Header Ads

Saking Enaknya meski Dilarang Dokter Makan Mie, Retno Tetap Nekat Nikmati Mie Ayam Pilist Solo

KABARESOLO.COM/RIMAWAN PRASETIYO - Mie Ayam Pilist selalu penuh antrean dengan pembeli lantaran rasanya yang juara.

KABARESOLO.COM, SURAKARTA - "Meski saya dilarang dokter untuk makan mie karena harus berpantang dulu terkait penyakit saya saat itu, namanya juga kepengin dan enak banget, saya nekat ke sini," ujar Retno seorang warga Solo pada KabareSolo.com.

Itu adalah pengakuan seorang pelanggan tetap Mie Ayam Pilist Solo.

Penggemar Mia Ayam Pilist memang banyak, sehari bisa ratusan kunjungan dan Retno menjadi pelanggan tetapnya.

Karena penyakitnya, beberapa waktu lalu Retno disarankan dokter untuk tidak makan mie, telur dan beberapa makanan lainnya untuk proses penyembuhan.

KABARESOLO.COM/RIMAWAN PRASETIYO - Tempatnya nyaman untuk makan, bangunannya berarsitektur Belanda.


Namun ia nekat untuk melanggar, meski demikian ia kemudian memesan secara khusus.

Ia tetap bisa makan Mie Ayam Pilist tapi tidak mengganggu penyembuhan dari penyakit yang ia derita, Retno saat itu akhirnya pesan Mie Ayam Pilist tanpa mie.

"Lucu ya, makan mie ayam kok tanpa mie, tapi itu sungguh-sungguh terjadi, dan boleh kok, cuma kuah, sayur dan ayam, mie nya nggak ada," jelasnya.

Menurut Retno Mie Ayam Pilist sangat enak, ia cocok dengan citarasa masakannya apalagi letak warung yang tak begitu jauh dari lokasinya bekerja.

Ia dan rekan-rekan kantor sering makan ke warung Mie Ayam Pilist.

KABARESOLO.COM/RIMAWAN PRASETIYO - LIhat gambarnya aja dah terbayang kelezatannya.


Kuliner 'rakyat' satu ini populer, hampir di semua kota di Indonesia ada yang menjual makanan ini dan selalu jadi idola.

Kalau sedang lapar pasti semangkuk mie ayam tak akan cukup, wajib nambah apalagi kalau enak.

Kali ini KabareSolo.com mencicipi makanan di sebuah tempat yang istimewa.

Mie Ayam Pilist, sebuah warung mie ayam yang berbeda dari warung mie ayam biasanya.

Mie ayam biasanya dijual di pinggir jalan dengan ruang kecil dan gerobak warna biru yang legendaris.

KABARESOLO.COM/RIMAWAN PRASETIYO - Lihat antreannya apaagi kalau jam makan siang, harus bersabar karena antrean panjang. Itu pembeli yang antre buat bayar setelah makan.


Kalau enggak penjualnya berkeliling dengan gerobak warna biru tersebut.

Namun mie ayam ini dijual di warung dengan bangunan yang berarsitektur gaya Belanda.

Warung ini menempati bangunan kuno dan lokasinya mudah banget ditemukan.

Mie Ayam Pilist lokasinya mudah ditemukan karena berada persis di depan Kantor Kelurahan Jayengan, Jalan Wirotamtomo, Kartopuran.

Cukup buka Google Map ketik aja Mie Ayam Pilist kalau enggak ketik Kantor Kelurahan Jayengan pasti langsung diarahkan ke lokasi ini.

KABARESOLO.COM/RIMAWAN PRASETIYO - Samsuri seorang karyawan Larmi saat sibuk menyajikan mie ayam.


Parkir luas untuk motor, di depan halaman warung mie ayamnya, kalau untuk mobil masih bisa sih, hanya saja jalan agak sempit, dan nanti tukang parkir akan membantu untuk cari lokasi parkir di sekitar warung.

Jumat (27/4/2018) lalu KabareSolo.com mencicipi Mie Ayam Pilist dan sesuai dengan pengakuan seorang pelanggannya, Retno, mie ayam ini bikin orang langsung pengin nyoba lagi.

Rasanya asli, enak banget, skala satu sampai sepuluh, nikmatnya mie ayam ini ada di nilai delapan.

Mie-nya kenyal dan gurih.

Mie ayam memang dikenal dengan mie berbahan khusus yang dibuat sendiri oleh pemiliknya, campuran antara tepung dengan kentang.

Sementara bumbunya khas campuran minyak sayur, rempah-rempah dan bawang putih, kalau takarannya tepat mie ayam yang disajikan nikmat sekali.

KABARESOLO.COM/RIMAWAN PRASETIYO - Beberapa lauk yang bikin mie ayam makin nikmat.


Keunggulan Mie Ayam Pilist ada pada bumbunya, dari sisi rasa, gurihnya soft gak bikin eneg apalagi kuahnya enak banget.

Di sini beberapa lauk seperti jeroan ayam, bakso goreng, aneka gorengan, tahu, tempe dan lain-lain menambah selera makan.

Soal harga jangan khawatir, murah meriah, satu mangkuk Mie Ayam Pilist Rp 8 ribu dan untuk tempat makan, serasa makan di rumah sendiri.

Bangunan berarsitektur Belanda, unik, nyaman dan tinggi, meski udara di luar panas setelah masuk dijamin tak merasa gerah.

Padahal pembelinya ramai sekali.

Dalam ruangan ada satu AC dan kipas angin dinding tampaknya efektif usir hawa panas.

Saat KabareSolo.com sambangi Mie Ayam Pilist tampak Syamsuri di depan gerobak sibuk untuk menyajikan mie ayam.

Belasan mangkuk berjajar lalu dengan cekatan Syamsuri mencampur bahan-bahan untuk pelanggan.

Menurutnya Mie Ayam Pilist ramai saat hari kerja sementara weekend agak berkurang.

Larmi sang pemilik warung Mie Ayam Pilist mengaku kalau setiap hari omzet warung miliknya 600 mangkuk.

"Itu kalau Senin sampai Jumat, kalau hari minggu berkurang ya jadi sekitar 500 porsi," jelas wanita yang ramah ini.

Mie ayam dan bakso enak identik dengan sang koki yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah, tapi kali ini anggapan itu keliru.

Larmi yang berasal dari Gunung Kidul, DIY mampu membuat mie ayam juara soal rasa.

Ia memiliki tujuh karyawan dan warung mie ayam mulai beroperasi mulai pukul 11.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Tertarik mencoba mie ayam juara soal rasa? Jangan kaget ya kalau harus antre.

Oh ya, belum tahukan kenapa dinamai Pilist? Ternyata itu singkatan untuk 'Pilihan Istimewa' Mie Ayam Pilist memang benar-benar istimewa, nyesel kalau gak coba. (KabareSolo.com/Rimawan Prasetiyo)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.