| All about Solo |
|
|
Berikut ini beberapa tulisan yang akan membuat kita semua semakin mengenal Solo dengan lebih baik. |
|
| 1. Dusun Sala dan Kraton Surakarta Hadiningrat |
MENGGAH dhusun ingkang nama Sala punika sampun wonten ing Keraton Pajang, nalika jamanipun Kangjeng Sinuhun Sultan Hadiwijaya. Kamisepuh bebekeling dhusun punika Ki Gedhe Sala, pramila dhusunipun lajeng katelah aran nama dhusun Sala.(Babad Sala:RM Sajid) ... Selengkapnya |
|
| 2. Beringin Simbol Kebesaran Raja |
POHON ini memang tak seperti lazimnya pohon-pohon lain. Bukan saja karena umurnya yang bisa mencapai ratusan tahun atau selalu dikaitkan dengan mitos wingit pada setiap keberadaannya ... Selengkapnya |
|
| 3. Gapura, Bukti Pesatnya Pembangunan Keraton |
TAK bisa dipungkiri, masa pemerintahan Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono (PB) X antara tahun 1893-1939, adalah masa-masa puncak dari maraknya pembangunan fisik di Keraton Surakarta Hadiningrat. ... Selengkapnya |
|
| 4. Masjid Keraton Diilhami Bangunan Masjid Demak |
KERUNTUHAN Kasultanan Demak sebagai kerajaan Islam pertama, tidak berarti meruntuhkan perkembangan Islam di Tanah Jawa. Justru yang terjadi sebaliknya, penyebaran agama tersebut semakin berkembang dengan pesat. ... Selengkapnya |
|
| 5. Ngigelnya Bidadari, Jadilah Tarian Bedhaya |
KETIKA para dewa tengah bersantai, dipanggilah tujuh bidadari untuk mataya (menari). Maka, meliuklah Dewi Supraba, Wilutama, Warsiki, Surendra, Gagarmayang, Irim Irim, dan Tanjung Biru, sambil menyisiri tepian laut yang ada di Kahyangan Suralaya. ... Selengkapnya |
|
| 6. Radyopustoko, Saksi Bisu Lembaga Ilmu Pengetahuan di Keraton |
MUSEUM yang berada di Kawasan Taman Sriwedari Solo ini, dulunya bernama Paheman Radyopustoko. Dari arti katanya, paheman berarti institusi atau lembaga, radyo adalah bangsa atau negara, sedangkan pustoko adalah pusat reverensi. ... Selengkapnya |
|
| 7. Ngliga dan Kekeramatan Wilayah Keraton |
MANUT tatanan Keraton Surakarta, sadaya tiyang ingkang lumebet ing keraton jaler lan estri kedah netepi pranatan rikala zaman kina.
Sepenggal kalimat yang tertulis dalam Pranatan Badhe Lumebet Ing Keraton Ing Zaman Kina dari buku berjudul Babad Solo karangan RM Sajid. ... Selengkapnya |
|
| 8. Bengawan Solo Dahulu Bernama Bengawan Beton |
JAUH sebelum Keraton Surakarta Hadiningrat berdiri, atau tepatnya pada zaman Mataram, tersebutlah sebuah dusun bernama Nusupan. Dusun itu terletak di sebelah tenggara Desa Sala ... Selengkapnya |
|
| 9. Prangwedanan, Kisah Pingitan sebelum Pangeran Naik Tahta |
RUMAH tua yang berada di sisi timur Pura Mangkunegaran (dekat pintu masuk sebelah timur) itu tampak sepi. Hanya ada beberapa foto para bangsawan tergantung di dinding dan seperangkat gamelan di lantai pendapa. ... Selengkapnya |
|
| 10. Riwayat Kehancuran Taman Sriwedari Solo |
KOTA Solo dalam konsep budaya Jawa tradisional adalah sebuah negara gung yang berpusat di Keraton Surakarta. Sebentuk negara agung warisan dinasti Mataram dengan fasilitas perkotaan serba lengkap ... Selengkapnya |
|
| 11. Pasar Gede, Pasar Bertingkat Pertama Di Indonesia |
MENURUT RM Sajid dalam buku berjudul Babad Sala, meski di Kota Solo banyak terdapat pasar, tak ada yang menyamai pasar ini. Begitulah Pasar Gede Solo, yang sampai sekarang masih tetap tumbuh dan berkembang ... Selengkapnya |
|
| 12. Solo, Kota Jajan Yang Tak Pernah Tidur |
APA yang ada di benak Anda, ketika melewati Jl Dokter Moewardi di kawasan Kota Barat Solo di waktu malam? Di antara berbagai aktivitas yang mewarnai kehidupannya, tentu saja yang paling menyita perhatian adalah banyaknya warung makan di sepanjang jalan tersebut. ... Selengkapnya |
|