Home
Tour Destination
Kuliner
Museum
Event Wisata
Akomodasi
Sekitar Solo
Picture Galery
About Solo
About Us
Comments
 

Solo monumen
Banyak event dan organisasi memulai perjalanan mereka di kota Solo. Sebut saya diantaranya Syarikat Datang Islam, Pekan Olahraga Nasional (PON), Perwatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dll. Belum lagi jika kita sebutkan juga keberadaan Museum Radyapustaka sebagai museum tertua di Indonesia.

Banyak pula seni budaya yang menemukan habitatnya dan berkembang pesat di Solo yang turut mewarnai kehidupan masyarakatnya. Sebut saja seni wayang (kulit maupun orang), ketoprak, keroncong, tari-tarian dan gamelan kerawitan, keroncong sampai seni membuat batik, keris dan gamelan. Walaupun banyak diantara seni tersebut juga dihasilkan dari daerah lain, yang dihasilkan kota Solo hampir selalu dianggap sebagai yang paling halus, mengandung nilai-nilai dan berfilosofi tinggi yang tentu saja menjadikannya yang terbaik.

Dengan mengemukakan hal-hal yang telah diuraikan di atas, kota Solo telah menulis suatu riwayat di berbagai bidang dan hal ini akan terpatri sepanjang masa dalam sejarah bangsa Indonesia. Menggembirakan, Kota Solo dengan berbagai riwayatnya telah menjadi kota kenangan dan harus selalu dikenang.

Berikut ini sedikit uraian tentang hal-hal tersebut:


1. PON (Pekan olahraga nasional)
Pada bulan Januari 1946, bertempat di Hadiprojo di kota Solo diadakan kongres olahraga yang pertama di alam kemerdekaan. Berhubung dengan suasana pada masa itu, kongres ini hanya dihadiri oleh tokoh-tokoh olahraga dari pulau Jawa saja.
... Selengkapnya

2. PWI (Persatuan wartawan Indonesia)
Awal tahun 1946, sejumlah wartawan Indonesia mulai membicarakan kemungkinan dibentuknya sebuah organisasi wartawan. Pembicaraan berlangsung di Yogyakarta yang pada waktu itu menjadi ibukota sementara Republik Indonesia.
... Detail