama terdapat 3 arca kura-kura raksasa dan subbasement yang berisi relief cerita Sudamala dan Garudeya.

Berdasarkan relief Sudamala dan Garudeya yang terdapat pada teras ke 3 candi itulah para peneliti menyimpulkan bahwa Candi Sukuh erat kaitanya dengan upacaya pelepasan dan ruwatan.

Dimana letak Candi Sukuh dan bagaimana cara mencapainya?
Secara administratif Candi Sukuh terletak di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Sedangkan secara geografis Candi Sukuh terletak di ketinggian 1186 meter dpl di lereng sebelah barat Gunung Lawu, sekitar 34 km arah timur kota Solo atau sekitar 1,5 jam berkendaraan dari kota Solo.

Untuk mencapai Candi Sukuh, bisa dibilang mudah. Akses transportasi dan akomodasi yang tersedia cukup memadai. Sepanjang perjalanan Solo-Candi Sukuh yang berkelak-kelok, kita bisa menikmati suasana pegunungan dan hamparan perkebunan kopi, teh, karet, dan coklat.
Bagi yang memilih angkutan umum, bisa memulai perjalanan dari terminal Tirtonadi, Solo, lalu naik bus jurusan Karanganyar-Tawangmangu. Turun di terminal Karangpandan untuk mencari kendaraan elf yang menuju terminal Kemuning. Sesampai di pertigaan Kemuning-Candi Sukuh, anda bisa memilih berjalan kaki sejauh 800 m atau naik motor ojek sampai pelataran candi.